aku kaget pas buka hape pagi ini.
semingguan ini agak beda karena suamiku masih tugas ke jerman dan belum balik. anakku tetep kudu masuk sekolah, aku masih tetep kudu kerja, masak, cuci piring, buang sampah, tetep ngegym, dan segala tetek bengek hidup sehari-hari lainnya. biasanya sih, kerjaan rumah memang dikerjakan berdua sama suami. dan kebanyakan memang suami yang lebih sibuk dibandingkan aku, yang sejak nikah emang udah anti-patriarki dan menolak segala bentuk "perbudakan" terhadap istri di rumah jadi udah kek inces ini hihi π
iseng ngecek sosmed bentar setelah nyiapin sarapan buat anakku. biasanya suami yang ngurus anak kalau pagi. seminggu ini aku terpaksa hihi #emak_durhaka
eh, ada pesan masuk ke dm-ku yang bikin aku nyesssss di dada. speechless tapi tersanjung dikit, hehe. ini pesannya. identitas kusembunyikan ya demi privasi. dan aku udah minta ijin sebagian pesannya mau aku bahas di blog, dan dibolehin, horeeee π. tadinya sih mau kuketik ulang aja, tapi demi supaya otentik, ku-skrinsyut aja bagian yang relevan dan sekiranya ngga akan bermasalah kalau diekspos. ini dia pesannya.
sebelum kalian mengira-ngira atau nuduh dengan brutal, konteksnya si pengirim pesan ini adalah salah satu follower-ku di sosmed, pernah ketemu beneran sekali karena tali kehidupan kami pernah bersinggungan di satu titik di masa lalu. udah gitu aja intronya π
jadi kenal dekat banget juga engga, ngga kenal banget juga engga. tengah-tengah lah.
jadi aku kaget donk, tiba-tiba terima pesan begitu. aku sempat tercenung sebentar sebelum akhirnya ngetik balesan dan kami malah akhirnya ngobrol selama beberapa menit sebelum aku gedabgugan lagi karena kudu berangkat ngegym pagi tadi!
pesan itu membuatku tersentak dan tersadar. oh, ternyata selama ini, di luar sana, ada orang-orang yang melihat kehidupanku yang tiap hari gedabrugan itu dari sisi pandang yang lain. yang bahkan aku aja ngga pernah kepikiran dan ngga pernah melihatnya dari kacamata mereka, seperti contoh pesan di atas itu.
pesannya sebenernya lebih panjang. yang intinya adalah bertanya: "tan, aku mau tanya by any chance apa tante ada nulis buku biografi gitukah? atau mungkin ada saran buku yang jadi panutan tante?!"
***
aku jadi mikir, gimana ini njawabnya π ya dah tulis aja di blog lah!
karena kalau dipersingkat pertanyaannya sebenernya sama aja seperti nanya resep "gimana supaya berhasil dan sukses dalam kehidupan meski tanpa modal" ya ngga sih? waduh, berat sekali pertanyaan itu. dan jawabannya juga ngga simpel. dan sepertinya dari sudut pandang dia memang aku dilihatnya sebagai salah satu contoh yang termasuk dalam kategori "sukses dalam kehidupan" meski tadinya tanpa modal finansial alias bukan keturunan konglomerat.
syukurlah kalau begitu π
di obrolan kami selanjutnya, berhubung tadi pagi waktuku juga ngga banyak, dia kukasih link ke blog ini. karena memang sepertinya masih banyak teman sosmed-ku yang ngga ngeh kalau aku juga adalah seorang blogger meski abal-abal π karena kalau ada postingan blog baru yang tayang aku cuma bagikan link-nya di fesbuk doank. dulu sih di twitter juga sebelum doi dibeli si mas-mas itu dan berubah jadi x π
diapun setuju untuk ngubek-ubek blog ini buat baca-baca kepingan cerita-cerita kehidupanku dari masa lalu sampe sekarang. karena kan aku ngga punya buku biografi, siapalah aku ini π
blog "otakkukusut" inilah biografiku, yang kutulis acak dan sesuka hati kalau lagi
mood nulis, niatnya semata untuk mendokumentasikan hal-hal remeh temeh dalam hidup supaya bisa kubaca-baca lagi kalau pengin. ngga pernah ada niatan untuk dijadikan biografi, meski kalau jadi buku sih sudah kumulai prosesnya dan sudah ada
ceritanya di tautan ini. tapi cuma kuprint satu buah saja untuk koleksi pribadi dan bukan untuk dijual. dan akupun ngga pernah punya idola yang bentuknya manusia jadi ngga pernah khusus baca biografi orang tertentu. nanti kutulis terpisah soal "idola" ini dan alasan-alasan kenapa aku ngga pernah punya!
