Monday, 23 September 2013

0 - 3 bulan

nyambung tulisan mingguan bumil yang dengan rajin selalu kuposting ketika masih hamil dulu, aku jadi niat pengin juga nulis hal-hal penting dan/atau ga penting yang terjadi sehari-hari selama pertumbuhan si baby mungilku, ethan...

sayangnya karena ga punya banyak waktu untuk ngeblog belakangan ini, maka aku putuskan format tulisan ini sebagai postingan triwulan-an saja, alias posting satu kali setiap 3 bulan. tapi karena mulainya sekarang pas ethan sudah berumur hampir lima bulan, terpaksa di postingan pertama ini hanya mengandalkan ingatanku yang sudah agak-agak karatan saja. dibantu dengan foto-foto di kamera yang rajin dikumpulkan oleh bapaknya, mudah-mudahan akan memicu memoriku untuk mengingat kembali hal-hal penting/ga penting sejak si ethan baru lahir sampai umurnya 3 bulan.


bulan pertama...


sejak pulang dari rumah sakit dan berumur satu hari, pertumbuhan ethan boleh dibilang cukup pesat. kusebut demikian karena sebelumnya aku sudah diberitahu oleh bu bidan bahwa beberapa hari pertama setelah lahir, pada umumnya bayi akan kehilangan berat badan terlebih dahulu sebelum akhirnya mulai bertambah berat. maksud pemberitahuan ini tentunya agar supaya para ibu tidak panik ketika timbangan bayinya pada kunjungan awal bu bidan ke rumah setelah melahirkan, lebih rendah angkanya sampai 5-10% bobot awal dibandingkan ketika si bayi lahir karena mereka kehilangan banyak cairan sementara si ibu belum banyak memproduksi air susu. silakan google sendiri fakta ini jika pengin tahu lebih banyak lagi :-)

tapi apa yang terjadi dengan si ethan? umur 3 hari ketika ia ditimbang, beratnya bukannya turun, malah naek, hehehe... si bidan sampai ga percaya, dan langsung 'nuduh' kalau air susuku adalah penyebabnya. yang tertuduh mah senyum-senyum saja. kalau ibu-ibu yang lain masih berjuang untuk menyusui bayinya di minggu-minggu pertama dan terkadang si bayi masih ogah-ogahan bahkan ada juga yang masih susah 'nempel' ke ibunya, si ethan ternyata sudah lancar nyusu sejak hari pertama di rumah sakit, meski asinya masih berupa kolostrum (susu kuning). karena nyusunya kenceng itu mungkin ya, beratnya ga sempat turun tapi malah langsung naek. tentu saja si bidan gembira, katanya jarang-jarang bayi yang langsung nempel dan nyusu kuat kayak si ethan. dan sebagai ibunya, tentu saja aku bangga #smug smug 

minggu-minggu berikutnya kami disibukkan dengan urusan susu-menyusui, dan aku sangat bersyukur karena badanku mampu memproduksi air susu berlimpah, serta ronda malam karena ethan bangun dan lapar hampir tiap 1-2 jam sekali. kata adikku yang anaknya sudah tiga, punya bayi baru lahir ibaratnya kelopak mata kudu diganjal batang korek api, karena kurang tidur, tapi ga boleh tidur harus bolak balik bangun ngurus bayi. ternyata dia bener! sialan... #hehe

tapi di sela-sela itu ethan juga sempat kena beberapa masalah yang tentu saja membuat kami sebagai orang tuanya khawatir, bahkan panik dan nelpon rumah sakit, dokter serta bidan. ya harap maklum namanya juga anak pertama! kalau diingat-ingat lagi sih lucu juga, karena ternyata si ethan memang ga papa dan hal-hal yang terjadi itu lumrah dan masih dalam batas-batas wajar terjadi pada seorang bayi baru lahir. doh!

alasan kami panik tentu saja karena sejak kehamilan, melahirkan dan mengurus bayi di rumah, cuma ada kami berdua saja tanpa kehadiran orang lain atau sanak saudara yang sudah berpengalaman seperti lumrahnya orang lain yang baru saja melahirkan di mana sanak saudara dan orang tua biasanya datang berkunjung dan memberikan bantuan. bisa sih nanya ke indonesia lewat telpon atau fesbuk ke kakak atau adikku yang sudah pengalaman, tapi tanpa melihat langsung kondisi si ethan ujung-ujungnya kadang malah kami adu argumen ga jelas juntrungannya gitu hihihi.

