siapa yang suka bola?
maksudnya nonton bola ya. sejujurnya aku ngga begitu suka. meski banyak yang menyayangkan, terutama mereka-mereka yang gila bola dan selalu mantengin liga inggris sampe rela bangun tengah malam dan begadang cuma buat mantengin arsenal lawan totenham atau man united lawan man city haha.
sementara aku yang domisilinya udah di inggris dan gegap gempita liga inggris selalu di depan mata, mau ke stadion mana aja termasuknya lebih deket dibanding kalau kudu terbang dari indonesia yekan 😁
tapi aku tetep engga begitu tertarik dengan gegap gempita itu, meski akhirnya juga nikah sama suami yang notabene orang asli inggris berkulit putih dan sekeluarga dia selalu ngedukung man united! tapi tetep aku engga begitu tertarik buat jadi pendukungnya juga. karena ya memang menurutku kurang greget, haha. aku punya passion sendiri dan punya kesenangan sendiri, engga mau ikut-ikutan suami, meski kalau diajak ke old trafford ya ayo-ayo aja, bisa sambil mejeng hehe.
begitu punya anak, sejak awal memang suami engga terlalu memaksakan kehendak untuk suka bola ke anak kami satu-satunya. prinsip kami tetaplah sama, kalau tiap individu itu punya kebebasan dan berhak untuk menentukan apa yang dia suka sendiri. meski banyak keluarga lain yang menjunjung tinggi tradisi keluarga dan meneruskannya ke tiap generasi, kalau sekeluarga suka klub tertentu, keturunannya juga wajib suka dan seterusnya, kami engga mau begitu.
entah kami yang aneh apa mereka yang aneh, entahlah 😂
jadi pas akhirnya anakku bilang kalau dia lebih suka chelsea, ya kami oke aja. meski makin ke sini kesukaannya pada bola engga segila anak-anak yang lain. punya jersey-nya aja engga, hehe. sekarang malah asik dia menggeluti dunia olahraga kalestenik, dari cuma mulai belajar push-up di umur 10 tahun, sekarang udah umur 13 tahun, udah bisa hand stand dan muscle up!
etapi, meski aku dan anakku engga sebegitu gilanya sama bola kayak suamiku, begitu musim piala dunia mulai, semua orang jadi tiba-tiba gila bola ngga sih. sejak aku masih tinggal di indonesia sih sebenernya. kayak hawanya beda gitu kalau udah piala dunia dimulai. dari yang ngga suka bola, dulu pas jaman masih sekolah smp, aku sampe beli jerseynya tim jerman! haha.
sejak smp aku memang selalu menjagokan jerman. jangan tanya kenapa. kayaknya cuma karena warna benderanya tuh keren aja gitu kalau ditaruh di jersey, hihi.
eh, lha kok pas udah gede malah dapetnya suami orang inggris. jadilah sekarang belok haluan. tiap pildun selalu ngejagoin england! lha mau ngedukung indonesia juga sampe kiamat keknya engga bakalan bisa masuk kualifikasi, yekan? jadi yah, realistis aja aku dari dulu ngejagoin jerman, dan sekarang selalu ngedukung inggris demi keharmonisan rumah tangga 😂
![]() |
| mejeng di depan old trafford |
ini tadi mau ngebahas apa sih, kok malah kemana-mana. oiya, mau mbahas kdrt!
apa hubungannya kdrt sama pildun? setelah hampir 20 tahun lebih aku tinggal di eropa, tepatnya di inggris, baru tahun ini aku ngeh dan syok. bahwa antara piala dunia dan kdrt itu ternyata berhubungan erat sekali, gais. aku sampe kaget gitu dan heran. hah, kok bisa? gimana ceritanya? akhirnya akupun mulai riset kecil-kecilan dan bongkar-bongkar laporan fakta bahwa ternyata setiap piala dunia terjadi, angka persentase kekerasan dalam rumah tangga juga naik drastis!!! 😖
gugel aja deh kalau ngga percaya.
