Thursday, 16 December 2010

agak autis

pernahkan ketika kita sedang fokus mengerjakan sesuatu, tiba-tiba seseorang membuyarkan konsentrasi kita dan tiba-tiba mereka tertawa? lalu kita tiba-tiba merasa bodoh seakan-akan ketinggalan berita mengenai apa yang baru saja terjadi di sekeliling kita? aku sering mengalami hal itu hingga sempat terpikir kalau aku mungkin agak sedikit autis.

teorinya, terlahir sebagai seorang perempuan, secara alami aku akan lebih sering tergantung pada pemakaian otak kanan. kebalikannya, pria cenderung memiliki otak kiri yang lebih berkembang. teori otak memang telah lama dicetuskan oleh para pakar di bidang ini.

bahwa perempuan otak kanannya lebih dominan dibanding otak kirinya, bahwa perempuan lebih banyak menggunakan perasaan daripada logika, lebih menggunakan gambar dan pola daripada simbol atau angka, lebih multi-tasking daripada fokus ke satu pekerjaan saja, lebih sering melihat keseluruhan daripada detil, kurang rapi, kurang perencanaan, lebih spontan, lebih banyak bertanya mengapa begini mengapa begitu atau dengan kata lain  cerewet, kesulitan membagi waktu, tidak punya prioritas, dan seterusnya dan sebagainya.

tapi tunggu dulu...

sejak kecil aku lebih menyukai angka daripada kata-kata. aku terbilang pendiam dan baru bersuara jika ditanya. aku menyukai detil dan perencanaan. dan yang paling parah, aku tak bisa multi-tasking seperti -katanya- para perempuan pada umumnya.


ketika aku fokus mengerjakan sesuatu, otakku hanya akan terkonsentrasi ke pekerjaan itu, hingga terkadang tidak bisa mencerna apa yang terjadi di sekelilingku. hal ini bukan satu dua kali terjadi, namun cukup sering, hingga aku sempat khawatir kalau-kalau ada keanehan pada diriku. mengapa aku tak bisa multi-tasking sebagai seorang perempuan? jangan-jangan otak kananku tidak berkembang sebagaimana mestinya. dan sepertinya aku lebih klop dengan tanda-tanda pemilik otak kiri yang notabene adalah para pria?

iseng-iseng akupun mencari-cari informasi di internet mengenai hal ini. hasilnya? ternyata keyakinanku selama ini kurang benar mengenai teori otak-kanan otak-kiri ini. sebetulnya tiap individu punya dominasi sendiri-sendiri terlepas dari apakah ia perempuan atau laki-laki. memang rata-rata perempuan lebih berotak kanan dan laki-laki lebih berotak kiri tapi itu bukan harga mati, hanya sebuah kecenderungan saja.

lalu tak sengaja aku menemukan kuis untuk mengetahui sejauh mana kita dominan terhadap salah satu tipe itu. hasilnya, aku cenderung berotak kanan sebanyak 65 persen dan kiri hanya sisanya 35 persen. tak ada yang perlu dikhawatirkan sebenarnya. lagipula aku memang seratus persen perempuan. dan kekhawatiranku pun terbukti tak beralasan.

ah, bodoh sekali aku ini.

No comments:

Post a comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...