jadi sumber solusi paling handal jika kami khawatir akan sesuatu karena takut si ethan kenapa-napa, kami selalu mengandalkan siapa lagi kalau bukan mbah kita tercinta google, alias nanya ke internet :-p

setiap masalah atau problem yang kami tidak tahu solusinya, atau kurang paham apakah itu wajar terjadi pada seorang bayi atau kami harus nelpon dokter, pertama-tama kami selalu google terlebih dulu. sukurlah banyak sekali ibu-ibu di luar sana yang selalu semangat mengisi forum-forum tanya jawab serta berbagi cerita suka dan duka membesarkan seorang bayi yang info-nya komplit dan detil sampai membuatku takjub sendiri. kekuatan teknologi, demikian padat informasi meski rata-rata forum diskusi yang lebih kuandalkan yang pakai bahasa inggris sih :-)

apa saja hal-hal yang mengkhawatirkan tersebut?

minggu-minggu awal meski berat badannya tidak sempat turun, ethan masih kesulitan untuk mencerna air susu ditandai dengan sering muntah, dan ia masih belum bisa kontrol minumnya kalau ia sudah kenyang. akibatnya seringnya setelah nyusu, sebagian pasti tumpah lagi. pertama-tama aku sempat khawatir kalau ia tak memperoleh cukup asupan karena setiap kali selesai minum, sepertinya semua langsung keluar lagi. tapi kata bidan yang berkunjung ke rumah, hal itu wajar di minggu-minggu awal. si bayi akan selalu cukup asupan dan susu yang dimuntahkan rupanya tidak sebanyak yang kita kira. kelihatannya saja banyak tapi sebenarnya yang tertinggal di tubuh bayi memang sudah cukup bagi badannya yang masih mungil, dan ukuran perutnya yang masih cuma sebesar kelereng itu, katanya!

biar ga muntah, biasanya bayi disendawakan, supaya udara di perut keluar dan susu bisa masuk ke pencernaan. hal lain untuk menyiasati muntah (orang jawa bilang gumoh) adalah dengan menidurkan bayi dengan posisi kepala agak tinggi sedikit agar setiap selesai menyusu tidak tumpah lagi. kami sampai akhirnya menyetel tempat tidur box-nya si ethan agak miring supaya grafitasi bisa membantu susu yang diminum turun ke perut dan ga dimuntahkan balik.

yang paling penting sebenarnya adalah dengan membuat si bayi bersendawa itu tadi sehingga ada ruang untuk asupan susu setelah udara yang terjebak di perut hilang. ternyata inilah yang paling susah. membuat bayi bersendawa. terkadang hanya butuh 1-2 menit saja kalau pas mujur, tapi pas nyusu tengah malam tak jarang butuh waktu yang cukup lama untuk menunggu si ethan bersendawa. kalau kami sudah menyerah sebelum itu dan menidurkan dia, tumpahlah semua susu yang dengan susah payah sudah diminumnya. mana ibu-bapaknya makin hari semakin kurang tidur dan kecapekan, komplit deh penderitaan, beuh!

dari internet juga kami belajar banyak bahwa hal-hal tersebut rupanya sangat wajar dan seiring dengan bertambahnya umur katanya akan berkurang dan akhirnya hilang dengan sendirinya. asal berat badan bayi terus bertambah dengan normal, sebetulnya tak ada yang perlu dikhawatirkan, intinya begitu sih, katanya!

muntahnya asi sebanyak apapun tak perlu membuat khawatir, yang penting setiap kali si bayi lapar, berikan asupan lagi. tumpah lagi, isi lagi. gitu aja ternyata triknya, hehehe.... satu-satunya keluhan sih, cucian jadi banyak karena tiap kali tumpah, baju dan bib-nya langsung basah. ga tega juga kalau ga diganti. pegel-pegel deh nyuci :-D

selain rajin muntah, ethan juga punya masalah dengan hidung dan tenggorokannya. selain hidungnya yang terus mampet, tenggorokannya juga mengeluarkan suara-suara aneh semacam grok grok grok kalau ia tidur. setelah cari-cari jawaban di sana sini, penyebabnya rupanya karena kadar kelembaban udara di kamar cukup rendah jadi hawanya kering.

