Friday, 22 February 2013

kawat gigi 3

warning: tulisan ini panjang, yang tertarik soal kawat gigi, kudu baca sampe abis hehehe. yang ga tertarik ga usah baca juga ga papa :-D

melihat begitu banyaknya antusiasme pembaca blog ini terhadap postingan mengenai kawat gigi, terbukti dengan jumlah pageview yang terus bertambah dari hari ke hari pada dua postinganku terdahulu mengenai hal ini yaitu di tulisan yang berjudul kawat gigi dan kawat gigi 2, maka aku putuskan untuk menulis satu postingan sekali lagi mengenai kawat gigi :-)

kurang tahu juga kenapa banyak pembaca blog yang nyasar ke tulisan kawat gigi-ku, mungkin kalau mereka nge-google dengan kata kunci "kawat gigi", tulisanku nongol di paling atas gitu kali yah #berasa tenar #hihihi *padahal pas aku coba dari sini sih tulisanku nongolnya di halaman ke-4 doank, halah*

dan karena kedua postinganku tadi telah menelan begitu banyak "korban" tak berdosa yang nyasar dengan sukses ke blog otakkukusut, maka muncullah pertanyaan-pertanyaan yang mau-tak-mau aku kudu jawab. ga tega juga kalau dicuekin #hehehe

rata-rata sih, pertanyaannya masih seputar harga, jenis perawatan, jenis kawat serta kekhawatiran-kekhawatiran yang muncul bagi mereka yang pengin pasang kawat gigi tapi belum mengenal 'medan pertempuran' yang akan mereka hadapi selama pemasangan yang memang tidak bisa dibilang murah, serta memerlukan waktu perawatan yang cukup lama ini, termasuk sampai pemakaian retainer atau penyangga gigi setelah kawat-nya dilepas di akhir perawatan.

nah, dengan niat ikhlas #ciehhh pengin berbagi pengalaman pribadiku yang sudah melewati masa-masa memakai kawat gigi dan menurutku hasilnya terbilang sukses ini, aku coba membuat rangkuman sedikit pengetahuan mengenai kawat gigi sebatas pengalaman pribadiku yah, jadi kalau ada yang merasa ga cocok pembaca ga boleh protes. jadilah tulisan ini, berjudul kawat gigi, episode ke-3. selamat menyimak :-)

1) motivasi pasang kawat gigi

timbulnya keinginan, dorongan atau motivasi untuk pasang kawat gigi pastinya bermacam-macam, tapi di sini aku coba kategorikan menjadi 3 saja, dari yang kurang penting, agak penting, dan sangat penting. alasan yang menurutku kurang penting, adalah mereka yang ingin memasang kawat gigi untuk sekedar mengikuti trend. yang agak penting, adalah mereka yang ingin memasang kawat gigi karena alasan penampilan meski secara kesehatan tidak mengganggu. dan yang terakhir yang paling penting adalah mereka yang ingin memasang kawat gigi karena kebutuhan yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan.
  • kelompok pertama, untuk yang pasang kawat gigi karena alasan gaya-gayaan atau karena lagi trend, ngikutin artis atau selebriti. jadi meski giginya susunannya udah rapi pun tetep pasang, supaya dibilang anak gawul donk. apakah alasan ini salah? ya ga juga lah, sah-sah saja sih. wong ya bayarnya pake duit-duitnya sendiri koq. kalau emang mampu bayar kenapa nggak, ya toh, hehehe. cuma ya emang golongan ini bisa menimbulkan kesenjangan sosial karena mereka yang penginnnnn banget pasang dengan alasan lain tapi belum punya duit jadi iri berat, ya kan? sementara orang-orang ini giginya sudah bagus aja malah buang-buang duit buat gaya-gayaan doank, mbok ya mending duitnya dihibahkan gitu ke yang membutuhkan kawat hehehe #sapeelu
  • kelompok kedua, yang ingin pasang kawat gigi karena alasan penampilan, merasa kurang pede karena giginya kurang rapi, sehingga timbullah keinginan, cita-cita terpendam, atau tekad yang sudah tersimpan lama untuk memperbaiki diri. selain itu, mereka ini juga ingin meningkatkan rasa percaya diri. mungkin saat ini di indonesia, kelompok kedua inilah yang paling banyak persentasenya. coba amati lingkungan sekitarmu, coba perhatikan gigi tetanggamu, teman-temanmu, keluarga dekatmu, kerabatmu, atau  musuh-musuhmu #hihihi.     coba itung sekarang berapa orang sih yang mempunyai gigi rapi sempurna seperti model-model di iklan pasta gigi? dijamin pasti ga banyak deh. kalau orang-orang ini punya uang lebih, atau mau ditawarin untuk dirapikan giginya dengan gratis, pasti semua pada angkat tangan. ya kan ya kan? cuma karena benturan biaya, biasanya sih mereka cuek-cuek saja dan menerima kondisi mereka apa adanya, alias pasrah. yaaah, sudah pemberian tuhan memang begini, ya disyukuri saja (padahal dalam hatinya sih berkata laen haha).      lagipula cuma urusan penampilan koq, secara fungsi gigi orang-orang di kelompok ini masih bisa dipakai mengunyah dengan normal dan tidak mengganggu kesehatan tubuh, asal rajin gosok gigi saja setiap hari :-) nah, aku juga termasuk dalam kategori ini. seperti sudah aku tulis di postingan terdahulu, meskipun kalau gigiku dibiarkan seperti apa adanya juga ga akan berakibat apa-apa selain hanya dari segi estetika susunan gigiku memang kurang rapi karena faktor keturunan dan kondisi anatomi rahang yang sempit dengan ukuran gigi yang agak kebesaran.      kelompok ini juga bisa dikatakan kelompok yang cukup memberikan perhatian terhadap penampilannya. kan semua orang penginnya tampil cantik, ganteng dan  menarik donk. nah bagi mereka yang merasa kurang pede karena giginya agak-agak kurang rapi sesuai idaman, ya sah-sah saja untuk bermimpi mempunyai gigi rapi, ya ga? wong ya mimpi itu gratis ga pake bayar koq #hehehe. sukur-sukur kalau suatu hari mimpinya jadi kenyataan, bisa pasang kawat seperti aku. meski tidak bisa dipungkiri juga lebih banyak lagi yang mimpinya hanya tinggal mimpi saja karena terbentur masalah biaya. no comment deh kalau yang ini. hidup itu memang berat, jendral! :-D
  • kelompok ketiga, adalah kelompok yang membutuhkan pemasangan kawat gigi karena sudah menyangkut urusan kesehatan. mungkin kelompok ini jumlahnya tidak begitu banyak, atau kalaupun banyak, biasanya mereka tidak terdeteksi oleh dinas kesehatan karena berbagai alasan. seperti kita tahu, masalah kesehatan di indonesia agak-agak 'terabaikan' oleh para elit di pemerintahan. kenapa aku bilang begitu? karena aku sudah hampir 8 tahun tinggal di inggris dan merasakan langsung bagaimana pemerintahan negara maju begitu perhatian, peduli, dan tidak main-main mengalokasikan anggaran yang sangat besar setiap tahunnya untuk memastikan seluruh rakyatnya sehat sejahtera dengan perawatan yang ditanggung oleh negara dari uang pajak, termasuk perawatan gigi bagi yang memerlukan. coba perhatikan kalau kita ketemu orang asing (yang berasal dari negara maju lah ya), rata-rata giginya rapi kan? meski alaminya, manusia tidak selalu lahir dengan kondisi sempurna, beberapa pasti punya masalah dengan pertumbuhan gigi, tapi kenapa kebanyakan orang asing yang berasal dari negara kaya dan maju giginya selalu menawan? jawabnya gampang saja, karena sejak kecil seluruh perawatannya ditanggung oleh negara. orang-orang ini sejak berada di dalam kandungan sudah dijamin kesehatannya oleh negara, sampai sekolah lanjutan, sampai ke persoalan gigi. jadi misalnya ada keluhan sedikit saja, atau pertumbuhan giginya tidak rapi sedikit saja, tinggal ke dokter atau tukang gigi, periksa, obati, atau pasang kawat jika perlu, beres deh. ortunya ga perlu cemas urusan biaya karena semua ditanggung negara. lha di indonesia? mereka-mereka yang kurang beruntung memiliki susunan gigi yang tidak beraturan dan tidak hanya mempengaruhi penampilan atau estetika saja, tapi mungkin bisa mempengaruhi fungsi utama gigi sebagai alat pengunyah, yang dari sisi kesehatan serta medis berpengaruh terhadap kondisi rongga mulut dan gusi hingga dikhawatirkan bisa menjadi awal suatu penyakit yang lebih serius jika terjadi infeksi kuman, siapa yang peduli dengan mereka? ga ada kan? sukur-sukur kalau punya uang untuk ke dokter gigi atau ke tukang gigi sehingga keluhan mereka bisa ditangani dengan benar dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, lha kalau yang tidak punya uang bagaimana? cuek, pasrah dan nrimo saja kan ya. padahal justru mereka yang hidup dengan kondisi ini adalah mereka yang tidak memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai, terbatas pengetahuannya tentang kesehatan, dan tidak berdaya apa-apa. akibatnya terkadang kondisi gigi yang kurang sehat akan berpotensi menimbulkan infeksi lalu merembet ke persoalan-persoalan kesehatan di organ-organ tubuh lainnya karena sumber masalahnya tidak tertangani dengan benar.

