Monday, 16 September 2019

blajar brenang #5

ini lanjutan seri belajar berenang. ngga terasa udah nyampe bagian #5 aja. bagi yang ketinggalan kereta dan tahu-tahu udah nyampe sini, tapi pengin baca-baca dulu bagian-bagian yang lalu, ini tautannya ya:

aku udah tambahin juga di bagian akhir tiap-tiap seri, tautan ke artikel berikutnya. biar gampang aja  bagi kalian jadi ngga pake nyasar-nyasar bacanya 😉



oke mari kita lanjutkan pelajaran berenang kita. terakhir kemarin kita udah bahas 4 teknik dasar supaya bisa berenang beneran. yeee, emang ada berenang bo'ongan 😛

meski belum mahir-mahir amat, aku masih punya beberapa teknik buat dibagi ke kalian supaya bisa dipraktikkan terutama buat para perenang pemula seperti aku. sebenarnya ngga ada urut-urutan tertentu teknik mana dulu yang kudu dipelajari. meski kalau belum bisa teknik blowing bubbles ya jangan harap bisa belajar teknik lainnya. itu paling dasar lah. tapi teknik yang lainnya bisa kok dikombinasi atau diselang seling latihannya. bebas aja pokoknya mah, suka-suka kita. yang penting harus hepi ya pas latihan. jangan stress kalau belum bisa teknik tertentu.

aku juga ada beberapa teknik yang sampai sekarang masih cuma tahu teorinya doank, begitu dicoba langsung gagal maning-gagal maning. ya udah sih mau gimana lagi, ngga perlu khawatir, ntar coba lagi hehe 😁

teori-teori berikutnya yang akan kita bahas kali ini adalah sebagai berikut:

5 - teknik mengapung (starfish

tadinya pas aku dikasih tahu kalau semua orang itu bisa ngapung di air tanpa ngapa-ngapain, aku sama sekali ngga percaya, sampai akhirnya terbukti akupun bisa melakukannya dengan petunjuk dan teknik yang benar, baru aku percaya.

teknik ini adalah teknik dasar juga, biasanya diajarkan buat bayi-bayi dan balita yang mulai belajar mengapung di air. buat anak dan dewasa, teknik ini biasa digunakan dalam keadaan darurat, ketika kita mengalami kesulitan di air (sungai, laut, atau kolam), misalnya mengalami kecelakaan, terluka, kehabisan tenaga, dll yang menyebabkan kita ngga mungkin untuk berenang menyelamatkan diri, paling penting untuk dilakukan adalah sebisa mungkin kita tetap ngapung di permukaan air sampai pertolongan datang, dengan melakukan teknik starfish.

masalahnya, kalau kita dalam keadaan darurat biasanya justru panik kan ya. 

nah sulitnya, posisi ngapung ini cuma bisa dilakukan kalau badan kita sepenuhnya rileks, gaes. kenapa nama tekniknya starfish, karena emang posisi badan kita bentuknya mirip ikan bintang. emang starfish boleh diterjemahin jadi ikan bintang ngga sih? gugel ndiri lah ya aku lagi malas ngecek 😛

hasil pencarian google image dengan kata kunci "starfish swimming position"

cara melakukan teknik starfish seperti ini:
- berdiri tegak lalu pelan-pelan tekuk badan ke belakang seperti mau posisi kayang
- buka tangan lebar-lebar, angkat dagu ke atas sampai bagian atas kepala nyentuh air
- angkat kaki pelan-pelan dan buka kaki lebar-lebar
- kalau kita benar-benar rileks, kepala, leher, bahu, tangan dan kaki semua rileks, bisa ngapung lho!