kebetulan pas itu musim semi dan belum hujan, jadi udaranya memang masih dingin dan kering. dan karena udara kering inilah pernafasan jadi terganggu meski kami berdua orang tuanya merasa biasa-biasa saja. solusinya, kami pasang humidifier atau pelembab ruangan di kamar kalau tidur malam hari. ga langsung sembuh sih, tapi lumayan dengan udara kamar yang agak basah, hidung mampetnya agak membaik meski masih harus disemprot saline water yang kudu beli di apotek. sementara tenggorokannya meski masih grok grok, sudah ga separah pas belum ada pelembab ruangan.

masalah lain, setiap kali abis nyusu malam-malam, ethan susah tidur lagi di box-nya. dia cuma bisa tidur pules kalau posisinya tengkurep, yang mana sangat tidak dianjurkan oleh bu bidan karena dikhawatirkan bisa kehabisan napas karena belum bisa posisi miring dan masih terlalu kecil. apalagi kalau malam hari orang tuanya mudah sekali lalai dan tertidur ketika mengawasi si bayi. jadi seringnya ethan aku tengkurepkan di perutku sampai pules dulu, baru aku pindahkan ke box. kadang trik ini gagal sih karena begitu pindah ke box ia bangun lagi dan ngegerundel meski ga nangis. tapi kami tetap ga bisa membiarkan ia menggerundel sepanjang malam kan, jadi terpaksa solusinya aku dan suami gantian berubah fungsi jadi tempat tidurnya si ethan, supaya sama-sama bisa tidur dan ga tepar keesokan harinya. cuma karena bapaknya kudu kerja dan akunya cuti jadi siang bisa tidur, seringnya ya aku juga yang harus rela jadi kasur, nasib... nasib...

tentunya dalam pertumbuhannya, si ethan juga punya banyak catatan positif di bulan pertama.

umur 7 hari ia kumandikan untuk pertama kali, dan kami ajak jalan-jalan. bidannya memang menyarankan agar beberapa hari pertama bayi jangan dimandikan dulu. kulitnya masih dilindungi cairan dari air ketuban dan itu cukup untuk menjaganya dari cuaca dan hawa udara yang mungkin kurang bersahabat untuk bayi. nanti kalau sudah 5-7 hari baru bisa dimandikan, meski masih tanpa sabun, cukup air bersih saja karena sabun bayi merk apapun akan membuat kulit bayi kering, katanya!

walhasil selama 7 hari pertama kulit ethan yang masih dibungkus lapisan tipis air ketuban, tiap hari pelan tapi pasti mengelupas sedikit demi sedikit, hingga mendekati hari ke 7 kulit halusnya mulai nampak kelihatan seluruhnya. lucu juga sih, setahuku di indonesia bayi lahir langsung dimandikan yah, sementara di sini justru lapisan air ketuban dipertahankan sampai ngelupas sendiri selama seminggu, baru setelah itu dibersihkan. ya ga masalah sih, mau dimandikan sesegera mungkin setelah lahir atau ga-nya terserah orang tua si bayi donk ya. asal ga kelamaan ga mandi, bisa bau #hihihi

tanpa merasa terikat dengan adat jawa yang mana seorang ibu baru kudu tinggal di rumah sampai 40 hari, kami sudah ajak ethan jalan-jalan ke kota sebelah dan jalan-jalan dengan kereta dorong menyusuri sungai. meski secara fisik badanku masih serasa mau rontok, cepat capek, kaki dan sendi-sendi pegal-pegal, tapi tinggal di rumah saja juga bikin bete. jadi perlu penyegaran dengan cara jalan-jalan meski aku sering diingatkan agar tidak terlalu ngoyo dulu olah raganya hehe...

