Monday, 12 December 2011

koruptor

hidup di indonesia memang susah. ibarat keluarga, negara ini seperti keluarga yang anaknya (baca: penduduknya) banyak. masih mending kalau keluarga besar tapi orang tuanya (baca: pemerintahnya) disiplin dan ketat aturannya. ini keluarga besar beranak banyak yang orang tuanya sibuk sendiri dan anaknya menjadi 'liar' tak terkendali dan banyak yang bergelimang harta hasil korupsi. walhasil, kalau keluarga ini dilihat dari rumah tetangga (baca: luar negeri), bisa bikin geregetan.

bertubi-tubi berita mengenai korupsi menghiasai halaman muka surat kabar, entah koran kertas atau koran internet. tak pernah berhenti. yang satu tertangkap, yang lain kabur. yang kabur tertangkap, yang lain ngumpet. sungguh liar dan susah diatur. bagaimana bisa tertib jika penyakit korupsi sudah menjadi budaya dan gaya hidup sebagian orang-orang ini. salah kakeknya yang sejak dulu memang 'memelihara' budaya ini hingga berurat berakar, hingga ketika bapak barunya berusaha menumpas, menghentikan dan memperlambat laju pertumbuhan gurita korupsi ini, susahnya setengah mati.


hidup di indonesia memang sulit. begitu kuatnya arus pola hidup korupsi di keseharian masyarakatnya. dari hal-hal kecil sudah dikorupsi, diakali, diputar balik. meski tahu kalau salah, jika terus menerus dilakukan dan pelakunya berjamaah, merembet dan terjadi di mana-mana dan menjadi norma hidup sehari-hari, lama-lama perilaku ini seolah-olah menjadi perilaku yang di-normal-kan dan di-benar-kan.

sementara itu yang berprinsip benar malah tersisih dan terpojok. yang tidak ikut arus korupsi akan merasa dimusuhi dan dianggap sok suci. siapa yang tahan hidup di tengah-tengah belitan orang-orang bermental korup yang mau tak mau harus menjadi bagian dari interaksi kehidupan sehari-hari ini?

sekuat-kuatnya segelintir orang indonesia yang bermental anti korupsi-pun lambat laun akan terkikis. meski tidak lantas menjadi koruptor kelas kakap-pun, pasti beberapa tindakan-nya mulai menjurus ke arah korupsi meski skalanya mungkin mikro dan tak terdeteksi. kehebatan budaya korupsi menjadi sebuah permakluman untuk berkompromi. prinsip hidup dipaksa melunak karena derasnya terjangan arus budaya yang terlanjur menggurita di masyarakat. coba saja lawan kalau berani, bukan simpati yang diperoleh, tapi justru caci maki dan hujatan tidak setia kawan dan tidak toleran. seram sekali.

hidup di indonesia memang berat. begitu sibuknya setiap individu merangkak mencoba menggapai impian dalam hidupnya, bahkan impian yang paling sederhana sekalipun. yang pasti polanya semua sama. semua ingin menuju ke tangga teratas strata sosial. semua ingin memiliki hidup yang lebih baik dan lebih makmur, meski sedikit saja. setiap generasi baru mencoba untuk menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya. wajar saja.

perebutan untuk menduduki strata sosial yang lebih tinggi inipun lantas menjadi obsesi sebagian orang yang berprinsip lemah dalam kebenaran, membiarkan dirinya terseret arus budaya korupsi tanpa sedikitpun mencoba melawan. ironisnya mereka bahkan menikmati. terlena terbawa arus yang memang memabukkan. demikian berharganya sebuah jabatan, demikian saktinya arti sebuah tanda tangan, demikian silaunya sinar kekuasaan, demikian mudahnya mengeruk kekayaan, demikian menggiurkannya kehidupan glamor dan kemewahan. aruspun membawa mereka semakin jauh dari pantai kebenaran dan nalar kebaikan. mata hatipun buta!

hidup di indonesia memang payah. yang jujur malah hancur. yang culas disebut cerdas. yang tidak mau berjamaah untuk melakukan budaya kong-kalikong, semua bisa diatur, ada uang pasti beres, dikucilkan dan dianggap ancaman. yang ingin menaiki tangga strata sosial dengan mudah dan cepat lewat jalan pintas berduyun-duyun mengikuti arus budaya korupsi.

kebutuhan hidup semakin mahal, kerja jujur tak juga kaya, usaha jujur tak bakal maju-maju. birokrasi jadi kian berbelit-belit tanpa uang pelicin. proyek tak jalan jika dana tak bisa disunat. politisi muda ingin segera menjadi milyuner, pengusaha muda ingin segera menjadi konglomerat. tak ada kata biar lambat asal selamat. kalau bisa cepat dan semua digebat, kenapa harus lambat. kalau mujur tak ketahuan bisa makmur sampai uzur. kalaupun sial masih bisa diakal-akali supaya hukuman tak terlalu lama dijalani.

tapi...banggakah jika hidup hanya sekali. sepertiganya habis selagi muda untuk belajar ilmu pengetahuan, belajar segala kejujuran, kebaikan, kebenaran dan moral budi pekerti serta agama. sepertiganya lagi habis untuk berusaha menanjaki tangga strata sosial namun begitu sadar jalannya tak mudah lalu frustasi.

ingin mencapai puncak secepatnya tanpa peduli semua yang sudah dipelajari, lupa diri hingga terlena karena gelimang harta meski itu hasil korupsi. dan akhirnya sepertiga hidupnya dihabiskan berurusan dengan pihak-pihak anti-korupsi yang dengan susah payah mencoba membuktikan bahwa korupsi itu salah - meski semua juga sudah tahu bahwa korupsi memang salah. menua di meja pengadilan, di pelarian, atau di penjara. apa enaknya?

hidup di indonesia memang aneh. maling di mana-mana. yang tertangkap teriak maling kepada yang lain. yang dicurigai tapi belum terbukti dibantu melarikan diri, tentunya untuk susun strategi. siapa-siapa yang kudu dilindungi, kepentingan siapa yang tak boleh diselidiki. sudah hal yang biasa begitu tertangkap lantas lupa hal ikhwal tentang kasus yang menjeratnya.

ada yang tiba-tiba amnesia, ada yang pura-pura gila. malu? mana ada yang malu. urat malu sudah putus, tersayat hasrat untuk kaya dan tuntutan sosial hidup mewah di mata jaringan pertemanannya di dunia. risih? mana ada yang merasa risih atau berdosa dengan tindakannya karena semua sudah dianggap norma biasa. pergi ke mekah juga sudah meski dengan uang hasil menjarah. yang penting sudah merasa 'tinggi' posisi sosialnya di mata manusia.

sungguh sulit di indonesia untuk bertahan hidup sederhana tapi jujur melawan seretan arus untuk hidup makmur tapi harus jadi koruptor. idealnya, jika setiap tindakan korupsi sekecil apapun akan terdeteksi oleh sebuah alat anti-korupsi yang canggih dan si pelaku otomatis terpenjara, tidak akan cukup penjara di seluruh indonesia untuk menampungnya.

banyak yang tahu kalau korupsi itu salah tapi tetap melakukannya dengan harapan tak akan ketahuan. mereka yang tahu korupsi itu dosa dan berjuang dengan gigih melawan jeratan arus yang memabukkan dan tak melakukan sedikitpun tindakan korupsi mungkin hanya segelintir saja. yang tidak tahu apa itu arti korupsi dan karena itu tidak melakukannya mungkin juga tak seberapa. yang tidak tahu arti korupsi tapi melakukannya dengan tak sengaja? aku yakin tak ada.

hidup di indonesia memang unik :-)

No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...