- buat pemula, minta bantuan teman atau instruktur renang untuk membantu gerakan awal
- terutama pas kaki diangkat, biasanya badan kita ngga rileks, ini sulit untuk ngapung
- jika ada yang membantu dengan memegangi bagian bawah perut, akan lebih mudah (liat gambar)
- coba beberapa kali, dan akhirnya tanpa bantuan, seharusnya sudah bisa praktik posisi ini
- kita bisa berada dalam keadaan ngapung selama kita mau, tapi bosan juga sih kalau kelamaan 😆
- untuk berdiri, bisa dengan cara menenggelamkan diri dulu, tahan nafas sebentar lalu berdiri

oh ya, teknik ini sebenarnya ada dua versi, yang mengapung dengan posisi telentang kepala melihat ke langit, dan mengapung dengan posisi telungkup, pandangan melihat ke dasar kolam. untuk posisi yang telungkup, ini bisa dikombinasikan dengan teknik tahan nafas, atau blowing bubbles. dan ngga bisa lama-lama karena nafas kita pelan tapi pasti akan habis juga kan.

lebih mudah sebenernya teknik starfish yang posisi telungkup, karena asal paru-paru kita penuh kita isi dengan udara, badan kita akan ngapung dengan sendirinya.

coba aja deh!


6 - teknik rollover

teknik ini sangat membantu untuk para pemula yang masih kesulitan untuk mengambil nafas di sela-sela gerakan tangan pada renang gaya bebas.

karena secara teori, ketika kita berenang dengan posisi kepala berada di bawah permukaan air, kita hanya punya waktu terbatas sebelum kehabisan nafas. ketika paru-paru mulai kosong dan semua udara yang kita hirup hampir semuanya kita hembuskan di dalam air (blowing bubbles), paru-paru perlu segera diisi oksigen. bagi yang udah jago teknik ambil nafas sambil berenang, ngga perlu melalui tahap teknik rollover ini sih. bagiku yang masih kesulitan buat ambil nafas, aku merasa perlu untuk secara bertahap belajar rollover dulu.

rollover ini sebenernya teorinya cukup simpel, tapi praktiknya sulit 😁

urutannya seperti ini:
- siap posisi meluncur gaya roket atau glide (baca seri sebelumnya bagi yang belum baca)
- lalu ketika posisi sudah stabil pelan-pelan tubuh kita putar sampai kepala menghadap ke atas
- posisi tangan dari berada di atas kepala turun ke arah perut dan kedua tangan ditangkupkan
- gerakan tubuh berputar dan tangan diturunkan harus dilakukan secara bersamaan
- setelah posisi tubuh menghadap ke atas, kepala (mulut dan hidung) berada di atas permukaan air
- bisa nafas deh!
- bagi yang kurang jelas, cari aja di youtube banyak videonya, kata kunci rollover glide swimming.


kenapa teknik ini kubilang sulit? karena kalau posisi badan dan kepala kita kurang tepat, air akan masuk hidung, gaes! sakitttttt... coba aja kalau ngga percaya haha. bikin kapok gitu lah!

sebetulnya teknik rollover ini tujuan intinya cuma supaya dari posisi kehabisan nafas karena tengkurap, kita jadi bisa nafas telentang sambil ngapung. setelah ada kesempatan untuk mengisi paru-paru dengan udara lagi, kita bisa berputar lagi dan melanjutkan teknik roket atau teknik gaya bebas. ketika nafas mulai habis, kita bisa rollover lagi, dan seterusnya.

bisa renang deh, dari ujung ke ujung kolam ukuran olimpiade 😜

meski ya, dari segi kecepatan, masih sangat lambat. ibarat lari maraton, brenti-brenti melulu! capek, brenti, capek, brenti. berenang maju dikit, ngapung dulu, maju dikit lagi, ngapung lagi, kalau diajak balapan ya jelas kalah, haha. tapi kan tujuannya ini buat belajar, gaes. belum sampai balapan ya. pelan-pelan aja, namanya juga baru bisa berenang, penonton harap bersabar hehe.

oke kali ini sampai di sini dulu karna ibu gurunya udah mulai ngantuk nih 😅

untuk seri berikutnya kita akan bahas teknik renang gaya punggung (backstroke), teknik ambil nafas untuk renang gaya bebas (front crawl/freestyle), rolling ball, dan somersault di dalam air. bakalan seru pokoknya.

stay tuned ya!

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...