Friday, 19 August 2011

rusuh

tulisan ini dimuat juga di: http://pedomannews.com/opini/berita-opini/umum-/6927-london

beberapa minggu lalu inggris digoncang tragedi kerusuhan. seluruh tata kehidupan sosialnya terkoyak oleh kejadian yang diklaim terparah sepanjang sejarah bangsa ini. nilai-nilai kemasyarakatan dan norma-norma kesopanan telah dilangkahi, dirobek dan dihancurkan, tatanan hukum dan aturan dipecundangi oleh anak-anak muda yang terlibat dalam amuk masa ini. akupun tak habis mengerti mengapa di negara yang sungguh sangat maju, hal seperti ini bisa terjadi?

aku takkan mencoba menganalisa atau berlagak sok ahli dalam hal ini, karena memang aku bukan pakarnya sama sekali. tapi selama beberapa hari belakangan ini, dengan tersiarnya begitu banyak berita dan analisa di televisi, aku mencoba untuk mengerti, hanya mencoba untuk mengerti, dari sudut pandang pemahamanku sendiri.


kerusuhan dimulai ketika segerombolan orang yang berdemo damai dikomandoi keluarga seorang korban penembakan oleh polisi di kawasan tottenham, berubah menjadi panas karena tidak memperoleh apa yang mereka harapkan dari demonstrasi. tak puas dengan kemarahan, mereka mulai melampiaskan emosi dengan menghancurkan mobil, membakar toko dan menjarah seluruh isi. polisipun mulai dikerahkan untuk menanggulangi, namun yang terjadi justru mereka diam tak berkutik, dicerca, dilempari bata dan dicaci.

penjarahan pertama di tottenham menimbulkan rasa iri antar sesama kaum muda mudi. kalau mereka bisa melakukan di sana, ayo kita lakukan juga di sini, toh polisi takkan berani menghentikan aksi, isi pesan berantai yang terkirim lewat blackberry.

iming-iming perolehan barang jarahanpun lalu membutakan mata dan hati mereka, menyangka merekapun bisa dengan seenaknya memiliki barang-barang yang sebelumnya tak mampu mereka beli. sangatlah disayangkan provokasi ini merambat luas secepat api menyambar bahan bakar ke seluruh negeri. london, nottingham, liverpool, manchester, dan birmingham adalah kota-kota terparah yang menjadi korban tragedi ini.

selama beberapa hari kejadian serupa terulang lagi dan lagi. polisi belum juga beraksi. masyarakatpun menjadi gelisah, tak sabar dan ingin main hakim sendiri, semata-mata karena ingin melindungi bisnis dan mata pencaharian mereka yang sungguh sangat berarti.

tapi anak-anak muda ini tetap tak peduli. tiga orang meninggal di birmingham oleh tabrak lari karena berusaha menghalau si pencuri. melihat video-video yang disiarkan televisi yang memperlihatkan bagaimana kaum muda ini merusak menjarah dan mencuri, sungguh sangat miris di hati. duh gusti...

meski kini berselang dan tak ada gejolak lagi, polisi belum berhenti mencari para pelaku kerusuhan minggu-minggu lalu. sudah lebih dari seribu orang divonis secara hukum, tak peduli jenis kelamin atau umur. sungguh satu generasi yang tak paham arti hidup, berjuang dan mandiri, meski tak semua kaum muda inggris bermental seperti ini.

pada akhirnya kini, masyarakatpun menyadari apa yang perlu diperbaiki, pemerintahpun terbangun dari mimpi, semua belajar dari kesalahan yang telah terjadi. pendidikan mengenai kesopanan, tata norma, aturan hukum dan sikap saling menghormati kepada sesama di muka bumi sangatlah penting ditanamkan oleh setiap orang tua sejak dini.

sebagian generasi muda di inggris terlena oleh lemahnya penanaman norma-norma dasar kehidupan dalam keluarga. untunglah semua sudah berlalu dan kini pelan tapi pasti berangsur normal kembali. semoga seterusnya inggris menjadi tempat tinggal yang bagi penghuninya selalu merasa aman, tenang dan tentram di hati.

tapi mengapa setiap perubahan dan perbaikan harus selalu diawali dengan sebuah tragedi?

No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...