jadi untuk ngejawab pertanyaan di atas, jawabannya semuanya ya ada di blog ini.
gimana lingkar pinggangku bisa tetep kecil stabil di angka 70 cm atau kurang meski udah punya anak dan umur udah kepala 5. jawabannya ada di postingan-postingan tentang upayaku untuk ngejaga berat badan dengan puasa
intermitten selama bertahun-tahun
non-stop, dan juga ditambah mulai ngegym sejak november tahun 2024 yang lalu dan tetap konsisten sampe sekarang.
salah satunya ada di tulisan berjudul "kaum rebahan" ini yang kukopi fotonya ke sini. kalau ngga, cari aja pake kata kunci "puasa" atau "gym".
banyak tulisan yang sudah kubuat untuk mendokumentasikan perubahan-perubahan gaya hidup dan upaya-upayaku untuk menjaga badan seperti sekarang ini. yang pasti, bukan karena faktor keturunan atau genetika ya, enak aja nuduh! tapi ini hasil upaya dan kerja keras dalam jangka waktu lama. karena justru keluargaku tuh berasal dari keturunan yang obese atau besar-besar badannya. dan aku sadar itu sepenuhnya, makanya aku menolak untuk jadi besar jugak! π
 |
| dari dulu bentuk badanku selalu sama, baju dari tahun 1998 aja masih muat! |
tentang koleksi barang brandedku, sejujurnya sebenernya itu adalah celengan alias investasiπ, juga udah sering banget kutulis. kalau mau baca-baca cerita tentang topik ini dan gimana serta kenapa aku ambil investasi jenis ini, bisa cari pake kata kunci "investasi" atau "hermes" atau "fashion".
tentang anakku semata wayang yang selain sekolahnya lancar dan berprestasi bagus secara akademik (kalau ini keknya memang keturunan emaknya hahaha, maap ya pak suami π). aku juga sudah sering nulis gimana aku dulu di sekolah, sampe dapet beasiswa belajar s2 ke eropa dan seterusnya. cari pake kata kunci "sekolah" atau "beasiswa". pasti ketemu cerita-ceritaku tentang perjuanganku dari segi akademis, demi untuk menunjang karirku sebagai profesional di bidang industri yang akhirnya bermuara ke sektor alat kedokteran yang berkecimpung di urusan kualitas serta regulasi sampe sekarang ini.
soal makanan-makanan enak, memang sebagai keluarga, kami selalu prioritaskan setiap wiken untuk minimal keluar jajan sekali. kan selama 5 hari kerja kami sudah makan masakan rumahan, yang biasanya cenderung lebih sehat dan lebih ngga enak karena aku yang masak haha π kalau jajan di luar ke restoran kan yang masak chef andalan dan agak kurang sehat jadi memang lebih yummy hihi π tapi memang kudu ada bajet tambahan sih jajan di luar itu. yang pastinya lebih mahal dibandingkan kalau masak sendiri. kalau ini sudah ngebahas kondisi keuangan dan manajemen finansial secara umum di dalam keluarga ya.
di blog ini juga sudah ada beberapa tulisan yang berbasis finansial. dari cerita beli rumah, ngebagi kewajiban finansial, gimana ngatur keuangan dan lain-lain, sepertinya sudah pernah kubahas meski ngga terlalu sering. cara pandangku terhadap uang, dan kenyataan kalau hidup di inggris itu semuanya pake mata uang poundsterling, dan bagaimana
mindset-ku sudah berubah dari
rupiah mentality ke
poundsterling mentality, sudah ada tulisannya semua. cari pake kata kunci "rupiah", "keuangan", "bank" mungkin membantu buat nyari tulisan-tulisan yang relevan.
kami bersyukur dan beruntung karena suami dan aku dua-duanya kerja tetap dan punya kantor masing-masing sejak sebelum kami saling kenal. dan aku sejak nikah memang sudah berkomitmen untuk tetap kerja meski nanti akan punya anak. bukan semata-mata karena duit ya, tapi jauh lebih besar dari itu. sebagai perempuan, aku merasa untuk harus tetap berkarya, berdiri di atas kaki sendiri dan mandiri finansial meskipun sudah ada suami! orang boleh saja punya pandangan beda,
who cares π, tapi itu pandanganku dan itu yang kuterapkan dalam hidupku. tentunya ini sebuah kompromi dan pengorbanan yang cukup besar karena ketika aku kembali masuk kerja setelah cuti melahirkan,
anakku harus dititipkan. sebagai seorang ibu, aku harus menekan rasa yang berkecamuk di dada. tapi syukurlah semuanya baik-baik saja. anakku tumbuh besar dengan sehat, dan karirku tetap lancar sampe sekarang.