2) biaya-biaya, jenis perawatan dan harga kawat gigi

berbicara mengenai biaya *langsung muncul $$$$$ di mata*, sayangnya pasang kawat gigi itu tidak murah, saudara-saudara. tapi jangan berkecil hati dulu. masih banyak jalan menuju roma #hehehe. sebelum membahas masalah biaya ini lebih jauh lagi, mari kita lihat kelompok-kelompok di atas sekali lagi.

sepertinya kita tak perlu bahas kelompok pertama yah karena mereka itu kelompok tajir, daripada bikin tulisan makin panjang dan ga penting, kita skip aja deh! kelompok ketiga juga agak susah dibahas nih karena ini menyangkut kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, berat euy temanya. perkecualian untuk kelompok ketiga tapi yang mampu bayar, sepertinya juga tidak perlu dibahas karena mereka tidak bermasalah kan ya. kalau tahu giginya menjadi penyebab infeksi, punya duit banyak dan mampu, ya langsung saja berobat dan giginya dibenerin, gitu aja koq repot hehehe.

jadi mari kita fokus ke kelompok kedua saja, karena pasti rata-rata yang baca tulisan ini masuk kelompok kedua. kenapa aku bisa seyakin itu? karena kalian punya akses ke internet, bisa browsing sampe nemu tulisan ini, jadi ga terbelakang-terbelakang amat kan #hihihi. selain itu, kalian pasti dah lama pengiiinnnn banget pasang kawat tapi masih mikir-mikir karena mahal, untuk itu kalian cuma ingin cari info dulu seputar pasang kawat gigi sebanyak-banyaknya, ya kan ya kan ya kan? aku memang seorang cenayang! ;-p #halah

oke, kembali ke masalah gigi! biaya pasang kawat gigi tergantung oleh beberapa faktor utama (meski ga harus semua relevan, tergantung kasus per kasus), antara lain:

- biaya pemeriksaan awal

untuk mengetahui seberapa 'parah' kondisi susunan gigi yang harus diperbaiki, biasanya harus dilakukan foto-rontgen atau sinar-X terhadap keseluruhan rongga mulut agar dokter/tukang gigi bisa mempelajari anatomi gigi dengan seksama sebelum mengambil keputusan untuk melakukan tindakan selanjutnya. tiap orang mempunyai susunan gigi yang berbeda. dengan pemeriksaan awal ini, dokter/tukang gigi akan membuat perencanaan penataan susunan gigi dan juga untuk mengetahui posisi gigi yang mana yang harus digeser, mana yang harus diputar, mana yang harus ditarik mundur, mana yang harus dimajuin, dll.

biaya ini bervariasi, ada yang memadukannya dengan biaya perawatan keseluruhan, ada yang dipisahkan. jadi terserah si pasien setelah pemeriksaan ini selesai untuk melanjutkan ke pasang kawat atau 'mundur' alias tidak jadi pasang. besarnya biaya, coba tanyakan ke dokter atau tukang gigi masing-masing yah. ga mahal koq kalau cuma bayar untuk foto rontgen ini, ga semahal pasang kawat maksudnya. berapa pastinya mah, tiap dokter/tukang gigi punya tarif masing-masing lah. yang pasti ga sampai jutaan lah ya seperti harga kawat, masih puluhan atau ratusan ribu gitu kali.

- biaya pengambilan tindakan awal atau persiapan sebelum pasang kawat

pasang kawat gigi tidak bisa asal-asalan langsung pantek sana pantek sini pake tang yah. emang pasang tiang bendera di pager depan rumah buat acara tujuh-belasan? #hihihi. perlu persiapan-persiapan dulu sebelum kawatnya bisa benar-benar dipasang dan bakal nangkring manis di gigi selama bertahun-tahun. seperti halnya biaya pemeriksaan awal di atas, biaya yang ini juga ada yang dibarengkan dengan biaya paket pasang kawat, ada juga yang bisa dibayar terpisah. lagi-lagi coba tanyakan langsung ke dokter/tukang gigi masing-masing yah. lalu apa saja persiapannya? mari kita lihat satu per satu.

yang paling utama sebelum kawat dipasang adalah gigi kudu bersih. artinya, gigi harus dalam kondisi bebas dari plak/karang gigi, kotoran, dan segala macam yang jorok-jorok di dalam rongga mulut. eh, tapi kan kita udah gosok gigi tiap hari? apa itu ga cukup? ya gak lah. yakin, gosok giginya sudah benar? yakin, semua sela-sela gigi sudah bebas plak? bo'ong banget, ga mungkin ada gigi yang bersih cemerlang cuma dengan sikat gigi tiap hari hehehe. apalagi mereka yang suka malas gosok gigi sebelum tidur, kepala nempel bantal langsung ngorok, beuh...jangan tanya!

lebih parah lagi mereka yang susunan giginya berantakan dan terlalu parah ga rapinya. akan banyak bagian-bagian yang sulit dijangkau sikat. akan ada bagian tersembunyi yang akan diisi oleh sisa makanan lalu mengeras menjadi plak meskipun oleh kita seringkali tidak terlihat ketika kita bercermin. plak tersembunyi ini yang harus dikikis habis dulu dan dibersihkan oleh dokter gigi dengan bantuan alat. sikat gigi saja tidak akan cukup untuk membersihkan plak, terutama yang sudah lama sekali tidak pernah ke dokter gigi, plaknya pasti sudah menahun dan karatan, hehehe.

kenapa plak harus dihilangkan sebelum pasang kawat?

supaya proses pengencangan, perapihan dan penarikan gigi nantinya menjadi optimal. sama lah seperti kalau mau tambal ban sepeda, kotorannya dibersihkan dulu kan? atau kalau mau memperbaiki keran air yang bocor dan kudu ganti pipa misalnya, kudu dibersihkan dulu kan? intinya semua proses perbaikan akan lebih efektif dan efisien hasilnya kalau obyek yang akan diperbaiki kondisinya bersih, begitulah kira-kira ;-p

lalu berapa biayanya?

lha masak ga tau sih. yang ga tau berarti ga pernah ngebersihin plak gigi secara berkala ke dokter gigi ya.. hayo ngakuuuu :-) idealnya sih plak kudu dibersihkan setiap 6 bulan sekali. kalau mau irit, ya paling ga setahun sekali lah. kalau udah umur 20 tahun atau 30 tahunan tapi ga tau harga ngebersihin plak di dokter gigi, wah kebangetan ini kondisi rongga mulutnya, pasti bau nafas buaya, hahahaha....

satu lagi persiapan yang kudu dilakukan adalah menyiapkan ruang untuk pengawatan. seberapa ruang yang dibutuhkan, tergantung dari hasil pemeriksaan awal dengan sinar-X di atas. dokter/tukang gigi harus mengambil keputusan mengenai hal ini setelah mempelajari anatomi gigi si pasien kasus per kasus. kan ga ada dua orang yang posisi giginya sama persis euy. anak kembar aja giginya pasti numbuhnya beda!

ada kasus di mana gigi yang berantakan masih bisa diatur ulang tanpa membutuhkan ruang tambahan jadi ga perlu pengurangan jumlah gigi tapi posisinya saja yang perlu ditata. ada juga yang kasusnya seperti aku di mana ruang rahangku terlalu sempit jadi seolah-olah jumlah giginya terlalu banyak, maka untuk penataan gigi dibutuhkan ruang ekstra jadi beberapa gigi harus dibuang supaya tersedia cukup ruang di rahang untuk penataan ulang. pembuangan gigi tentu saja harus melalui proses pencabutan, ga bisa pake sulap sim salabim abrakadabra gitu yah...:-)

tapi kan sayang giginya masih sehat tapi kudu dicabut? ga relaaaa.....

ya mau gimana lagi. kalau memang jumlahnya kebanyakan ya memang gigi sebanyak itu tidak kita perlukan. mending jumlah gigi utuh tapi ga rapi, apa jumlah gigi berkurang tapi rapi dan punya senyum menawan, hayooo? gimana sih tadi katanya pengin cakep! #halah

lagipula selama dengan jumlah gigi yang tersisa nantinya masih bisa menjalankan fungsi utamanya untuk mengunyah makanan, ya ga masalah meski total jendral gigi di rongga mulut bukan lagi 32! yang belum tahu kenapa kita punya gigi 32 buah, baca tulisan kawat gigi bagian 2 yah.

