Friday, 16 January 2026

update kolesterol - 2

update kolesterol lagi yukkkkk.

yang baru mendarat nyampe di tulisan ini untuk pertama kali, kudu baca-baca tulisan-tulisan terdahulu dengan topik kolesterol terlebih dulu ya, biar nyambung ceritanya. mulai dari tulisan yang ini dulu deh kalau tautan yang tadi kebanyakan isinya 😁

entah ini jadi tulisan ke berapa ngebahas masih tentang topik yang sama.

karena kan memang ceritanya bersambung terus menerus, gais. jadi ya memang aku pengin mendokumentasikan perjalanan hidupku dalam memerangi salah satu gejala metabolisme di tubuhku yang selalu dipantau oleh dokterku di inggris sini, meski secara kesehatan keseluruhan, sebenarnya aku ya sehat-sehat saja tanpa gejala apapun!

tapi berhubung pengawasan kesehatan dan deteksi dini di sini memang sebagus itu, berdasarkan pengalaman pribadiku sendiri ya, jadi ya aku asyik-asyik saja kesehatanku dimonitor oleh pemerintah inggris sini terus menerus secara rutin. kalau ada masalah sedikit langsung ketahuan dan bisa diperbaiki. 

pilih mana?

ngga tau menahu dan buta sama sekali soal kondisi tubuh sendiri, tapi tiba-tiba ambruk dan masuk rumah sakit setelah diperiksa ternyata sudah banyak kondisi tubuh yang kritis karena engga dideteksi sedari dini. kebanyakan orang indonesia hidupnya sejujurnya seperti ini sih. karena kesadaran soal kesehatan diri sendiri di sana memang masih minim ya. berapa persen sih warga indonesia yang rajin medical check-up sampe tes darah minimal setahun sekali?

berapa persen orang indonesia yang tahu kondisi tekanan darahnya sendiri, kadar gula darahnya, kolesterol, trigliserida, fungsi hati, ginjal, jantung dll, dan ngecek secara rutin? kecil pastinya ya. karena memang sebagian besar nunggu sampe sakit dulu, baru diperiksa. padahal kalau sudah sakit itu berarti memang sudah ada fungsi organ yang rusak atau bahkan sudah parah kondisinya, karena selama bertahun tahun ngga pernah dicek dan terabaikan. 

baru deh pas sakit, kata dokter kudu diperbaiki ini itunya. kudu diubah gaya hidupnya. kudu diperbaiki pola makannya dan lain sebagainya. sayangnya, sebagian besar pas sudah sampai di tahap sakit ini, sudah telat untuk memperbaiki yang sudah terlanjur rusak tadi. rusaknya karena ngga dicek rutin selama bertahun-tahun. perbaikan yang harusnya dilakukan puluhan tahun yang lalu, ngga pernah dilakukan dan diabaikan. pas sudah rusak parah baru deh pusing dan pengin sembuh.

ya udah telat!

terkadang aku mikir, doa-doa yang kita berikan kalau ada orang yang sakit parah secara metabolik ya, bukan sakit dadakan karena kecelakaan misalnya, pasti dengan penuh kesopanan kita bilang ke mereka, "semoga lekas sembuh". hmmm, beneran bisa sembuh? karena fungsi organ yang sudah diforsir bertahun-tahun dan ngga dijaga itu ngga mungkin diperbaiki lho. kalau sudah rusak ya udah, fungsinya pelan-pelan menurun dan akhirnya nyerah!

makanya orang yang sakit metabolik dan sudah parah, sangat jarang yang bisa sembuh lagi. karena istilahnya kalau mobil, berpuluh tahun ngga pernah dirawat, diabaikan fungsi-fungsi spare partnya, tiba-tiba mogok ngga bisa jalan. pas dibawa ke bengkel, cuma didoain, semoga mobilnya bisa jalan lagi? ya syusyah, ngga bisa kecuali spare part yang rusak-rusak tadi diganti. baru deh mobil bisa jalan. tapi kalau yang rusak organ tubuh dan fungsi tubuh kita, ya mana bisa diganti. akhirnya ya bablas πŸ˜“

***

di inggris sini, karena tanggung jawab kesehatan warga itu ditanggung pemerintah, bagi mereka menanggulangi masalah sedini mungkin itu jauh lebih murah biayanya dibandingkan kalau kondisi seseorang sudah sampai di kondisi parah. makanya kalau ada sesuatu yang kurang benar seperti pada awal cerita kolesterolku ini yang bermula ketika kadar gulaku naik pas aku hamil 13 tahun yang lalu. sejak itu pula namaku berada di bawah radar pengawasan rumah sakit. darahku dicek tiap tahun untuk memastikan kesehatanku terpantau dan terjaga.

makanya ketika tahun lalu kadar kolesterolku naik, mereka memperketat pengawasan.

