Sunday, 26 February 2012

dying goldie

goldie adalah mobil pertamaku.

kunamakan goldie karena warnanya memang gold atau kuning emas. kubeli akhir tahun 2007 dan telah bersamaku melewati suka dan duka. aku sayang goldie. meski orang sering mentertawakan aku karena menganggap sebuah mobil layaknya benda hidup, yang pasti aku sayang goldie. ia telah melewati 4 musim bersamaku. menembus salju dan hujan angin bersamaku. melindungiku dari ganasnya cuaca negara empat musim ini. membawaku kemanapun aku ingin pergi.

si goldie

beberapa kali ia memang sempat terluka dan butuh diobati. namanya juga sudah agak-agak tua kelahiran 2001. seringkali batuk-batuk dan minta ganti spare part ini itu. tapi ia selalu bangkit dan sehat kembali. 

namun sayang seribu sayang.

tahun ini rupanya tahun ketidakberuntungan goldie. ia tak sanggup lagi melewati dinginnya salju yang turun lebat beberapa minggu yang lalu. kalau biasanya ia hanya agak pilek dan segera sembuh hanya dengan nge-cas baterenya, kali ini goldie agak serius sakitnya. ia tak mau distarter sama sekali, meski dengan batere penuh. usut punya usut setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat, dokter eh montirnya bilang kalau mesin goldie minta diganti.

memang sih sebenarnya hanya bagian tertentu di dalam mesin yang rusak karena terlalu beku, tapi biaya yang dibutuhkan untuk bongkar mesin, pasang spare part and menyusunnya lagi bisa dua kali lebih mahal daripada jika seluruh mesin dibuang dan diganti mesin bekas yang masih berfungsi. itupun kata pak montir, bisa habis kira-kira 8 juta rupiah sebelum pajak. 5 juta untuk harga mesin bekas, dan 3 juta untuk ongkos montirnya. whoaaaa, mahalnyaaaaa....

mahal?

memang berapa sih harga goldie kalau dijual? karena umurnya sudah tua dan lewat 10 tahun, rata-rata mobil di sini harganya sudah jatuh dan murah sekali. mobil seperti goldie merek rover 25 impression, kalau masih jalan bagus paling-paling hanya laku maksimal 10 jutaan, mungkin malah kurang dari itu. lha kalau untuk ganti mesin saja 8 juta, tapi kalau hanya ganti spare-part-nya ongkosnya malah 16 juta, apa ya ceng-li?

aku sempat nangis sesenggukan gara-gara ini. bukan karena biaya yang kudu kukeluarkan agar goldie bisa jalan lagi, tapi fakta bahwa aku mungkin harus kehilangan dia selamanya, karena pilihan-pilihan yang ada di depanku sepertinya tak satupun yang kelihatannya menjanjikan.

1) kalau aku ingin tetap memiliki goldie, aku harus keluar uang 8 juta untuk perbaikan, lalu mungkin aku harus menjualnya lagi dan paling-paling hanya laku 8 juta juga? capeknya untuk ngurus ini itu ga ada yang bayar.

2) kalau aku ga mau ngeluarin biaya perbaikan, pilihan yang paling brutal adalah menjualnya ke toko loak mobil atau disebut scrap yard, yang paling-paling dihargai 800 ribu rupiah saja untuk mobil mati mesin. lalu goldie akan dipreteli bodinya, dibongkar mesinnya, dan dijual bagian-bagian tubuhnya secara terpisah untuk spare part bekas mobil sejenis. apa tega coba?