terus berapa biaya pencabutan gigi? tanya dokter gigi masing-masing. ada yang ngitung harganya per gigi, ada yang ngitung harganya per paket dengan pasang kawatnya. kalau diitung terpisah, ya paling ribuan sampai ratusan ribu, termasuk obat. karena setelah dicabut, kawat belum bisa langsung dipasang, kudu nunggu dulu pendarahan berhenti dan gusinya sembuh.

rata-rata jumlah gigi yang harus dikurangi jumlahnya genap, bisa 2, 4, 6 atau 8 dan seterusnya. kenapa begitu? supaya dengan pengurangan yang dilakukan posisi gigi yang tersisa tetap simetris, jumlah gigi sebelah kiri dan kanan, atas dan bawah tetap seimbang. kan ga lucu gigi depan dua buah yang gede itu tinggal satu di tengah-tengah #bayangin aja mukanya kalau senyum #hihihi

jenis gigi mana yang kudu dicabut juga harus diputuskan oleh dokter/tukang gigi. tapi ga mungkin gigi taring yang kena karena kita cuma punya 4, di kiri atas, kanan atas, kiri bawah dan kanan bawah. kalau ga punya taring, ga bisa ngunyah daging donk! yang vegetarian sih ga papa deh hehehe. yang paling umum dikorbankan sih gigi bungsu, geraham kecil dan geraham besar, karena kita punya banyak, 4 gigi bungsu, 8 geraham kecil dan 8 geraham besar.

gigi bungsu tumbuh paling akhir di bagian paling belakang, biasanya kalau usia sudah masuk 20-25 tahun meski beberapa nongol lebih awal atau telat. kebanyakan orang mengeluh sakit gigi ketika gigi ini numbuh. rata-rata sih karena ruangnya tidak cukup jadi keempat gigi ini nyodok ke gusi atau gigi di depannya. bukannya bermanfaat, gigi bungsu kebanyakan malah biang keladi sakit gigi. jadi mending dibuang saja lah ya, daripada bikin susah, hehehe...

tapi ada juga sih yang gigi bungsunya tumbuh dengan sempurna. sementara untuk jenis geraham kecil dan besar, karena fungsinya sebagai alat pengunyah utama, biasanya dokter lebih cenderung membuang yang kecil, karena geraham besar kita butuhkan agar area kunyah tetap luas. dengan pengurangan jumlah gigi, maka sekarang proses penataan gigi bisa dimulai, yaitu dengan pemasangan kawat gigi.

- biaya kawat gigi

kawat gigi ada banyak macam dan kualitasnya. dari yang paling murah, ke yang paling mahal. dari yang model biasa dan berwarna khas kawat yaitu gelap, sampai ke yang berbahan keramik sewarna dengan warna gigi alami dan ada juga yang berbahan bening transparan. tentunya untuk pemilihan jenis kawat dan harganya, tergantung tebal dompet masing-masing ya :-)

daftar jenis kawat gigi di bawah ini adalah jenis kawat yang aku tahu dan sempat aku pelajari sebelum aku pasang kawat gigi dulu, dan jenis-jenis ini ditawarkan di inggris, bukan di indonesia. beberapa merek mungkin juga tersedia di indonesia sih, kalau memang ada tersedia kenapa nggak, tapi aku ga berani jamin yah.

untuk jenis-jenis yang dipakai di indonesia, silakan ditanyakan ke dokter/tukang gigi masing-masing, beserta contohnya. biasanya mereka punya alat peraga untuk masing-masing jenis kawat gigi. bentuknya seperti apa, warnanya apa, aksesorisnya apa saja, dan harganya berapa, pasti koleksi mereka komplit deh. jangan ragu-ragu juga bertanya apa kelebihan dan kekurangan tiap-tiap merek kawat gigi. jangan seperti beli kucing dalam karung yah, kita kudu paham dan mengerti setiap detil kawat yang akan kita pakai sebelum proses pemasangan dimulai. kalau terlanjur asal milih jenis kawat yang salah, menyesal di kemudian hari kan cuma bisa garuk-garuk tembok :-D

untuk bahan referensi saja, beberapa jenis kawat gigi yang aku tahu adalah sebagai berikut:
ini adalah jenis yang aku pakai. kenapa aku pilih yang ini? simpel saja sih, karena bracket/behel-nya berbahan keramik transparan atau bening, jadi ga begitu kelihatan kalau kita lagi pakai kawat. di umurku yang sudah ga muda lagi, rasanya koq gimanaaaa gitu masih harus menjalani perawatan gigi. ketauan pas kecil/mudanya miskin ga punya duit hahahaha. harga yang ini memang agak mahal sih, karena demi 'ga kelihatan' behel-nya itu tadi jadi rata-rata merek serupa yang 'menjual' behel transparan (masih banyak behel transparan merek lain yang ada di pasaran tentunya, ini hanya salah satu contoh), biasa memang pasang harga tinggi.
image
sebelah kiri adalah behel gigi biasa, yang bening sebelah kanan adalah behel ICE

mau tau harga di inggris? ga rahasia koq harganya, di internet juga bisa di-google pasang kawat di inggris ongkosnya berapa, karena rata-rata memang segitu, kurang lebih £3000-an. kalau dirupiahin, mau pake kurs yang berapa nih? kalau kurs yang sekarang sih jatuhnya 45 juta, kalau kurs yang dulu pas aku baru pasang, jatuhnya masih 52.5 juta. mahal? ya memang. tapi harga segitu sudah termasuk semua-mua paket komplit sampai selesai perawatan dan pasien dijamin puas, ga pake ada biaya tambahan dan tersembunyi lagi. selain itu, pilihan yang lebih murah juga tidak ada. jadi aku mentok antara pasang kawat di inggris kudu bayar mahal, atau pulang indonesia tapi perawatannya bolak-baliknya nanti gimana donk.

wuidih berarti tajir donk ya punya duit segitu buat dipake pasang kawat gigi doank? err... ya ga juga sih. pertama, aku kan kerja di inggris, kedua gajiku poundsterling jadi jangan diitung rupiahnya, dan ketiga, biaya pasang kawat itu juga ga dibayar kontan di muka koq, ada pilihan bisa dicicil bulanan dengan uang muka 20%. kalau bayar kontan di muka malah dapet diskon 5%. karena aku memang bukan golongan kaum tajir, ya aku nyicil donk, itung-itung nabung kan, demi mimpi pengin punya gigi rapi. namanya pengin mengejar mimpi ya perlu pengorbanan, termasuk bayar kawat gigi tiap bulan hihihi.

kalau ga diniatin begini ya memang ga akan kesampaian sih, maju mundur doank ga yakin bisa bayar apa ga. apalagi kalau pake nunggu punya duit segitu buat bayar kontan, kebutuhan yang lain pan juga banyak dan ga ada yang murah di sini. mending kalau konglomerat atau tajir tra-la-la kaya raya seperti para pejabat ngehe di indo gitoh, yang hartanya milyaran-trilyunan meski gaji resminya cuma di bawah 10 jutaan hehehe, duit 50 juta mah cuma seujung kuku :-) *masih terkaget-kaget kemarin lihat slip gaji pokok resmi gubernur dan wagub DKI yang cuma 4 jutaan sebulan! untung pakdhe jokowi dan koh ahok anti-korupsi*

mau korupsi kayak para pejabat ngehe itu, koq ya ga ada yang bisa dikorupsi, mau nunggu duit sogokan/suapan koq ya ga ada yang nyuap, mau mark-up anggaran juga anggaran apaan yang bisa di-mark-up, mau nunggu uang komisi juga komisi dari siapa, mau maen kong-kalikong sama pejabat biar dapet duit sabetan tapi koq ya bukan orang bisnis. jadi daripada ikutan jadi ngehe, ya mending nyari duit halal saja nunggu akhir bulan gajian baru bisa nabung kalau ada sisa. yang paling penting kan gigiku dijamin halal #hihi #eh lha koq malah curhat :-D

kalau di indonesia ada yang menawarkan jenis ICE juga, kurang tahu dipasang harganya berapa. kemungkinan besar sih pastinya lebih murah ya karena bayar dokter/tukang giginya kan lebih murah di sana. yah, bisa jadi 20-30 jutaan lah ya. nah, udah ada segitu belum tabungannya? atau tanya aja apa bisa dicicil bayarnya setiap bulan? siapa tahu bisa, kan lebih enteng beban finansialnya :-)
ini adalah penataan gigi tanpa proses pengawatan atau tanpa behel. harusnya sih ga termasuk di tulisan ini ya. tapi aku cantumkan juga sebagai bahan pertimbangan, karena aku dulu juga sempat tertarik untuk nyoba metode yang ini meski akhirnya tidak bisa dipakai untuk kasusku. kelebihan merek ini adalah sama dengan ICE, yaitu transparan tapi tanpa kawat. proses pengencangan dilakukan dengan pemasangan cetakan gigi yang diganti secara berkala sesuai dengan perencanaan penataan giginya. jadi cetakan dibuat semakin mengecil untuk memaksa gigi bergerak menurut cetakan yang telah diukur, dibuat, dan dimodifikasi.