cerita detilnya sudah ada di tulisan-tulisan terdahulu, sampai di tahap ketika aku mulai pengobatan statin sejak tanggal 01 oktober 2025 yang lalu. tadinya kupikir mereka akan manggil aku lagi buat tes darah setelah sekitaran 6 bulan, eh ternyata salah. aku sudah dipanggil untuk tes darah pas tanggal 7 januari lalu, cuma selang 3 bulan ternyata. sempat deg-degan sih nunggu hasil tes nya. meski minum obatnya ngga ada masalah sama sekali, tapi aku masih ngga yakin kalau obat ini bakalan manjur ngelihat hasil pengukuran kolesterol terakhir yang angkanya cukup tinggi itu.

apa ya bisa, obat sekecil ini bisa nurunin kolesterol yang asal muasalnya dihasilkan oleh fungsi hati yang memproduksinya terlalu banyak karena faktor genetika ini? apa iya, meski aku sudah makin memperketat pola makanku, ngga nyentuh makanan berminyak sebisa mungkin, sudah sejak agustus tahun lalu di dapurku ngga lagi ada stok minyak goreng hehe 😁, dan ngurangi makanan berlemak, berminyak, bermentega, yang krimi-krimi hilang semua dari menu harianku yang tersisa cuma salad daun-daunan dan protein hewani bersih aka dada ayam heu heu. apakah semua usaha kerasku akan membuahkan hasil?

ngga pake nunggu lama. 

aku sedot darah itu jam 4:30 sore. darahnya dikirim ke lab katanya hari itu juga. aku mikirnya mungkin hasilnya akan keluar besok. eh, pas aku bangun tidur di pagi hari, ngecek email, ternyata darahnya diperiksa di lab oleh mereka yang shift malam jadi hasilnya sudah ada pagi banget. di sini semua hasil periksa kesehatan bisa dilihat langsung di app di hp, praktis banget pokoknya. dan pas aku buka hasil tes kolesterolku, cukup lega dan ngga percaya karena ternyata sekarang kolesterolku sudah turun drastis ke angka yang sangat normal!

horeeee πŸ˜‚


lihat deh grafik di atas. meluncur jatuh gitu kan haha. padahal sejak tahun 2023 itu menanjak naik pelan tapi pasti, makanya dokternya akhirnya ambil tindakan. kalau ngga ya grafiknya bakalan naik terus itu. gila yah, dua tahun selalu tinggi, begitu diobati langsung turun, keren banget 😍

karena tes darahnya itu sekalian ngecek semua hal yang bisa dicek sama lab darah di rumah sakit di cambridge sini, hasil-hasil pemeriksaan dan angka-angka yang lain juga bisa dilihat di laporan lab darah di app tersebut, contohnya hba1c, lipid profile termasuk kolesterol, trigliserida, hdl, non-hdl, ldl, rasio kolestrol/hdl, fungsi hati termasuk albumin, bilirubin, alkalin fosfat, alanin transaminas, kreatinin, elektrolit, plasma, jumlah sel darah, total ck, total tsh dan masih banyak lagi. panjang pokoknya. syukurlah semuanya aman dan angka-angkanya hijau semua. kalau tes terakhir pas agustus lalu, cuma kolesterol doank yang angka rapornya merah. angka-angka yang lainnya semuanya hijau. eh, kali ini kolesterolnya pun sudah hijau!!! 

asyikkkkk, berarti pola hidupku sudah di jalur yang benar πŸ’ƒ

***

etapi tunggu dulu. kok ada satu yang kuning warnanya ya, apa itu? yahhhh, kelewat satu. yang merah jadi hijau, eh yang tadinya hijau ada satu yang menguning ternyata gais, ngga jadi selametan deh πŸ˜‚ ternyata yang kuning trigliserida. ngga merah sih, tapi sudah menguning dia eaaaaa....

ini nih angkanya, naik melonjak dari 1.18 mmol per liter pas agustus lalu, sekarang ke 2.25 mmol per liter, heu heu heu. kenapa ya kira-kira?

setelah beberapa lama kupikir-pikir, kenapa kolesterolku turun tapi gliserida malah naik, aku sampai pada kesimpulan sebagai berikut:

pola makanku yang berubah-ubah, ini sepertinya mengganggu kestabilan keseimbangan nutrisi di tubuhku. sejak hamil dulu, dan kena gestational diabetic, untuk mengatasinya kan aku lalu ngurangi semua-mua jenis makanan yang mengandung gula, tepung, karbo dan teman-temannya. meski ngga bakalan bisa bersih 100% dan sangat mustahil manusia hidup ngga nyentuh makanan tersebut sama sekali, tapi pola makanku memang cenderung ngurangi asupan-asupan yang mengandung pergulaan, pertepungan, dan perkarboan. dan ini berlangsung cukup lama selama hampir 12 tahun. 

dan memang akhirnya tercapai keseimbangan pola makan baru yang cenderung lebih rendah di pergulaan dan perkarboan, tapi demi kewarasan dan kebahagiaan, ternyata kompromi di gula ini entah sengaja atau ngga sengaja, tergantikan dengan konsumsi lemak yang lebih tinggi. ngga papa ngga manis tapi minimal masih gurih dan berlemak gitulah kira-kira. karena ini berlangsung pelan dan dalam jangka panjang, akhirnya angka kolesterolku merayap naik pelan-pelan seperti yang sudah kubahas kemarin-kemarin itu!

eh ada satu yang kuning!