karena komitmen untuk tetap berkarir ini pulalah yang menunjang kondisi finansial rumah tangga kami lumayan stabil ya. ngga kekurangan, karena
income-nya dari dua sumber, tapi ya ngga konglomerat juga. dari sini pula kami bisa tinggal di rumah yang nyaman, kebutuhan transportasi kami juga tersedia dengan
berbagai jenis mobil yang pernah dan sedang kami miliki sekarang, termasuk mobil balap kesayanganku, si biru yang ceritanya pas beli
ada di tulisan ini.
 |
| aku dan si biru |
soal ketersediaan waktu untuk diri sendiri dan keluarga.
jawabannya mungkin klise. semua manusia di muka bumi ini punya waktu 24 jam sehari. untuk hidup sehat dan nyaman, idealnya atau secara teori ya, kita kudu punya waktu sepertiganya buat tidur cukup dan istirahat selama 7-8 jam.
gimana buat yang kudu kerja lembur? gimana buat yang ngga bisa begitu? ya memang susah ya. karena untuk mencapai posisi di mana kita sudah bisa tidur nyaman selama 7-8 jam itu berarti hidup sudah mapan, ngga perlu kerja lembur, ngga stress mikirin besok hidup mau gimana dan lain-lain. perjuangan hidup memang panjang dan berat. dan semuanya itu diawali dari bawah terutama bagi orang-orang umum seperti kita, yang masih harus berjuang karena ngga terlahir dari keluarga kaya raya.
tapi kegigihan kita dalam menapaki tiap anak tangga, satu persatu. menghadapi setiap rintangan kehidupan dengan solusi, ngga pernah berhenti berusaha untuk bisa lebih baik lagi tanpa nyerah. itu yang akhirnya akan membawa kita ke anak tangga berikutnya satu demi satu. dan akhirnya akan sampe ke anak tangga teratas di mana kita bisa bilang ke diri kita sendiri ketika menoleh ke belakang. oh, kita udah nyampe sini. perjalanan panjang sudah membuahkan hasil yang "cukup". karena standar "cukup" tiap orang beda-beda ya.
jangan lupa di posisi manapun di anak tangga berapapun, ketika kita sedang menapaki hidup, untuk tetap bersyukur dan menghargai sedikit atau banyaknya semua pencapaian yang sudah kita peroleh.
doh, jadi kek nenek-nenek π
sepertiga kedua dari 24 jam itu ada 8 jam yang kudu dipake untuk kerja, berkarya, atau berusaha. apa saja, meski ngga kerja formal, setiap individu masih bisa berkarya dalam berbagai macam bentuk lain. ibu rumah tangga pun bisa melakukan banyak hal untuk mengisi kesehariannya dengan hal-hal yang positif dan berguna.
sepertiga terakhir, adalah 8 jam di mana waktu kita bisa dipake untuk tetek bengek lainnya seperti berangkat dan pulang kerja, berkumpul dengan keluarga, ngerjain hobi, olahraga, apa sajalah. termasuk menghabiskan waktu yang berkualitas dengan orang-orang yang kita cintai. suami dan anak dalam kasusku. kami saat ini sudah ada di titik keseimbangan 8-8-8 ini.
tentu saja aku paham dan maklum, ngga semua orang sudah bisa hidup seimbang seperti itu.
masih banyak yang kudu kerja non-stop selama 18-20 jam sehari dan hanya 4 jam waktu tidur! ada juga yang jarang tidur karena kesibukan sehari-hari seolah-olah ngga pernah selesai selama 24 jam. banyak pula yang masih ngga bisa punya waktu yang berkualitas untuk keluarganya. ketidakseimbangan ini sebagian besar memang dipicu oleh kondisi ekonomi dan finansial. masalahnya memang kalau kita berasal dari tingkat ekonomi yang masih di tahap ini, di tahapan awal menapaki anak tangga kehidupan tadi, pengorbanan untuk punya keseimbangan hidup belum bisa tercapai.
seiring kemapanan tingkat ekonomi dan finansial, pelan-pelan dengan pencapaian-pencapaian kecil dalam kehidupan yang membawa ke tingkat kestabilan baru, lama-kelamaan keseimbangan waktu 8-8-8 akan lebih mudah dicapai dan diusahakan. tentukan ini bukan hal instan dan pastinya butuh waktu lama.
jadi, tetap semangat ya πͺπ
No comments:
Post a Comment