invisalign
kekurangan merek ini, selain bisa dicopot pasang sendiri alias tidak permanen seperti jenis yang pakai behel jadi kalau tidak disiplin perawatan akan lama dan kemungkinan gagal tinggi, juga tidak bisa dipakai untuk kasus yang agak berat dan berat. merek ini cuma bisa dipakai untuk kasus ringan saja, seperti gigi agak tidak rata sedikit, atau agak gingsul sedikit, cuma 1-2 gigi saja yang bermasalah sementara gigi-gigi yang lain memang sudah rapi. dulu kasusku termasuk agak berat karena aku tonggos, jadi ga mungkin bisa berhasil dirapikan dengan invisalign. kalian juga jangan asal milih ini ya, memang kelihatannya menjanjikan tapi mungkin sulit dan lama untuk mencapai hasil yang kita idam-idamkan.

berapa harganya? kata website-nya sih berkisar antara 27 juta sampai 37.5 juta untuk perawatan di inggris. kalau ada yang menawarkan di indonesia, logikanya sih lebih murah dari harga ICE. kita misalkan 15-25 jutaan lah ya :-)

sistem damon
merek ini juga menawarkan jenis behel transparan, tapi dulu sekitar akhir 2008 awal 2009 yang ditawarkan ke aku masih yang model lama sih yaitu berwarna kawat biasa (gelap kayak warna besi gitu). eh sekarang rupanya mereka sudah ganti behel dari besi ke behel berbahan bening, mirip-mirip ICE. saingan bisnis kali ya karena ICE yang bening laris manis jadi si damon ikut-ikutan hehehe.


perbandingan behel biasa (kiri) dengan sistem damon (kanan) - source

damon system lama (warna besi) dan yang baru (bening) - source

bedanya sistem damon dan ICE, kalau damon tidak pakai karet pengencang, cukup dengan model klip yang bisa dibuka tutup, sementara model ICE masih pakai karet transparan jadi pengencangan dilakukan dengan mengganti karet lama yang sudah molor dengan karet baru yang kencang. kalau dulu pas aku baru pasang jenis damon ini sudah ada yang bening sih aku pasti pilih damon saja (harga sama), karena ganti-ganti karet kan ribet hehehe. yang ngeganti juga ortho-nya sih padahal ;-p

di website damon amerika, harga yang ini dipatok antara $3,800 - $8,000 atau 37 - 78 juta rupiah pakai kurs hari ini. gubrag muahal kali di amrik sana ya paket pasang kawat gigi. bisa buat beli mobil atau rumah tuh duit segitu yah. buset dah! di inggris karena dulu aku sempat ditawari juga dengan harga yang sama dengan ICE, ya paling sekarang juga masih segitu. kalau di indonesia jatuhnya berapa donk ya? pembaca kawat gigi 2 ada yang bilang indonesia menawarkan sistem damon juga sih, mungkin ya sama lah ya sekitaran harga ICE di atas. beuh, muahal ya rek!

kawat gigi tradisional/jenis biasa
di inggris, jenis inilah yang dipakai untuk perawatan gigi anak-anak karena gratis dan dibiayai oleh negara. mungkin karena harganya juga lebih murah ya, negara ga mau rugi hehe. di sini anak sampai umur 18 tahun atau yang masih sekolah memang tidak perlu bayar perawatan gigi, seperti sudah kutulis di atas makanya orang sini giginya cakep-cakep karena dirawat sejak kecil - kecuali yang ortunya ga perhatian dan malas ngurus gigi anaknya - ada juga lho yang begitu. kalau sudah dewasa dan butuh perawatan gigi, baru deh diwajibkan bayar, kecuali urusan penyakit biasa lain di rumah sakit.

sayangnya di inggris kalau untuk orang dewasa tidak diperbolehkan memilih jenis yang ini meskipun pertimbangan utamanya harganya akan lebih murah dibandingkan merek-merek bening yang sudah aku sebutkan di atas. jadi orang dewasa yang mau pasang kawat tetep kudu bayar, perampokan ini mah yah? mau irit ga bisa! beuh...

kalau misalnya aku tetep mau pasang kawat gigi jenis ini ya kudu balik ke indonesia dulu. malah mahal di ongkos pesawat entu mah ya :-) kekurangan jenis yang ini, tidak ada pilihan jenis behel transparan, jadi kelihatan bener kalau lagi pakai kawat gigi. karena modelnya juga tradisional, aksesorisnya juga aksesoris lama berupa karet gelang, yang biasanya kalau dipakai anak-anak malah mereka milih yang warna-nya macam-macam kayak pelangi itu, hehehe. contohnya seperti ini:
nah, bagi kalian yang masih pikir-pikir soal biaya dan dompetnya masih terbatas, pilihan untuk pasang kawat jenis biasa ini mungkin yang paling masuk di akal ya, karena harganya lebih terjangkau. sayangnya aku ga tau berapa ongkosnya di sini, tapi kalau di indonesia sih aku punya beberapa referensi.

dulu sekitaran tahun 2004-2005 aku pernah nanya ke dokter gigi rumah sakit swasta di lippo cikarang (dekat tempat aku kerja), ongkos pasang kawat waktu itu kira-kira 10 jutaan. terus di sekitaran tahun yang sama, seorang teman dekatku pasang kawat di daerah jakarta barat, dia cuma kena 7 jutaan. ada lagi temannya teman yang pasang kawat tetapi ditangani oleh mahasiswa dokter gigi yang magang (katanya) di daerah jakarta pusat, bisa dapet lebih murah karena untuk bahan praktek hehehe. dia cuma bayar 5 jutaan. sekarang udah 7 tahun berlalu, ga tau juga sih harga-harga itu menjadi berapa.

yang pasti sih, jenis kawat yang dipakai ya jenis tradisional ini (pilihan paling ekonomis). satu lagi, ada cerita juga dari mereka yang pasang kawat di tukang gigi amatir hanya perlu bayar antara 3-4 juta rupiah saja lho. nanti kita bahas lagi ya di bawah apa bedanya tukang gigi profesional dan amatir serta untung ruginya.

kalau di sini harga yang dibayar adalah harga paket all in one, aku kurang tahu di indonesia setiap kali cek-up dan pengencangan apakah sudah termasuk di harga awal atau harus bayar lagi-bayar lagi. untuk pastinya, mintalah rincian di awal sebelum memutuskan, supaya tidak merasa tertohok di kemudian hari dan harus keluar biaya ekstra untuk keperluan ini itu lagi yang tadinya tidak masuk pertimbangan ketika memasang kawat untuk pertama kali. tetap hati-hati dan waspada sebelum mengambil keputusan adalah langkah yang paling aman, ya toh :-D

- biaya aksesori penunjang

kawat gigi tidak hanya sekali dipasang langsung beres. ada beberapa aksesori yang kudu diganti secara rutin setiap kali kita cek-up. aksesori penunjang ini antara lain:
  • karet pengencang, pada jenis kawat gigi model ICE dan tradisional, dibutuhkan penggantian karet atau elastis secara berkala agar proses perapihan gigi berjalan sesuai yang direncanakan
  • lilin, berfungsi untuk ditempelkan di bagian kawat yang bergesekan dengan gusi atau bagian dalam rongga mulut, supaya menghindari terjadinya iritasi yang berujung pada terbentuknya sariawan
  • kawat kaitan untuk pemasangan karet tambahan jika diperlukan, biasa fungsinya untuk mempercepat penutupan celah yang cukup lebar setelah pencabutan
  • sikat gigi khusus, berfungsi untuk menyikat permukaan gigi secara optimal, biasanya bagian tengahnya dipangkas untuk memudahkan pembersihan sehari-hari pada gigi yang sudah dipasangi kawat
  • pembersih gigi, bentuknya seperti sikat hanya ukurannya sangat kecil dan ujungnya lancip, berfungsi untuk membersihkan bagian-bagian kawat gigi yang tidak mungkin terjangkau oleh sikat gigi
  • benang gigi, berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi berkawat sehingga memperlambat proses pembentukan plak dan karang gigi
  • karet pelindung ketika berolah raga, bentuknya seperti retainer atau penyangga gigi tetapi terbuat dari bahan seperti karet yang fungsinya untuk melindungi gigi beserta kawat dari benturan selama menjalankan aktivitas olah-raga, terutama jenis olah raga yang membutuhkan adu fisik
  • dan masih banyak lagi aksesoris lain baik yang sangat diperlukan maupun yang kurang begitu diperlukan dan tidak kita butuhkan pada kondisi tertentu
kebanyakan sih biaya aksesori ini sudah termasuk dalam harga perawatan, tetapi seperti pelindung untuk berolah raga sepertinya harus dibeli secara terpisah. harga aksesoris-aksesoris ini semestinya sih ga mahal ya, karena memang selain ukurannya kecil-kecil juga bahannya biasanya murah karena sekali pakai dibuang seperti contohnya karet atau elastis. yah paling cuma puluhan ribu rupiah lah ya.