sejak divonis kolesterol tinggi, dan meski setelah diteliti lebih lanjut akar permasalahan kolesterol tinggiku penyebabnya lebih ke genetik dan bukan sepenuhnya karena pola makan yang ngawur, aku tetap dianjurkan untuk jaga pola makan yang cenderung lebih rendah kolesterol. sudah rendah gula, sekarang harus rendah kolesterol juga gais. karena makin terbatas apa yang bisa kumakan, sepertinya nih, caraku nyeimbangin rasa dan supaya tetep bisa makan sewajarnya, ngga berubah jadi kambing atau burung yang cuma makan buah dan sayur atau rumput-rumputan, beberapa bulan ini aku cenderung nambahin kandungan pergulaan lagi!

meski masih tetep jaga rendah karbo, tapi konsumsi pergulaan di jenis makanan lain sepertinya meningkat karena konsumsi perminyakan dan perlemakan turun drastis. apa mungkin karena ini ya, trigliserida jadi naik? hmmm...

***

kesimpulannya apa ya?

kesimpulannya sepertinya memang, upaya menyeimbangkan komposisi asupan makan itu sulit sekali ternyata ya. kurangi gula, lemak naik. kurangi lemak, gula naik, hihi. mosok kudu makan daun-daunan doank manalah tahan. kalau daun-daunannya dikasih sambel pecel sih enak tapi itu sambel gula dan lemaknya tinggi woiii! sama aja boong πŸ˜‚

jadi baiklah, sementara ini, aku sepertinya kudu hati-hati lagi milih makanan meski pola makanku sudah lumayan ketat selama ini. karena selain kudu ngejaga supaya kadar gula darahku tetap normal, kudu ngejaga supaya kolesterolku ngga naik lagi, sekarang aku juga kudu nurunin kadar trigliseridaku. 

mungkin kalian heran, jadi sebenernya mbaknya ini sakit apa toh?

aku ini sebenernya sehat gais, sehat banget! jauh lebih sehat dibanding sebagian orang yang penasaran kenapa aku repot banget sama kesehatanku πŸ˜† seminggu ngegym 3 kali, masih ditambah jalan kaki di threadmill sesekali, berat badan normal, bmi normal, lingkar pinggang jauh di bawah separo tinggi badan, kurang dari 70cm malahan! - langsing abis itu meski belum six pack perutnya heu heu 😁, dan belakangan ini angkatan barbelku sudah bisa lebih berat dari berat badanku sendiri. kurang sehat gimana coba πŸ˜‡

masalahnya, jaga kesehatan di level awal sedini mungkin seperti yang kulakukan ini memang masih bukan hal yang wajar atau normal di lingkungan masyarakat indonesia. seperti yang kubilang di atas tadi, orang indonesia itu makai mobil cuma dipake doank! disetiri terus terusan doank! ngga pernah ke bengkel, ngga pernah dicek olinya, ngga pernah dibersihin karburatornya. pokoknya asal masih bisa jalan dan bisa disetiri, nggelinding aja tiap hari. sampe satu hari mogok! baru deh dibawa ke bengkel. 

mobil itu ibarat tubuh manusia. di mana kebiasaan masyarakat kita itu cuma berobat kalau sudah ambruk alias sakit parah! kalau belum sakit, makan masih ngawur tanpa pantangan, ngga paham kondisi organ tubuh sendiri karena memang jarang yang rutin cek darah dan cek kesehatan secara umum. karena pemahamannya, selama belum sakit, berarti masih sehat. sama kek mobil, selama masih bisa disetiri meski ngga pernah dirawat atau dibawa ke bengkel, ya berarti mobilnya masih jalan. 

setelah mogok dan jatuh sakit, baru ke rumah sakit, baru mulai tahu kalau ini sudah rusak itu sudah rusak. kan sayang kalau sudah parah begitu sudah ngga bisa diperbaiki lagi. karena perbaikan itu seharusnya sudah dilakukan berpuluh-puluh tahun sebelumnya, bukan setelah parah dan rusak.

nah, yang kulakukan sekarang ini, seperti ngerawat mobil. sama-sama kusetiri tiap hari, tapi setahun sekali mobilnya masuk bengkel, seluruh fungsi spare part mobil dicek. kalau ada yang kurang bersih dibersihin. kalau olinya perlu diganti ya diganti oli baru, kalau ada yang mulai aus dibenerin, dan kalau ada yang mulai longgar dikencengin. miara mobil memang sulit, sama halnya dengan miara organ-organ tubuh. 

kalau tekanan darah naik ya diturunkan, kadar gula meninggi diturunkan. kadar kolesterol meninggi ya diobati. trigliserida tinggi, ya berkorban ngga makan ngawur lagi. usahanya ditambah, upaya hidup sehatnya diperketat.

demi apa?

ya supaya nanti pas dicek lagi ambil darah setelah beberapa bulan ke depan, mudah-mudahan angka-angkanya akan hijau  semua. meski jaga pola makan itu sangat sulit, tapi demi badan dan organ tubuh yang tetap berfungsi baik dan ngga rusak, harus kita upayakan sebaik mungkin.

salam sehat, semangat! πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...