dan ini polemik global ternyata ya, bukan cuma di inggris saja, tapi di mana-mana terutama di negara-negara barat yang biasanya mengkonsumsi alkohol setiap kali ada perayaan atau ada huru-hara berkala seperti perhelatan piala dunia tahun 2026 ini. padahal kita semua sudah paham bahaya alkohol. padahal kita semua sudah tahu juga kalau apapun yang berlebihan itu engga baik. tapi setiap ada piala dunia 4 tahun sekali, hal yang sama ternyata terus terulang lagi dan lagi dan lagi.
memang sih di mana-mana manusia dengan level intelektual keledai itu ya ada.
ketidakstabilan mentalitas dan kontrol diri yang makin memburuk ketika timnya kalah di pertandingan bola, biasanya memang diikuti luapan emosional yang engga terkontrol. korbannya siapa lagi kalau bukan orang terdekat, yang dalam hal ini kebanyakan selalu pasangan hidup masing-masing. dan karena biasanya penyuka bola ini kaum laki-laki, korbannya selalu pasangan perempuannya. makanya sesuai judul tulisan ini, angka kdrt ternyata selalu meningkat drastis pada saat pildun berlangsung.
gila yah!?!
kemana aja aku selama ini? kok engga ngeh, engga sadar dan engga pernah berpikir ke situ? ya karena alhamdulillah sujud syukur aku dapet suami yang setia, penuh kasih, kalem, lembut, romantis, dan sangat jauh dari hal-hal seperti itu. makanya engga pernah kepikiran! akupun tumbuh dan dibesarkan di keluarga yang jauh dari hal-hal kekerasan fisik, bapakku adalah manusia terkalem dan ter-cool sedunia! emakku rada cerewet tapi sama sekali engga pernah main fisik. makanya dulu nyari suami juga yang adem ayem, karena kalau ada laki-laki yang garang dan emosinya meledak-ledak aku udah ilfil duluan, menjauh sejauh-jauhnya hehe.
jadi kalaupun semisal ada kdrt dalam rumah tangga kami100% itu pasti aku pelakunya, bwahaha 😂
engga donk, aku juga engga pernah main fisik lah. ngegedein anakku satu-satunya, aku juga pake pendekatan logis dan yang masuk akal saja. anakku termasuknya juga tipe yang pake logika, nurun dari aku karena bapaknya lebih ke tipe lembut hatinya, sementara aku keras kepala dan keras hati kadang-kadang. jadi anakku sepertinya lebih cenderung mirip karakterku. dan ini cukup mudah bagi aku untuk klik sama dia, karena cara berpikir kami hampir sama.
jadi sejak kecil, dengan pendekatan logika ini, kami bisa berkomunikasi dengan baik. bahkan karena sekarang dia udah nginjak usia remaja dan tinggi badannya sudah lebih tinggi dari aku, kami malah kompakan kayak temenan. bapaknya ngekor aja di belakang, hihi. harmonis kan?!
makanya pas aku nyadar gara-gara tim inggris kalah di semi-final hari rabu kemarin itu lawan argentina. sementara suamiku cuma sedih doank dan aku sama anakku puk-puk lalu kami bertiga berpelukan sedih bareng. udah, gitu doank ngga pake drama-drama. abis itu ya kami haha-hihi bareng lagi. namanya pertandingan ya ada yang menang ada yang kalah, meski inggris udah nunggu 60 tahun lamanya buat nyampe ke babak final. tapi ya sudahlah, kalau kalah ya kalah aja ngga usah drama!