3) kalau aku ingin goldie tetap jalan meski tak lagi kumiliki (kan cinta tak harus memiliki, katanya), aku harus menemukan orang yang mau membeli goldie, tapi untuk diperbaiki. orang bengkel biasanya yang suka berburu mobil-mobil sekarat semacam goldie, lalu diperbaiki sendiri dan dijual lagi. lumayan tidak ada biaya montir. taruhlah orang itu modal 5 juta untuk beli mesin bekas, lalu beli mobil matinya dari aku paling kuhargai 2-3juta. kalau ia bisa jual lagi dan bisa dapat 10 juta atau mungkin lebih, kan lumayan bisa ambil untung.

sepertinya pilihan ketiga memang paling oke menurutku. setelah kemarin sempat menangisi nasib goldie, hari ini akupun mengambil keputusan untuk menjual goldie di internet. aku pasang harga permintaan 3 juta dan menjelaskan bahwa mesin mobilnya memang mati dan perlu diganti, berikut rincian biayanya. ini dia iklan goldie di situs gumtree, di mana kita bisa pasang iklan dengan gratis!

iklan goldie di gumtree

tadinya kupikir, yah paling-paling butuh waktu 1-2 minggu sampai seseorang tertarik untuk membeli dan memperbaikinya. tapi baru semenit begitu aku tekan tombol enter dan submit iklan itu, hape-ku langsung berbunyi.

kaget juga...begitu cepatnya orang merespon sebuah iklan. atau mungkin karena aku pasang harga terlalu murah ya? hehehe... sutralah yang penting laku...

akhirnya memang ada dua orang penelpon yang tertarik untuk membeli goldie. tapi begitu dua-duanya tahu bahwa mesinnya memang sama sekali tidak bisa distarter, mereka kabur. huh, dasar pengecut! lho...apa hubungannya?! :-D

lalu ada penelpon ketiga...

yang ini lebih serius. kebetulan rumahnya dekat di daerah tempat tinggalku, hanya setengah jam nyetir katanya. ia pengin datang lihat mobilnya yang kebetulan ngejogrok di rumah sakit, eh bengkel sebelah, ga jauh dari rumah, hanya 2 menit nyetir ke sana. ayuklah kataku. silakan kalau mau lihat-lihat dulu, supaya ga kaya beli kucing dalam karung kan. kalau tertarik silakan dibeli, kalau tidak ya sutra, namanya juga usaha hehe.

eh, dia hepi setelah lihat goldie, yang meski sekarat dan mesinnya mati, tetap tampil cantik dan menawan. siapa dulu donk yang punya *halah* 

diapun lalu membayar deposit tanpa kuminta sebagai tanda jadi. kami sempat tawar menawar harga, yang akhirnya aku lepas sedikit lebih rendah dari yang kuminta di internet. yah lumayan lah. daripada lu manyun :-)

terjual sudah si goldie sore ini. 

agak sedih, tapi aku lega. karena nasib goldie tidak berakhir di scrap yard atau kuburan mobil. yang beli orang pakistan sepertinya. ia seorang montir yang sering memperbaiki mobil sendiri lalu dijual lagi. kami sempat ngobrol sedikit. rumahnya st ives, tak jauh dari kantor suamiku. anaknya 3 orang, 8th, 5th dan 1th. setelah transaksi deposit selesai, kami berjanji akan ketemu lagi senin malam untuk menyerahkan kunci dan surat-surat mobil. 

aku pulang dengan hati lega. dan aku buru-buru on-line lagi di internet untuk menonaktifkan iklan yang baru kupasang, karena aku terus menerus menerima telpon dari orang-orang yang ingin membeli goldie. terpaksa aku bilang ke mereka kalau goldie sudah laku terjual baru saja. bahkan salah satu dari mereka ada yang bertanya apakah aku punya mobil selain goldie yang mau dijual lagi? hahaha... iseng saja tuh orang, memangnya aku dealer mobil apa?! memang sih di rumah masih ada si blackie mobil kedua milikku, dan si whitey milik suami, tapi mereka tidak untuk dijual! maaf ya :-)

selamat jalan goldie. semoga pemilik barumu akan menyayangimu seperti aku pernah menyayangimu.

dulu...*hiks*



.:kalau kamu suka artikel di atas, mungkin kamu suka ini juga:.

No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...