- biaya perawatan berkala/ pengencangan

selain sistem damon yang memang tidak membutuhkan karet elastis, sistem-sistem yang lain tetap memerlukan elastis untuk proses pengencangan serta perlu juga penggantian kawat dengan diameter bervariasi secara berkala sesuai perencanaan penataan gigi. penggantian karet dan kawat ini dilakukan secara rutin, kalau aku dulu sih setiap 5-6 minggu sekali, supaya proses penataan berjalan efektif dan efisien. pemakaian elastis yang terlalu lama tidak efektif karena dengan bertambahnya waktu lambat laun karet elastis kan jadi kendor. sehingga fungsi utamanya untuk menarik gigi menjadi berkurang. kalau keseringan diganti juga dokter/tukang giginya ogah, karena waktu mereka kan mahal sekali per jam-nya hehehe.

kecuali kalau setiap kali cek-up untuk ganti karet dan kawat kita kudu bayar lagi, bisa-bisa malah ini jadi modus bagi si dokter untuk mengganti karet/kawat terlalu sering yah, supaya uang yang masuk juga lebih banyak kan hehehe #berprasangka buruk

standarnya sih 5-6 minggu untuk cek-up. kalau diminta datang lebih sering dari itu karena setiap kali cek-up kudu bayar, harusnya kita curiga tuh. tetapi juga sebaliknya, kalau semua cek-up sudah termasuk diitung dengan biaya pasang kawat, alias all-in-one, pemeriksaan rutinnya jangan terlalu dimolor-molorin, misalnya baru disuruh datang setiap 2 bulan sekali atau lebih. itu sih jadi bikin tambah lama proses penataan giginya.

sekali lagi, tanyakan secara rinci ke mereka, proses pengencangan rutinnya nanti setiap berapa minggu sekali, dan apa saja yang butuh diganti. lalu biaya cek-up-nya sudah termasuk atau tidak, apakah ada biaya tambahan lagi, kalau ada untuk bayar apa, dll. cerewet aja deh pokoknya, pan duit-duit kita juga, nyarinya juga ga gampang ;-p

- biaya perbaikan emergency /darurat

jujur kacang ijo, aku ga pernah ngalamin ini selama 2.5 tahun pakai kawat gigi. tapi selalu ada saja cerita yang kudengar dari mereka yang pakai kawat, kalau kawatnya patah lah, atau karetnya copot sendiri lah, ada yang tertelan lah (serius!!!), bahkan ada juga yang 1-2 behelnya (yang nempel di gigi itu) rusak atau hilang! kalau aku dengar cerita semacam ini aku cuma bilang, "ga pernah pengalaman kayak gitu tuh, koq bisa yah..."

tapi ya, setiap kejadian kan pasti ada sebab musababnya, ya kan. menurutku sih, kerusakan atau hilangnya komponen kawat gigi ketika dipakai disebabkan oleh dua hal. pertama, perlakuan kita terhadap kawat gigi yang kita pakai. kedua, kualitas bahan dari jenis kawat gigi yang kita pakai.

ketika kita memutuskan untuk memakai kawat gigi, kita juga harus berkomitmen untuk melakukan perawatan. setelah kawat dipasang, biasanya dokter/tukang gigi akan menjelaskan bagaimana cara merawat kawat gigi kita dengan disiplin, baik dan benar. ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari seperti makanan yang terlalu keras (batu-batuan hahaha), makanan yang terlalu lengket seperti permen dan karamel, atau minuman yang bersoda, karena makanan dan minuman ini akan berpengaruh terhadap kondisi kawat dan aksesorisnya.

kalau kita tidak disiplin dan memilih melanggar nasehat dokter ya terjadilah kerusakan-kerusakan seperti yang kusebut di atas. ketika aku pakai kawat, aku bahkan pantang makan semua jenis makanan yang dimasak menggunakan kunyit atau safron yang dipakai di menu eropa! alasannya karena warna kuningnya akan lengket permanen di karet elastisku yang harusnya berwarna bening. disikat-pun ga akan hilang, tau sendiri kan kunyit kalau kena baju saja ga bisa hilang dengan cuma dicuci. kalau terlanjur ya kudu nunggu sampai cek-up berikutnya ketika semua karet diganti baru. sebelum itu ya terpaksa kalau senyum giginya kelihatan kuning dari warna karet tadi!!! #hiiii jijay ah

selain jaga makan minum, kebersihan kawat juga harus dijaga. karena bersih tidaknya kawat gigi yang kita pakai mencerminkan bersih tidaknya rongga mulut kita. kalau pakai kawat tapi malas sikat gigi ya jorok banget atuh, mana sisa makanan sekarang jadi gampang nyelip di antara behel juga kan. pasti mulutnya jadi tambah bau #huhuhu. sikat giginya juga jadi butuh waktu lebih lama kalau pakai kawat gigi, karena posisi nyikat jadi aneh, sela-sela yang kudu dibersihkan tambah banyak, jadi ga bisa cuma sikat gigi 1-2 menit langsung kabur seperti sebelum pasang kawat.

nah, kalau semua nasehat dan disiplin ini sudah dijalankan tapi koq ya masih ada kerusakan pada behel, yang copot-lah, yang patah lah, karet lepas, hilang, kawat patah dll, ya berarti kita salahkan saja kualitas bahan kawat gigi dan aksesorisnya. behel copot bisa karena pelekatan ke permukaan giginya kurang bagus, atau lem yang dipakai kurang kuat, behel rusak/gompel bisa jadi bahannya yang gampang retak, kawat patah bisa jadi karena bahan kawatnya mudah retas, karet lepas bisa jadi karena elastisitasnya mudah kendur, karet hilang atau tertelan bisa jadi yang pakai kawat lagi kelaperan hahahaa

lalu berapa biaya untuk perbaikan? ga tau sih, kan dah kubilang aku ga pernah ngalamin yang kayak gini. tapi kalaupun dulu pas aku pakai kawat sempat kejadian, karena semua biaya sudah all-in-one, aku tidak perlu bayar lagi jika ada kerusakan ketika perawatan sedang berjalan. kalau di indonesia gimananya, perlu ditanyakan dulu di awal sebelum pasang kawat ya, supaya tidak merasa dirampok di tengah jalan kalau tiba-tiba harus bayar lagi kalau ada yang copot atau rusak, entah karena sebab yang mana.

- biaya retainer /penyangga gigi

setelah melewati masa pemakaian yang relatif cukup lama, rata-rata dari 1.5 tahun sampai ada yang 3-4 tahunan tergantung kasus berat ringannya gigi yang bermasalah, maka di akhir pemakaian behel akan dicopot. setelah itu, perlu memakai retainer yang detilnya akan kujelaskan di bawah. apakah biaya retainer juga termasuk? kalau all-in-one iya, kalau di indonesia perlu ditanyakan lagi yah. lalu kalau retainer-nya hilang (karena bisa dicopot pasang, suka lupa ketinggalan di toilet umum misalnya), apakah perlu bayar lagi kalau minta ganti yang baru? ini juga perlu ditanyakan.


retainer-ku pernah hilang sekali. entah aku tinggal di mana. pada kasusku, penggantian pertama ga perlu bayar. tapi kalau hilang lagi, penggantian kedua bayar £100 atau sekitar 1.5 juta rupiah. untung yang kedua ga hilang-hilang lagi sampai selesai pakai. dianggurin tuh di rumah karena aku sudah ga perlu pakai lagi sekarang :-)

- harus nabung berapa?

wuihhh, puanjang ya postingannya, padahal ini baru separo lhoh, masih banyak yang kudu dibahas. dibikin jadi buku aja apa ya hahaha...

nah, sekarang setelah baca uraian panjang lebar di atas, pertanyaan yang muter-muter di kepala adalah, harus nabung berapa nih supaya bisa segera pasang kawat gigi? jawabnya ya ditotal jendral saja semua komponen yang kudu kita bayar tadi. yang mana yang termasuk dan mana yang tidak, harus dikonsultasikan dulu dengan dokter masing-masing. yakin deh, tiap dokter harganya beda, cara bayarnya beda (kontan atau boleh nyicil, kena bunga berapa kalau nyicil), komponen mana yang termasuk pembayaran awal, mana yang harus bayar lagi juga beda-beda. buat rincian saja sedetil-detilnya kalau konsultasi di awal sebelum pasang, jadi semua jelas dan tidak membuat serangan jantung di kemudian hari hehehe