ethan juga rupanya sangat menikmati berada di luar rumah menghirup udara segar. kebilang demikian karena salah satu bayi temanku ada yang anti keluar rumah dan selalu rewel sampai nangis kejer setiap kali diajak keluar, meski cuma ke kebun belakang rumahnya sendiri. bete-bete deh emaknya ngendon terus di rumah :-D

catatan positif yang lain, segera setelah mata si ethan mulai bisa melihat meski masih samar, ia selalu tersenyum ke siapa saja, terutama tentu saja ke aku, ibunya. hanya mendengar suaraku, ia senyum. tiap pagi bangun tidur, senyum. dan kebiasaan ini bertambah di minggu-minggu berikutnya ketika ia sudah bisa melihat agak jauh dan lebih fokus, ia mulai ketawa-ketiwi kalau diajak bercengkerama. pelan tapi pasti ia juga mulai ngoceh sendiri, membuat suara-suara lucu dari mulut kecilnya, yang terdengar seperti guuu guuu gaaaa gaaaa (dan selalu diakhir dengan lengkingan tinggi) aiiiiiiiiiiii, lalu senyumnya mengembang lebar sekali kesenengan. bikin gemes!

berat badannya pun bertambah dengan mantap setiap kali ditimbang, dan grafiknya di kartu catatan pertumbuhannya (semacam kartu kms kalau di indo) berada di atas rata-rata. umur 4 minggu dari 3.5 kg pas lahir, beratnya sudah 5 kilo. pertahankan prestasimu ya nak... #emakbanyaktuntutan #hihihi



bulan kedua...


masalah-masalah yang terjadi di bulan pertama seperti kata bu bidan, pelan tapi pasti memang mulai membaik. meski masih muntah sehabis nyusu, ga sesering dulu dan muntahnya ga sebanyak dulu lagi, artinya makin banyak susu yang masuk ke pencernaan.

tapi tiba-tiba ada masalah lagi. pas umur si ethan memasuki bulan kedua, inggris pas memasuki musim panas. emang dasarnya berdarah campuran jawa-inggris, kulitnya juga kulit campuran. bule kagak, jawa juga kagak. karena mungkin kulitnya bingung, muncullah bintik-bintik merah di pipinya pada suatu hari. tadinya sih kukira cuma bintik kecil biasa, nanti juga ilang sendiri, eh lha kok malah nyebar ke muka, telinga, lalu ke jidat!

dan tambah hari bukannya tambah ilang malah tambah parah. pas nelpon adikku yang anaknya sudah 3 dan yang besar sudah smp, aku malah kena omel karena katanya kemungkinan besar air susuku terlalu asam, aku salah makan! jadi aku kudu begini begitu yang mana memang tidak kulakukan #hihihi

setelah adu argumen ga jelas dan akhirnya tetap saja nasehat adikku masuk kuping kiri keluar kuping kanan, akhirnya aku dan suami memutuskan ke rumah sakit saja, nanya dokter. sampai di rumah sakit, dokter juga bingung, ga tau kulit si ethan kenapa. nah lho... kalau dokter saja bingung, bagaimana manusia, hahaha....

akhirnya karena si dokter ga berani memberi resep apa-apa, kami ke bidannya ethan yang menyarankan kami untuk beli salah satu obat di apotek (berupa krim) untuk dioleskan ke pipinya supaya bintik merahnya mereda. setelah semingguan pakai krim ini, bukannya membaik malah merambah ke tangan dan kaki, merah, kering, dan pecah-pecah!

whoaaa.... paniklah kami berdua. balik ke dokter lagi, tapi kali ini bukan yang di rumah sakit pertama tadi. untung dokter yang ini rada pintar, meski rupanya ia orang belanda, penjajah! hihi. ia berani menganalisa dan mendiagnosa bintik merah si ethan dan berani menulis resep. setelah resep ditebus ke apotik (eh, ga bayar dink, gratis hihi), krim yang ini ternyata lumayan manjur. meski pelan dan agak lama, akhirnya masalah kulit ethan terselesaikan, dan sekarang kembali normal seperti sedia kala, mulus bersih :-)

umur 40 hari, si ethan mulai reseh. karena beratnya nambah terus, kakinya terutama bagian paha, jadi segede gajah, hehe. sempat panik karena bayi-bayi lain ga ada yang pahanya segede itu, akupun nanya mbah google lagi. rupanya fenomena ini disebut thunder thighs, dan di luar sana banyak juga bayi-bayi yang pahanya memang paha kfc! #hihi #kriuk