![]() |
| bertiga pake jersey england sebelum 1/4 final vs norwegia |
eh, tapi kok ngga lama setelah peluit wasit ditiup dan pertandingan berakhir, linimasaku dipenuhi peringatan supaya angka kdrt jangan sampe naik, dan banyak himbauan bagi para pecinta bola supaya bisa kontrol emosi dan jangan ngegebukin bini-bini mereka! aku sampe syok!
hah?
nonton bola, minum bir, mabok. kalau timnya menang hore-hore, kalau kalah ngegebugin bini? laki-laki macam apa yang cemen begitu? otak mereka model apa? logika mereka ada di mana? engga habis pikir akutu. menurut laporan sih, ya karena kebiasaan mabuk mereka itu sudah kelewatan. dan karena memang setelah lepas kontrol karena alkohol, akal sehat mereka engga jalan. ya sudah tahu begitu kenapa mabok ya. karena memang nobar atau nonton bareng pildun udah merebak di mana-mana. setiap kali ada jadwal tim inggris main, semua pub-pub di sini penuh.
orang milih keluar rumah dan hore-hore bareng buat selebrasi.
untungnya karena tim inggris maju terus sampe ke semi-final, dari sejak kemarin-kemarin tuh engga ada laporan kdrt berseliweran. nah, begitu kena 2-1 lawan argentina, baru deh, angka kdrt naik drastis.
gila sih emang manusia. dan sepertinya fenomena ini akan terus terulang setiap 4 tahun sekali. masalahnya, bisakah angka ini diturunkan? bisakah para perempuan yang jadi korban pasangannya sendiri ini bisa keluar dari neraka 4 tahunan ini? bisakah mereka medapatkan pertolongan kalau kekerasan ini terjadi?
kalau di inggris ini ternyata memang sudah banyak hotline atau nomer telepon yang bisa ditelpon untuk dimintai tolong. sistemnya udah bagus. mungkin yang belum bagus adalah edukasi ke para laki-laki pelaku kdrt ini. yang sepertinya sangat mustahil untuk dieliminasi sepenuhnya, karena lagi-lagi ini persoalan kontrol emosi manusia. sampe kiamat pun akan selalu ada pelaku kdrt.
mudah-mudahan sih angkanya menurun yah.
kesian pastinya si korban. mungkin ini juga peringatan bagi para perempuan yang masih single dan belum nikah. dalam hal nyari suami, yakinkan dulu stabilitas emosinya baik, regulasi emosinya baik, dan bukan tipe yang meledak-ledak tak terkontrol. masih bagus di indonesia minimal engga banyak yang mengkonsumsi alkohol. jadi pemicu kdrt dari alkohol bisa diminimalisasi, meski masih ada pemicu-pemicu yang lain.
intinya, hati-hati cari suami. pastikan dia bukan laki-laki yang tipe main fisik ke istri. kalau ada tanda-tandanya, jauhi sebelum nikah. ketidakmampuan untuk kontrol emosi itu penyakit, baik di dalam diri laki-laki atau perempuan. dan mereka ini kudu berusaha sembuh dulu, bukannya nyari pelampiasan dan korbannya adalah keluarga baru mereka, termasuk istri dan anak-anaknya.
kalau udah terlanjur nikah, ceraikan! cintai dirimu sendiri dan anak-anakmu, masih banyak laki-laki lain yang jauh lebih baik di luar sana. jangan kejebak ilusi kalau gagal berumah tangga itu akhir segalanya. kalau engga bisa cerai dan milih tetep bareng, cari selamat dulu. keluar dari rumah dan cari bantuan. jangan mau dijadikan samsak!
ngomong doank sih memang gampang ya, apalagi kalau yang ngga ngalami sendiri. tapi meski ini cuma omongan doank, kalau ada yang ngebaca tulisan ini dan kebetulan berada di posisi dan situasi seperti ini, mudah-mudahan bisa ngebantu menyakinkan, untuk ambil keputusan yang tepat untuk dirimu sendiri.
akhir kata, mudah-mudahan kita semua para istri terhindar dari kdrt dalam bentuk apapun.
aminnnn....



No comments:
Post a Comment