Thursday, 25 September 2014

rumah singgah

pengalaman hidup yang pernah kita alami di masa lalu, seringkali jadi pedoman bagaimana kita akan bersikap di masa kini dan masa depan!

apaan sih... tau-tau sok bijak, hehe...

tapi setuju ga pemirsa, dengan kalimat pembuka di atas? setuju yah. contohnya banyak kok, silakan dipikirkan  masing-masing. aku mau kasih contoh satu saja yang akan jadi topik pembahasan postingan kali ini, yaitu tentang rumah singgah. rumah siapa yang jadi tempat persinggahan? ya rumahku dong, masak rumah orang lain.

meskipun ide postingan ini sebenernya sih sebagian sudah pernah aku ceritakan di postingan berjudul rumah besar di jogja, yang bisa kusebut sebagai rumah singgah juga.
 


kebun belakang rumah,
musim dingin 2012

 
gara-gara pengalaman di jogja itulah, sekarang ini aku menerapkan prinsip hidup yang sama ketika aku sudah punya rumah sendiri di inggris sini.

makanya aku tulis kata pembuka di atas. karena memang pengalaman masa laluku di jogja itu akhirnya menjadi pedoman bagaimana aku menentukan sikap hidupku sekarang ini.

dari cerita di jogja dulu itu (yang belum baca link di atas, silakan baca dulu yah, biar nyambung dengan isi postingan ini), aku sempat berjanji dalam hati. alangkah indahnya kalau satu hari nanti aku juga bisa berbuat kebaikan yang sama seperti pemilik rumah singgah di jogja yang pernah memberikan kebaikannya kepadaku waktu itu.

ketika kita menerima uluran tangan atau pertolongan dari orang lain, memang kadangkala kita tidak bisa membalas kebaikan atau pertolongan yang kita terima, serta merta. terkadang memang dengan cara memberikan pertolongan kepada orang lain lagi, seringkali menjadi cara yang paling sederhana untuk membalas sebuah kebaikan, meskipun secara tidak langsung.

kebaikan yang pernah kuterima di jogja dulu itu, sepertinya memang takkan pernah bisa kubalas.

tapi karena kebaikan itu pulalah, aku selalu berkeinginan untuk menolong memberikan tempat singgah bagi siapa saja yang membutuhkan tempat bernaung sementara waktu, ketika berkunjung ke inggris. tentunya kalau mereka bersedia mengunjungi dan tinggal di rumahku.

***

pada awalnya suamiku tak habis pikir dan ga bisa ngerti kenapa aku bersikap begini.

menurut dia, apa yang kulakukan dengan mengundang teman yang ga pernah ketemu, teman yang temannya teman, teman yang ga gitu kenal akrab, atau bahkan bukan teman sekalipun, untuk datang dan menginap di rumah kami, adalah tindakan yang sangat beresiko!

gimana kalo mereka bukan orang baik-baik, gimana kalo mereka berniat jahat, gimana kalo mereka saiko #hihi, gimana kalo ini, gimana kalo itu. orang inggris ga bakal ada yang sampai sebaik hati itu, ngundang orang ga dikenal buat nginep di rumah mereka. gila aja, kata dia waktu itu.

lalu akupun ceritakan bahwa kami, kita orang indonesia, mempunyai budaya yang lebih toleran, lebih tolong menolong, lebih terbuka menerima siapa saja, lebih ramah, dan lebih segalanya dari orang inggris, yang terbilang cukup kaku, hehe.

aku juga bilang, kami orang indonesia itu, meski ga saling kenal sama sekali, kalo tiba-tiba ketemu di bandara di luar negeri, atau ketemu di negeri orang, langsung deh saling sapa dan tiba-tiba jadi kayak sodara. kami orang indonesia itu, saling percaya satu sama lain, apalagi kalo sama-sama di tanah rantau. apalagi kalo sesama cewek. kayak tiba-tiba punya adik, atau kakak dadakan gitu deh langsung akrab. padahal tadinya ga saling kenal lho.

itulah bedanya orang indonesia dan orang inggris.

lagipula kalo mereka bukan orang baik-baik, ngapain sampe jauh-jauh jadi mahasiswa belajar sampai ke inggris (untuk tamu yang berstatus mahasiswa), ngapain jauh-jauh sampe ikut konferensi di inggris (untuk tamu yang ke sini menghadiri konferensi), ngapain jauh-jauh sampe terbang ke inggris untuk jalan-jalan (kalo niatnya berbuat jahat bukannya jalan-jalan) hehe. logikanya kan gitu.

jadi kalau aku dengan tangan terbuka selalu membuka pintu rumahku untuk siapa saja yang pengin dolan, maen, mampir, nginep, meski tadinya belum pernah ketemu dan ga kenal sekalipun, ya itu karena aku orang indonesia tulen, hehe.

akhirnya meski masih syok, suamiku pun pelan-pelan mulai ngerti. emang harus open-minded yah punya istri orang indonesia, apalagi yang super-nekat kayak aku gini hihi. sekarang sih dia udah kebal kok kalo aku bilang mo ada yang datang nginep, dia manggut-manggut aja, ga protes lagi :-p

***

sejak kami tinggal di rumah kami ini, entah sudah berapa orang tamu yang datang dan nginep. alasannya macam-macam. dari yang sekedar pengin maen dan melepas kangen, dari yang niatnya memang mau nginep sambil ada acara di daerah sekitar rumah, sampai ke mereka yang benar-benar butuh akomodasi tapi dananya pas cekak jadi butuh tempat numpang gratis. semua pernah ada dan pernah datang ke rumah.

harusnya sih aku sediain buku tamu kayak di penginapan gitu kali yah, jadi ada history-nya nama-nama tamu yang pernah nginep #halah

lagipula, aku juga seneng kok kalo diinepin. seru aja dengerin cerita-cerita random dari para tamuku, hihi. selain itu tentu juga nambah temen, ya kan?

seperti pepatah ketika tangan kanan kita memberi, kalo bisa tangan kiri kita ga pernah tau, aku juga ga berharap balasan apa-apa dari temen-temen yang pernah singgah di rumahku. dibawain oleh-oleh sih pastinya seneng-seneng aja. yang ga seneng berarti ga normal, haha. kalo ga ada oleh-oleh, ya ga papa juga. ucapan terima kasih udah lebih dari cukup kok.

karena bagiku, ini adalah caraku untuk membalas kebaikan orang-orang yang dulu pernah berbuat baik padaku, ketika aku sangat membutuhkan pertolongan.

jadi buat para tamu yang pernah membutuhkan tempat numpang sementara dan nginep di rumahku, ga perlu merasa berhutang yah. bayarlah dengan berbuat kebaikan yang sama terhadap orang lain, kalau situasi dan kondisi kalian sudah memungkinkan untuk itu. dengan demikian roda kebaikan terhadap sesama, akan terus berputar.

alangkah indahnya :-)

4 comments:

  1. Mbak Nay, aku jadi kepingin nginep di rumah Mbak Nay. Tapi kan tapi kan... Ah, doakan saja aku punya banyak rejeki ya, Mbak. Jadi suatu saat bisa mengunjungimu di Inggris sana. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin amin aminnnn. Tiket pp sekitaran 10-15juta, makan jalan2 sama aku, oleh2 beli ndiri yaaa hihi...buruaaaannnn :P

      Delete
  2. Wah kalau ke Inggris bisa nginap rumahmu dong, hahaha. Asikkk :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...