dan katanya sih ga papa, nanti kalau sudah mulai jalan dan aktif akan mengecil sendiri dan kembali ke ukuran normal. nah, sialnya karena kakinya gede, ia penginnya berdiri dan ajrut-ajrutan gitu. bapaknya suka marah-marah kalau ketauan aku berdiriin dia, akunya suka frustrasi karena si ethan maunya berdiri, tapi semua orang ngelarang, termasuk bidan, dokter, suami, bahkan ibuku bilang 40 hari masih terlalu kecil. enak mah cuma bilang doank, ga ngurusin sendiri ga tau repotnya nih anak ngeyel minta berdiri mulu, pegel! #hihihi

sejak mandi pertama kali umur 7 hari dulu itu, ethan suka air. lebih gampang jadinya urusan mandi-mandian. kan ada tuh bayi yang kena air langsung nangis histeris. untung si ethan suka berbasah ria, apalagi kalau kepalanya diguyur, dia megap-megap gitu tapi begitu mukanya diusap, langsung ketawa-ketiwi sambil tangannya mukul-mukul jadi air mandinya nyiprat ke mana-mana. acaranya jadi berlanjut ke ngepel kamar mandi!

o ya, kalau bayi di indonesia dibotakin, aku memilih untuk tidak melakukannya. namanya juga tradisi indonesia, kalau ga tinggal di sana ya ga harus ikut-ikutan kan. ga papa sih kata ibuku, asal ujung-ujung rambutnya tetap dipotong supaya rambut baru bisa numbuh biar ga bajang katanya, ga harus dipelontos. jadi itulah yang kulakukan. rambut ethan aku pendekin dikit pas dia umur 2 bulanan. dah gitu tok, ga pake ritual lain-lain.

meski masih kecil, si ethan sudah pernah kondangan lho. sekali, ke acara nikahan temen kantor suami. lucunya, meski suasana pesta hiruk pikuk dan ramai, dia mah tidur pules aja di kereta dorongnya, ga terganggu sama sekali. jadi enak deh bapak-ibunya bisa menikmati pesta kawinan dan ga direpotin meski dateng bawa-bawa bayi baru umur 2 bulan :-D

memasuki akhir bulan kedua, dia mulai punya kebiasaan baru, ngemut tangannya sendiri sambil mengepal. usut punya usut rupanya gigi susu bawahnya dah mulai intip-intip nongol. kali karena gusinya bengkak dan gatel, jadi dia gosok-gosokin kepalan tangannya ke gusi gitu, sampe kadang-kadang frustasi sendiri, kesian.

kata mantri kesehatan yang selalu rutin kami datangi di semacam posyandu setiap 2 minggu sekali buat urusan nimbang dan konsultasi, ada gel yang bisa dibeli di supermarket bentuknya mirip pasta gigi tapi bening gitu yang bisa meredakan gusi bengkak bayi pas giginya mulai numbuh. akhirnya kami beli itu, dan juga beli mainan-mainan kenyal buat digigit-gigit, supaya ngebantu proses pertumbuhan gigi dan mengurangi rasa tidak enak di gusi bayi, katanya!

meski harus melalui segala tetek bengek masalah di bulan kedua, berat ethan tetep naik jadi 6.5 kg dan mulai aktif menikmati play-mat dan mainan-mainannya seperti terlihat di foto di bawah ini.


bulan ketiga...


untuk pertama kalinya, kami ngajak ethan ke manchester, mengunjungi neneknya. tentu saja si nenek yang sudah lama sekali tidak mangku cucu karena cucu paling muda sebelum si ethan (anaknya kakak suami yang perempuan) sekarang umurnya udah 26 tahun hihihi. jadi begitu si ethan hadir di tengah-tengah keluarga suami, dialah yang paling imut, sementara keempat cucu yang lain semua sudah amit-amit (bahkan dua orang sudah menikah!). dimanja semua orang deh dia, paling kecil sendiri hehe...