3) memilih tukang gigi (orthodontist) dan dokter gigi (dentist)

setelah jelas mengenai biaya, sekarang mari kita bahas mengenai tukang giginya. supaya ga bingung, kita bedakan dulu ya definisi masing-masing jenis pekerjaan. dokter gigi bahasa inggrisnya disebut dentist. pekerjaannya berhubungan dengan masalah kesehatan gigi, penyakit gigi dan kebersihan rongga mulut (meski di inggris profesi yang paling akhir ini ada sebutan-nya lagi tersendiri yaitu oral hygienist). tapi yakin sih di indonesia pasti dokter gigi juga merangkap oral hygienist ya, belum pernah dengar ada profesi tersendiri.

lalu profesi yang hanya ngurusi soal penataan struktur gigi yang bermasalah, disebutnya orthodontist (ortho) atau aku terjemahkan menjadi tukang gigi (sebelum terlalu  jauh, mari kita bedakan antara tukang gigi profesional yang kita sebut ortho, dan tukang gigi amatiran -yang praktek di pinggir jalan itu lhoh- sebagai amatir yah). profesi ortho di inggris tidak melakukan pencabutan gigi, tidak ngurus gusi bengkak, tidak ngurus gigi bolong, tidak ngurus kebersihan rongga mulut. mereka cuma utak-atik kawat gigi dan utak-atik menata gigi, itu saja.

di indonesia nih yang aku tahu, banyak dentist yang merangkap profesi menjadi ortho juga. salah satunya adalah yang sempat aku datangi di lippo cikarang dulu itu. otomatis mereka juga merangkap sebagai oral hygienist juga ya. wuih profesi 3 orang di inggris diborong jadi satu ya di indonesia hehehe. tapi banyak juga dentist/dokter gigi yang ga bisa/ga boleh pasang kawat, seperti dokter gigiku dulu di cikarang, karena memang tidak bersertifikat untuk melebarkan profesi menjadi ortho. kan perlu belajar dan ujian lagi pastinya kalau mau rangkap profesi.

firasatku nih, justru di indonesia yang berprofesi murni sebagai ortho profesional saja malah ga ada yah (seperti ortho-ku di inggris sini) - ada malah ortho amatir pinggir jalan itu. rata-rata di indonesia pasti pada rangkap profesi dari dokter gigi, lalu sekolah lagi dan bersertifikat menjadi ortho, jadi bisa praktek dobel. jadi adanya dokter gigi saja (tidak bersertifikat untuk pasang kawat), dokter gigi yang merangkap ortho, dan ortho amatir pinggir jalan tadi :-D

karena pilihannya ternyata cuma ada dua, antara pasang kawat ke dokter/ortho atau ke ortho amatir, tentunya ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.

note tambahan: ada saran dan info menarik yang sangat bermanfaat dari pembaca kawat gigi 2, kalau mau pasang behel yang terjangkau harganya, tapi pengin kualitasnya terjamin dan minimal ga ditangani ortho amatir pinggir jalan, sempat aku singgung juga di atas yang harganya cuma 5 jutaan itu, coba datangi Fakultas Kedokteran Gigi di universitas terdekat di kota masing-masing. istilahnya, menyodorkan diri untuk jadi kelinci percobaan praktek para mahasiswa, hehe. selain penanganannya lebih jelas dari segi keilmuan, juga sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. mahasiswa FKG dapet pasien untuk ditangani dan diuji coba, kitanya bisa pasang behel dengan harga terjangkau dan gigi jadi lebih bagus susunannya :-) monggo, dicobaaaaa..... (updated: 3 nov 2013)

kalau mau yang hasilnya terjamin pasti dan puas, pilihlah yang profesional (dokter/ortho). konsekuensinya, ya bayar agak mahal lah. pan sekolah dokter gigi juga ga murah hehehe. kalau mau murah meriah dan tidak berharap banyak dengan kualitas akhir, ya boleh lah nyoba yang di pinggir jalan itu. aku sendiri kurang tahu dan ga pernah tahu para tukang gigi amatir yang buka praktek di pinggir jalan ini status resminya bagaimana.

apakah mereka pernah kuliah kedokteran gigi? apakah mereka cuma kursus pasang bongkar kawat gigi? apakah mereka menjalani ujian dulu sebelum buka praktek dan punya sertifikat dari dinas kesehatan? apakah peralatan mereka lengkap, ada sinar-X, ada alat pencetak gigi, ada komputer untuk merancang pergerakan gigi? apakah mereka bisa diandalkan dan dipercaya? apakah mereka legal secara hukum? ga tauuuuuu #hehehe

yahhh, masa jawabnya gitu... oke deh, aku google bentar yah, belajar dulu. eh, nemu dua tautan ini (link 1 dan link 2), masih baru sih ini berita tahun kemarin, jadi ga basi-basi banget lah. aku rangkum saja yah beritanya. para tukang gigi amatir ini buka praktek resminya harusnya cuma untuk membuat gigi palsu saja, saudara-saudara. tapi pada kenyataannya, ternyata-oh-ternyata, mereka juga menawarkan jasa nambal gigi, cabut gigi, dan pasang behel! jadi mereka itu tidak hanya ortho amatiran, tapi juga merangkap profesi sebagai dentist dan juga ortho profesional haha, hebat sekali! tanpa kuliah kedokteran gigi lho ini :-)

tapi sejak pertengahan tahun lalu, rupanya dinas kesehatan indonesia mulai melakukan penertiban. bagus deh. dinas kesehatan mengeluarkan larangan bagi para tukang gigi amatir ini untuk buka praktek secara ilegal dengan menawarkan jasa-jasa yang mereka tidak punya keahlian untuk melakukannya. larangan tersebut adalah sebagai berikut (aku kopas dari salah satu berita):

1. dilarang melakukan penambalan gigi dengan tambalan apapun
2. dilarang memasang gigi tiruan cekat, mahkota
3. dilarang menggunakan obat-obatan yang berhubungan dengan tambalan tetap atau sementara
4. dilarang melakukan pencabutan gigi dengan atau tanpa suntikan
5. dilarang melakukan tindakan medis
6. dilarang mewakilkan pekerjaan pada siapapun

eh tapi kalau dipikir-pikir lagi kesian juga sih. mereka juga ternyata protes dan melakukan demo karena keluarnya larangan dari pemerintah tersebut. beberapa memang sudah sangat mengandalkan pengalamannya yang berpuluh-puluh tahun dan mengklaim tidak ada keluhan dari pasien meskipun dia sebenarnya bukan dokter tapi melakukan tindakan medis. yah susah juga kalau begini. jasa mereka kan murah dan terjangkau oleh masyarakat kelas bawah. kalau mereka dilarang beroperasi, ya kesian masyarakat miskin kan, mana mampu mereka berobat ke dokter gigi beneran. mahal bok!

tapi kalau dibiarkan, masyarakat miskin juga yang harus menanggung resiko jika terjadi mal praktek karena penanganan kesehatan gigi dilakukan oleh amatir yang tidak berpengetahuan dasar kedokteran gigi atau ortho profesional. maju kena mundur kena deh! pasang behel di tukang gigi amatir ini murah sih, aku dah sebut ya di atas, cuma sekitaran 3 - 4 jutaan saja (kata temen). lalu bagaimana masalah kualitas? nah ini yang aku mau cerita dikit.

berdasarkan pengalaman temanku tadi, jenis behel yang dipasang memang jenis yang murah meriah. terus katanya, kalau kontrol ga perlu repot datang ke tempat praktek. bahkan dia bilang, kita boleh beli aksesoris seperti kawat dan karet elastis berbagai jenis dan ukuran, supaya kita bisa mengganti kawat dan elastis sendiri di rumah. do-it-yourself gitu deh. harga aksesoris ini juga murah meriah. tapi kata dia juga, meski udah pakai behel selama hampir 4-5 tahun, prosesnya berjalan sangat lambat sekali, dan hasil akhirnya juga kurang memuaskan tentu saja.

bisa nebak kan sekarang kenapa? hehehe. curigaku sih, karena tukang amatir ini alatnya kurang lengkap, mereka agak kesulitan melakukan penataan gigi seperti halnya yang dilakukan ortho-ku yang menggunakan bantuan komputer canggih dengan tingkat presisi tinggi untuk mendesain ulang posisi gigi-gigiku. jika behel tidak dilem di titik yang tepat di tiap-tiap gigi (titik berat permukaan), maka proses penarikan gigi tidak akan sempurna. nah, kalau tukang amatir pakai ilmu kira-kira, ya mungkin rapi tidaknya hasil akhir juga kira-kira lah ya.

