tulisan ini pendek saja ya, cuma hasil olah pikir setelah aku ngobrol ringan dengan kolega di kantor.
kebetulan kantorku saat ini isinya orang-orang yang aktif dan sehat-sehat semua. dalam artian, mereka punya gaya hidup yang agak beda dengan kolega-kolega di kantor-kantorku yang terdahulu. mungkin karena perusahaan ini start-up kecil dan pegawainya ngga sebanyak kantor-kantor lama, jadi kok ya kebetulan pas yang ngumpul di sini orang-orang yang suka dengan kegiatan fisik semua.
kalau di kantor lama dulu, pasti selalu ada saja yang bermasalah dengan kesehatan, bermasalah dengan berat badan, dan sebagainya. dan sangat jarang kudengar ada yang obrolannya bertopik tentang masalah hidup sehat. eh, ada dink satu kantor lama yang sebagian kecil isinya adalah orang-orang yang gila olahraga. sampe dulu ada aktivitas yoga di kantor pas jam maksi dan pas selesai jam kerja. aku sempat ikutan waktu itu tapi kegiatannya terputus akhirnya karena aku kena phk, heu heu. yang belum sempat baca, cerita phk ada di tautan ini ya.
nah, pas akhirnya aku gabung di kantor yang sekarang, meski pas di awal gabung dulu akupun belum termasuk aktif secara fisik. tapi mungkin karena setiap hari dan setiap saat obrolannya ngga jauh-jauh dari topik tersebut, mungkin ini juga yang mentrigger alam bawah sadarku kalau aku kudu berbuat sesuatu untuk badanku sendiri. ujung-ujungnya setelah gabung di kantor ini bulan juni 2024, bulan septembernya aku mulai olahraga di rumah, dan bulan novembernya aku mulai ngegym untuk pertama kalinya seumur hidupku.
cerita pengalaman ngegym pertama kali ada di tautan ini.
obrolan tentang topik olga ini tadinya diawali ketika salah satu kolega yang juga seorang pelari yang cukup aktif, dalam artian dia bisa ikutan kompetisi marathon atau ultra marathon 3 sampe 4 kali dalam setahun atau lebih, dan rutin lari yang sudah jadi bagian pola hidupnya sehari-hari, nyoba memotivasi salah satu kolega lain yang saat ini masih nyoba untuk berubah!
dari sini, bahasan obrolan pun bergeser ke soal motivasi.
apa bener, kalau setiap orang itu butuh motivasi untuk berbuat sesuatu, misalnya dalam bahasan waktu itu adalah olahraga? apa segala sesuatu itu harus dimulai dengan kata "motivasi"? mungkin sebagian besar orang memang bergantung kepada motivasi untuk berbuat sesuatu dalam hidupnya. masalahnya, kalau motivasinya menyurut, atau memudar, atau berubah, apakah lalu orang tersebut akan berhenti?
sampe sini, akupun lalu ikutan nimbrung bahwasanya motivasi doank itu engga akan cukup.
karena motivasi sifatnya ada yang konstan, dan ada yang naik turun. nah, kalau pas turun, dan kita ngga punya penggerak lain untuk memotivasi kita, jadinya pas ada di titik ini, apapun yang berusaha kita lakukan, ritmenya akan mulai tersendat. harusnya ke gym, eh batal atau dijadwal ulang. harusnya berangkat jogging, eh ngga jadi, milih matiin alarm dan lanjut tidur lagi. harusnya hari ini diet makan enak, eh gaspol karena pas ditawari makanan lezat, dan seterusnya. ini hanya beberapa contoh saja ya.
masih banyak contoh-contoh lainnya yang terkadang butuh motivasi untuk melakukan, tapi pas motivasinya kendor, ya disiplin kita jadi kendor juga.
trus kudu gimana donk kalau motivasi saja engga cukup?
kujawab, selain motivasi kita juga butuh "komitmen". kalau motivasi bisa saja naik turun atau berubah ubah, tapi sekali kita berkomitmen dan berjanji pada diri sendiri, seharusnya komitmen ini kita pegang teguh dan kita jaga supaya engga kendor. kukasih contoh, seperti halnya pernikahan gitulah. pas nikah itu kan kita berkomitmen untuk seumur hidup saling menjaga kesakralan pernikahan dan jangan sampe ambyar atau bubar. sama halnya dengan hal-hal lain, selain motivasi, kita juga butuh berkomitmen. jadi di saat motivasinya lagi kendor, kita ingat lagi kalau ada komitmen yang harus kita jaga, jadi ritmenya ngga jadi mogok deh.
contohnya aku saja ya biar gampang.
pas aku mulai ngegym dulu itu, motivasiku simpel sih, supaya aku ngga usah ganti ukuran baju! baju-bajuku yang kupunya sejak lama kan mulai sesak waktu itu, tapi aku ngga mau beli yang ukuran lebih gede! ini sudah pernah kubahas di tulisan lama deh. sejak ngegym dan badanku mulai singset lagi, baju yang kubuat tahun 1998 pun akhirnya muat lagi hehe. nah, bisa saja kan motivasi ini kendor. kan lebih gampang beli baju ukuran lebih besar dibanding kudu repot-repot ngegym 2-3 kali seminggu dan diet ketat? kadang memang pilihan yang lebih mudah dilakukan itu cukup menggiurkan untuk dilakukan.
tapi aku lalu ingat, kalau aku sudah berkomitmen untuk tetap ngegym sampe umur berapapun dan kapanpun. istilahnya, aku sudah niatkan untuk menikahi kebiasaan ngegym ini untuk kulakukan seumur hidupku. jadi pas subuh-subuh alarmnya nyala dan aku kudu bangun lebih pagi lalu berangkat ngegym, pas semua orang masih tidur dan di luar masih gelap, mana dingin pula pas musim salju gini.
aku inget lagi komitmenku.
yang penting dipaksa untuk berangkat dulu. meski mata masih setengah merem sambil nyetir mobil hehe. begitu sampe di gympun, kadang masih setengah melek dan ngga ngeh apa kata instrukturnya. bengong dan belum sepenuhnya bangun hehe. setelah pemanasan, biasanya tuh langsung seger dan lincah gitu. padahal tadi pas alarm bunyi itu rasanya malas setengah mati. kalau cuma untuk motivasi biar baju tetep muat sih ngga akan cukup untuk menguatkan niat pagi itu untuk berangkat ngegym.
toh ukuran badanku ngga akan berubah kalau aku ngga berangkat pagi itu, yekan.
tapi akhirnya komitmenlah yang mencambukku untuk bangun dari kasur dan sambil merem nyetir mobil ke tempat gym, menerobos kegelapan subuh dan hawa dingin yang menusuk tulang di kawasan benua yang sedang mengalami musim dingin dan bersuhu minus beberapa minggu belakangan ini.
memang ya, kalau sudah niat itu semuanya akan mudah terlaksana. tapi kalau sudah malas, akan ada beragam alasan untuk ngga jadi melakukan yang sudah diniatkan.
semoga kita semua bisa menjaga komitmen untuk apapun yang sudah kita niatkan dalam hidup kita, apapun itu, menuju ke arah yang lebih baik. aminnnn.
semangat semuanya! πͺ

No comments:
Post a Comment