aku dan suami juga sekarang mulai rutin bertemu dengan ibu-ibu lain yang mempunyai bayi, khususnya yang dulu sama-sama sekelas belajar pas masih hamil di kursus ante-natal. meski ethan bukan yang paling tua, tapi rupanya dibanding teman-teman sepantarannya (cuma beda umur maksimal seminggu), dia yang paling pesat pertumbuhannya. kalau becandaan, aku suka bilang ini pasti karena makanan indonesia yang lebih lezat dan nikmat dibanding makanan inggris! #sekalianpromosi

tapi sejujurnya sih aku sendiri juga ga tau, ga jelas dan ga ambil pusing kenapa ethan jadi yang paling bongsor dibandingkan bayi-bayi lain yang seratus persen turunan bule. apa karena dia blasteran itu yah? entahlah...

kalau bayi-bayi lain ada yang suka digendong ke mana-mana #eh halo alm mbah suripppp, ethan ga suka gendongan. sukur deh jadi emaknya pundaknya ga rontok, mana dia berat dan antep, kalau dikit-dikit minta gendong bisa gempor juga sih. bertahanlah seperti itu ya nak, ga perlu gendongan sampe kapanpun hihi. meski udah terlanjur beli alat gendongan babybjorn mahal-mahal, eh malah jarang dipake, jiahhhh.

karena numbuhnya cepet mungkin ya, umur 11 minggu si ethan udah bisa tengkurep sendiri, tepatnya pas tanggal 13 juli kemarin. meski setelah tengkurep jadi kayak kura-kura ga bisa balik lagi dan akhirnya frustasi lalu teriak-teriak minta tolong, tapi lama-lama sih ototnya tambah kuat dan bisa bertahan agak lama pada posisi itu dan merasa lebih nyaman. kata mantri kesehatan sih sebaiknya setelah bayi bisa ngeguling sendiri, usahakan waktu tidur posisinya telentang, dan waktu bangun serta bermain posisinya tengkurep. ini akan melatih penguatan otot-otot badan terutama punggung, kaki, leher dan tangan dengan lebih cepat, untuk menunjang kemampuan merangkak dan berjalannya kelak, katanya!

selain mulai tengkurep, ethan juga sudah mulai minta duduk sendiri. meski cuma bertahan beberapa detik sebelum tumbang ke kiri, kanan, ke depan njelungup boso jawanya, atau tumbang ke belakang.

aku sih ga pakai patokan kudu begini di usia segini dan kudu begitu di usia segitu, atau kekeuh ngikutin kata buku atau teori-teori mengenai pertumbuhan bayi. menurutku setiap bayi mempunyai kecepatan pertumbuhan dan kemampuan motorik masing-masing. ga usah dipaksa dan ga usah panik kalau bayi kita belum bisa ini itu, atau sebaliknya malah sudah bisa ini itu sementara bayi-bayi sepantaran yang lain belum.

kalau memang secara alaminya dia sudah siap untuk tengkurep misalnya, ya bayi akan tengkurep sendiri kan ya, kalau ia siap duduk, pasti juga akan duduk sendiri. begitu juga dengan kemampuan merangkak, berjalan, berbicara, dan seterusnya. kalau sudah waktunya, pasti akan terjadi dengan sendirinya, kecuali ada gangguan pertumbuhan khusus yang perlu diwaspadai. tapi ini juga bisa dipantau dan dikonsultasikan dengan ahli kesehatan yang kami temui setiap dua minggu sekali tadi. jadi keluhan bisa dideteksi sedini mungkin dan segera diberikan penanganan medis kalau diperlukan.

si ethan udah bisa ini itu aku juga ga bangga, meski senang sih iya tentunya, berarti dia sehat dan bertumbuh cepat. tapi kalau misalnya nanti teman-temannya sudah bisa ini itu tapi dia belum, ya ga harus panik juga kali ya. paling kudu lebih sabar dan biarkan semua terjadi secara alami saja, karena katanya, semua akan indah pada waktunya, ciehhhh.

di akhir bulan ketiga, berat ethan udah 7.5 kilo. kalau dipangku lumayan mantep, seperti pada foto di bawah ini. kenapa ethan ga pake baju? karena musim panas di sini lebih panas dari jakarta, bok! jadi harap maklum yah.


bersambung...



.:kalau kamu suka artikel di atas, mungkin kamu suka ini juga:.

No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...