tapi ya ga bisa protes juga sih, wong ya dari awal pasang kawat bahan yang dipakai dan penanganannya tidak dilakukan oleh seorang profesional, ya hasilnya kurang profesional juga. kalau kitanya merasa hepi-hepi saja dengan hasilnya yang ga begitu bagus sih, ya monggo silakan pakai jasa tukang gigi amatir ini.
woahhhhh *tepok jidat*, tiba-tiba jadi inget postingan lamaku sinis bin nyinyir, di mana aku nulis cerita tentang seorang 'mantan' teman (kubilang 'mantan' karena aku dimusuhi dan ga disapa lagi lho sekarang wuahahaha) - teman ini bukan yang cerita soal do-it-yourself di paragraf di atas yah, ini teman yang lain lagi - yang sempat mengatakan hal-hal yang kurang mengenakkan di telingaku ketika aku baru pasang kawat gigi. aku tadinya ga berprasangka buruk ketika ia mengatakan hal itu, tapi baru sekarang aku sadar!!! doh, kenapa ga dari dulu-dulu ngeh-nya. jadi dia bilang gini, kawat gigiku ga akan berhasil, karena dia aja udah pernah pakai 5 tahun tapi gagal (tetep tonggos), karena dia mengkategorikan umur kami berdua sudah terlalu tua untuk merapikan gigi! beuh....

sekarang aku yakin seyakin-yakinnya, dia dulu pasti pasang behel-nya di salah satu tukang gigi amatir pinggir jalan ini, ya pantesan sampe pake 5 tahun masih gagal pulak huahahahahahaa....aku kan pasangnya di ortho profesional di inggris, bayarnya mahal, behelnya jenis mutakhir, cuma butuh 2.5 tahun saja, kualitasnya terjamin dan bergaransi. lihat donk hasil akhirnya sekarang di postingan kawat gigi 2 :-D #masih dendam lhoh aku, jahat yah #yoben #sape suruh ganggu macan hamil ..eh macan tidur ;-p
4) setelah copot kawat gigi, lalu apa?

pakai retainer!

ada satu pertanyaan dari pembaca kawat gigi 2, yang menanyakan bisakah posisi gigi kembali ke posisi semula setelah kawat gigi dicopot? jawabnya bisa, dan ini harus dicegah! makanya setelah kawat dicopot, wajib pakai retainer. apa itu retainer, apa fungsinya dan apa konsekuensinya kalau tidak rajin dipakai? mari kita bahas. ini bahasan terakhir ya, sudah kepanjangan kesian mata kalian baca tulisan banyak-banyak, pasti sudah pada berair matanya sekarang hehehe.

retainer adalah alat buatan (bentuk fisiknya mirip-mirip gigi palsu gituh), yang fungsinya untuk menahan posisi gigi supaya tidak bergerak dan tetap pada tempatnya. biasanya dipakai sebelum (jarang denger sih) dan sesudah perawatan gigi untuk membantu proses penataan posisi gigi. kalau tidak pakai alat ini, posisi gigi yang sudah rapi setelah pemakaian kawat gigi yang cukup lama, dikhawatirkan gigi bisa kembali ke posisi semula.

aku sebenarnya sudah bahas sedikit sih di komen postingan sebelumnya menjawab pertanyaan salah satu pembaca mengenai konsekuensi kalau retainer tidak dipakai dengan disiplin. tapi ga papa aku ulas lagi sedikit ya meski isinya ga beda jauh.

setelah kawat gigi dicopot, tergantung masing-masing orang, gigi ada yang bergerak kembali ke posisi semula dengan cepat, ada yang lambat, tapi ada juga yang tidak bergerak lagi alias posisinya sudah  permanen ga berubah-berubah lagi (tetep rapi), karena kondisi gusi dan jenis gigi tiap individu berbeda-beda, ada yang kuat ada juga yang gampang goyah. mereka yang memiliki kondisi gusi kurang sehat karena sesuatu dan lain hal sehingga gigi-giginya gampang goyah, setelah copot kawat gigi kemungkinan giginya untuk balik lagi ke posisi awal lebih besar daripada mereka yang bergusi sehat dan bergigi kuat. untuk mencegah posisi gigi yang sudah selesai dikawat kembali ke posisi semula, setelah perawatan selesai pasien diwajibkan memakai retainer.

jenis retainer setahuku sih cuma ada dua macam, harganya juga beda. jenis yang tradisional bentuknya plastik berkawat bisa dipasang copot, dan mirip gigi palsu. kalau dipakai plastik penyangganya nempel di langit-langit mulut. fungsi kawat itu untuk menahan posisi keseluruhan gigi supaya tidak gerak ke mana-mana lagi setelah dirapikan dengan kawat gigi selama kurun waktu tertentu. contoh gambarnya seperti ini.

model yang kedua adalah model moulding/cetakan seperti punyaku. model ini jika dipasang ke gigi seperti pasang sarung bantal gitu deh, tinggal didorong ke arah gigi lalu klik, nempel deh (mirip penataan gigi dengan metode invisalign). dan karena rata-rata bahannya transparan/bening, jadi ga kelihatan kalau kita sedang pakai retainer. contoh gambarnya seperti ini.


pemakaian retainer lamanya bervariasi, kembali lagi tergantung kondisi gigi dan gusi si pasien. seorang temanku ada yg kudu pakai retainer sampai tahunan tapi giginya tetap gerak lho, berusaha balik lagi ke posisi semula. sementara di kasusku, setelah pakai tiap hari, aku langsung loncat ke pakai seminggu sekali, abis itu copot total, gigiku tetap tidak goyah. total cuma pakai retainer selama 6 bulan dan sekarang sudah ga perlu pakai lagi, lepas total.

bagi kalian yang punya gigi gampang goyah, pakai retainer-nya memang lama, kudu sabar tiap malam musti pakai selagi tidur mungkin sampai berbulan-bulan, lalu pelan-pelan pakai seminggu sekali sampai berbulan-bulan lagi, lalu mulai pakai agak-agak jarang, baru akhirnya tidak pakai sama sekali kalau sudah yakin gigi yang sudah rapi ga bakal gerak lagi ke mana-mana.

masalah terbesar dengan pemakaian retainer adalah masalah disiplin terhadap diri sendiri. karena bisa dicopot dan dipasang sendiri, kadang bikin kita jadi kurang disiplin, lupa, malas, dan ogah-ogahan, karena memang di mulut rasanya kurang nyaman. ada yang ngeganjel gitu deh. karena kurang disiplin inilah, banyak yang giginya kembali lagi seperti semula karena malas pakai retainer setelah kawat dicopot.

sayang kan yah, padahal sudah melalui perjuangan panjang sejak gigi-gigi dicabut, lalu ditarik sana sini, ngilu berhari-hari, habis uang banyak sampai ga bisa lagi ntraktir temen #eh. lalu cuma gara-gara malas pakai retainer, gigi yang sudah rapi jadi ga rapi lagi deh. mau pasang kawat lagi buat ngerapiin lagi? ya kudu bayar lagi lah, 'mang enak! hahahaha....

o ya nambahin dikit, setelah kawat dilepas, jangan lupa juga buat ngebersihin gigi dari plak dan karang gigi yang susah dibersihkan hanya dengan sikat dan benang gigi selama bertahun-tahun karena terhalang oleh behel dan kawat. kalau setelah copot kawat gigi plak dan karang gigi yang menahun tidak segera dibersihkan ke dokter gigi, dikhawatirkan akan mempengaruhi kesehatan gusi dan menyebabkan gigi gampang goyah. dan ini akan berpengaruh terhadap pemakaian retainer. kalau dokter dan ortho-nya rangkap profesi, pasti mereka akan menyarankan hal yang sama, atau bisa jadi setelah copot kawat, si dokter otomatis langsung ngebersihin plak kalau sudah termasuk harga paket :-)

5) FAQ (frequently asked questions)
Q: apakah pakai kawat gigi itu sakit?
A: sakit sih engga, kalau ngilu-ngilu iya (sama aja itu mah yah hihi). tapi no pain no gain, jadi maju terus pantang mundur yah...


Q: apakah dengan memilih jenis kawat gigi yang mahal sudah pasti dijamin hasilnya bagus?
A: ya belum tentu. tapi kemungkinan besar semakin mahal harganya semakin terjamin keberhasilannya, meski kudu hati-hati juga jangan milih yang mahal-mahal tapi ternyata kualitasnya tidak setara harganya, ketipu itu namanya hehehe


Q: apakah bisa ganti karet dan kawat sendiri di rumah?
A: bisa saja sih tapi lebih baik serahkan pada yang profesional yah, supaya hasilnya juga mantab. apalagi kalau cek-up nya sudah termasuk harga awal. kalau masih bayar lagi sih, ganti sendiri di rumah mungkin lebih irit, asal tau ilmunya saja ya, diameter kawat mana yang kudu dipakai, tingkat elastis karet mana yang kudu dipasang dll. jangan pakai jurus ngawur, ntar hasilnya juga ngawur ;-p


Q: apakah boleh tetap berolah raga ketika memakai kawat gigi?
A: tentu boleh, asal pakai alat pelindung gigi yang bisa dibeli terpisah


Q: apakah aman pakai kawat gigi selagi hamil? (mentang-mentang yang ngetik lagi hamil ;-p)
A: (katanya sih) aman-aman saja, asal tidak mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit yang bisa mempengaruhi pertumbuhan janin

*tamat setamat-tamatnya*

BAGI KALIAN YANG TIBA-TIBA PENGIN NANYA SESUATU SETELAH BACA POSTINGAN INI, EITTT! TUNGGU DULU. BACA DULU POSTINGAN KAWAT GIGI 4 YANG ISINYA frequently asked questions, PERTANYAAN-PERTANYAAN YANG SUDAH SERING DITANYAKAN DAN SUDAH DIBAHAS. SILAHKAN MELUNCUR KE SANA.




