Thursday, 16 August 2012

t.a.s.y.a

rumah besar itu berpagar tinggi, dikelilingi pohon-pohon berkayu, dan pintu pagar yang terbuat dari kayu bercat coklat tua, dengan pegangan pintu besar terbuat dari besi. itulah rumah si tasya. dari tepi jalan, rumah besar itu sama sekali tidak kelihatan. turun dari angkot, aku masih harus melewati semacam gang yang di kiri kanannya adalah rumah-rumah tetangga tasya yang menghadap ke jalan raya. gang ini hanya selebar satu mobil saja, agak panjang kira-kira 100 meter-an, dan berakhir di pintu pagar bercat coklat tua tadi.

orang takkan pernah mengira kalau di balik pintu pagar itu berdiri sebuah rumah yang cukup mewah untuk ukuran daerah itu, yang rata-rata penduduknya memang termasuk kelas sosial menengah ke bawah. jalan raya arah cirendeu menuju pondok cabe di mana angkot yang sering aku tumpangi lewat, memang dipenuhi bangunan rumah kecil-kecil di sepanjang jalan, yang jauh dari kesan mewah. beberapa memanfaatkan ruang tamu rumah mereka untuk berjualan barang-barang kelontong, yang pastinya tidak memberikan penghasilan yang berarti bagi pemilik toko-toko kecil itu. lebih untuk menyambung kebutuhan hidup sehari-hari daripada berkesan bisnis yang menguntungkan.

Monday, 13 August 2012

olimpiade bag 1

mumpung masih anget karena baru tadi malam ceremoni penutupan ajang olah raga terbesar sejagat raya disiarkan dari ibukota negara inggris, london, aku pengin juga ikut-ikutan ngobrol mengenai olimpiade. meski aku sendiri ga sporty-sporty banget, cuma suka ikut-ikutan gegap gempitanya saja kalau ada yang lagi rame-rame. misalnya lagi piala dunia, sibuk deh ikut-ikutan demam bola #hihihi #manusiawi banget lah ya 

kata orang-orang inggris, bisa ketemu olimpiade diselenggarakan di negeri sendiri adalah kesempatan sekali seumur hidup, karena belum tentu kalau london dipakai untuk tempat penyelenggaraan olimpiade lagi entah kapan, generasi yang ini masih bertahan di dunia. jadi sejak setahun lalu ketika pengumuman mengenai penjualan tiket pertunjukan mulai didengung-dengungkan, banyak yang sibuk berpartisipasi dalam ballot atau undian untuk mendapatkan tiket yang ternyata perjuangannya sungguh sangat melelahkan itu, katanya.

Saturday, 11 August 2012

eh.... poligami

ketika perhelatan olah raga paling akbar di seluruh dunia sedang digelar di negeri pangeran Charles yang hanya berjarak 1 jam naik  kereta dari kota tempatku bermukim sekarang, ketika para atlit sedang berlaga di arena pertandingan dan tak lupa menjunjung nilai-nilai sportivitas ke jenjang paling tinggi dalam sejarah peradaban manusia di muka bumi ini, nun jauh di sana kurang lebih 10000 mil jauhnya di negeriku tercinta, orang malah sibuk rame-rame membahas topik basi, poligami! #eaaaa

tadinya aku pengin nulis artikel tentang olimpiade terlebih dulu yang sudah ngendon di draft sekian lama dan ga tersentuh, eh...lha koq malah lebih semangat nulis soal si poli-poli ini gara-gara dikomporin si Kimi tadi pagi. wealah, padahal dari dulu aku sudah paling gerah dan anti kalau orang sudah mulai ngebahas topik paling dodol di dunia ini. muter-muter saja argumen-argumennya, catut sini catut sana, ilmunya masih cetek-cetek juga tapi sudah berkoar-koar, ujung-ujungnya ya pakai senjata andalan 'sunnah nabi' #ngok
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...