Thursday, 1 September 2011

boutique

salah satu cita-citaku yang belum kesampaian adalah membuka butik. serius! entah butik apa, saat ini aku tak tahu. kupikirkan nanti saja kalau memang aku ingin mewujudkannya. keinginan ini berawal ketika aku mulai suka jahit-menjahit dan lama-kelamaan menjadi hobi.

kesukaan menjahit ini dimulai sejak aku es em pe. waktu itu model bajuku hanya itu-itu saja dan jumlahnya tak seberapa. dengan kondisi ekonomi keluargaku yang tergolong kelas menengah ke bawah, baju baru hanya kami peroleh ketika tiba waktu lebaran saja. itupun tak lagi menjadi tradisi ketika kami mulai masuk sekolah lanjutan pertama.

Wednesday, 31 August 2011

pembantu

hiruk pikuk lebaran kembali terasa, meski aku tak mengalaminya langsung enam tahun terakhir ini karena tinggal di negeri yang mayoritas penduduknya tak merayakannya. namun berkat kemajuan teknologi dan media, suasana lebaran di tanah air mudah sekali merasuk ke hati meski berjarak ribuan mil jauhnya.

yang paling klasik tentunya adalah cerita puasa, persiapan mudik, macet, lalu lengangnya ibukota di hari raya. kemudian susul menyusul cerita tentang silaturahmi bersama keluarga, ketupat opor, halal bihalal, dan yang paling ujung tentunya adalah kekhawatiran para majikan di kota apakah pembantunya akan kembali lagi tahun ini dari desa.

Thursday, 25 August 2011

kebun petak 1

"halo istriku, aku punya berita baru. kita akan punya sebuah allotment!" kata suamiku dengan nada gembira di seberang telepon. "boleh ya? please?" tanyanya meminta persetujuanku. "what?! kenapa kita mesti punya allotment? what for?" protesku. "karena aku ingin kita berdua mulai berkebun dan menanam sayuran sendiri mulai hari ini", jawabnya pasti sambil tertawa riang meski kurang nyambung dengan pertanyaanku.

gubrag!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...