.:kalau kamu suka artikel di atas, mungkin kamu suka ini juga:.

112 comments:

  1. Aku lg pakai kawat gigi juga. Pakai damon yg biasa bukan transparan. Pasang di orthodonti dgn biaya 17 juta. Wkt awal aku tdk bertanya detail krn dokter giginya teman. Ternyata selain biaya kontrol 300 rb per bulan, biaya pmbersihan karang gigi, dan pncabutan gigi dikenakan terpisah. Biaya ca ut gigi 300 rb per buah. Yg akan dicabut 4. kalau ditotal lumayan juga. Tp susunan gigi mulai rapi. Gigi yg maju mundur dan saling tindih mulai masuk. Meski blm dicabut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih info mengenai biaya pasang Damon-nya :-) makasih juga sudah sharing biaya-biaya tambahan lain yang pastinya akan sangat bermanfaat buat mereka yg pengin pasang kawat di indonesia. goodluck yaaaaa, pasti hasil akhirnya akan memuaskan, semangat!!!!

      Delete
    2. @anonymous and @nayarini: aku tanya dengan yang lain harga pasang damon behel kisarannya 12-14 juta. boleh tau gak email km? saya mau dengar pengalaman kamu

      Delete
    3. ini @anonymous nanya emailnya @anonymous? orangnya sama apa beda ya? jadi pusing, hihi

      Delete
    4. Hai, aku mau share aja. Kalo aku pasang behel yg standard. harganya 3.5 juta. Dokternya menyediakan sikat gigi dan wax yg bs dibeli di tempat, masing2 harganya 50.000.

      Biaya cabut gigi per buah 45.000. Abis cabut gigi, beli obat seperti antibiotik dan vitamin untuk konsumsi sekitar 3-5 hari 55.000 dan biaya kontrol+ganti karet 100.000 ditotal (kalo lg ada gigi yg dicabut) sekali kontrol 200.000. Kalo sudah tidak ada gigi yg dicabut 100.000 per kontrol berarti. Kontrol biasanya 1 bulan 1x atau 3 minggu 1x. Tergantung waktu pribadi masing2 :)

      Menurutku, kalo emang gigi km ga berantakan2 amat, misalnya cm satu dua gigi yg agak nindih, ga perlu pake behel. Sayang aja uangnya, perawatan mungkin dilakukan selama sekitar 2 tahun. Kalo ditotal biayanya mencapai 6-7 jutaan. Mending buat nabung biaya pendidikan :) hehehe.

      Delete
    5. hi rizky, makasih banget ya sudah mau berbagi info juga. mudah-mudahan bermanfaat buat yang lain yang masih bingung soal biaya pasang kawat gigi di indonesia :-)

      Delete
    6. kak kalok udah umur 20 thn kira2 masih bisa mundur g ya giginya?

      Delete
  2. hai mau nanya dong, kaka pasang retainernya yg full dipake 24 jam itu kira2 sampe berapa bulan ya? aku udah make retainer 3 bulan dan barusan retainernya ilang, jadi khawatir takut gigi balik ke semula :"

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku pake 6 bulan-an, ga 24 jam koq, kan kalau makan dicopot hehe... trus setelah beberapa bulan gitu aku dulu cuma pake kalau malam tidur doank, trus setelah 6 bulan lepas total ga pake lagi. kadang2 masih dipakai sih buat mastiin giginya ga gerak ke mana-mana. kalau gigimu kaeknya udah kokoh posisinya ya gapapa sih ga pake, tapi mending minta cek ke orthonya deh biar mantab :-)

      Delete
  3. Mau nanya dong....aku udh pake retainer selama setahun. Sekarang retainerku retak..aku pake retainer yg model transparan kayak punya mu...mo mulai g pake retainer msh tkt...klo hub dokter orthoku psti bkn lg dan mahal....kira2 diapain ya solusinya?please help...thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi Vony. kalau gigimu udah fix ga gerak-gerak lagi ga usah pakai retainer gapapa sih. tp kalo masih goyang ya emang kudu bikin retainer baru. emang perlu duit lagi tp daripada giginya gerak lagi ntar perlu pasang kawat lagi kan lebih murahan ganti retainer yg retak, ya kan? :-)

      Delete
  4. hai ka, nanya dong. saya baru sebulan ni pake behel, tp baru sebulan karet udah lepas satu, dan yg terakhir ring juga goyang. masang behelnya dijakarta, dan sekarang lagi dinas luar kota (ambon) jauh ya? haha.. saya ganti karet dan benerin ring diambon jadinya, bukan sama dokter yg sebelumnya.. wajar gak ka sebulan udah kek gitu? terus bedanya karet yg satu2 sama karet yang nyambung apa? pengaruhnya bagaimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Galang, material yg dipakai oleh ortho pasti bervariasi, ada yg bagus ada yg kurang bagus, ada yg mahal ada yg ekonomis. demikian jg jenis karet atau ring.pasti ada banyak di pasaran dg kualitas yg beda2. jadi tingkat elastisitas, kelenturan dan keawetannya beda juga. mungkin yg dipakein ke kamu itu bs jd elastisitasnya kurang jd sebulan udah molor dan copot. atau mungkin diameter yg dipilih kegedean jd longgar. beda karet yg satu2 ama nyambung, beda fungsi. yg nyambung kan narik giginya bareng2 atau serentak, supaya geraknya bs bareng juga jadi rapi, kayaknya gitu dr pengalaman make. kalo yg satu2 fungsinya narik gigi tertentu di titik tertentu saja, jd individual. dulu aku jg pake yg ini buat nambah kekuatan karet nyambung biar gap abis copot gigi cepet nutup. intinya kekuatan behel ada di karet. makin bagus kualitasnya rapinya makin cepet, tapi makin ngilu sih, hehe :)

      Delete
  5. Hai Nayarini,
    makasih infonya, lengkap bangetttt.. saya lagi cari referensi ortho di jakarta yang bagus dimana ya? mau pasang damon juga.. mohon infonya ya.. thank you :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, makasih kalau infonya bermanfaat. mengenai ortho di jakarta, mohon maaf ga bisa kasih referensi karena sudah lama ga tinggal di tanah air. tapi mudah-mudahan saran ini bisa membantu. coba tanyakan ke dokter gigi langganan. dari sana, biasanya si dokter akan memberikan beberapa referensi nama dan tempat praktek. setelah itu, bisa dikunjungi satu persatu untuk investigasi tarif, dan lain-lain. good luck yaaaa...

      Delete
  6. Hai mbak nayarini.. Utk retainer invisible apakah warnanya akan berubah jadi kuning setelah pemakaian lama? Trims.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Dhira, yg aku punya ga berubah warna sama sekali tuh, masih bening sampe sekarang, udah lebih dua tahun umurnya :)

      Delete
  7. Wah masih dibales comment-nya :D. Iya saya Insya Allah lepas behel permanen januari besok.. Dan excited bgt pake yg bening hihi. Terima kasih infonya mbak :)

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  9. aku baru sebulan pake behel, aku pake yg SWLF synergy dokter yg rekomendasiin katanya bagus dan harga terjangkau, biaya pertama rontgen 250rb cetak gigi 150rb biaya pasangnya 7jt terus aku harus cabut 4gigi 1 gigi 250rb, tiap kontrol 150rb tapi aku sering dapet diskon karna kenal dokternya, dulu pernah 1 tempat kerja si rumah sakit hihihi

    aku sekalian nanya kak waktu yg diperlukan buat ngisi space kosong setelah cabut gigi berapa lama ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo, makasih infonya tentang behel mudah2an bermanfaat buat yang lain. ngisi space kosong minimal butuh sekitaran 6 bulan baru kelihatan bedanya. biasa behelnya dipake sampe 1.5-2.5 tahun atau lebih lama tergantung kasus per kasus, supaya posisi gigi yng geser bisa mantab sebelum behel dilepas. aku dulu 2.5 tahun juga :-)

      Delete
  10. mau hasil bagus harus sabar jadi sesakit dan selama apapun harus teteup semangat hehehe

    ReplyDelete
  11. Kak, aku mau minta pendapat bole ya, uda hopeless banget ni T^T
    Jadi aku uda pasang behel satu setengah taun yang lalu, ngga parah2 amad si, cmn gingsul dan 1 gigi depan yang maju. Setelah 8 bulan dirapihkan, emank rapi sih tapi sekarang jadi maju gt gigi depannya haduh.. waktu itu dicabut cuman 1 gigi di blakang taring dan 1 di bawah.. soalnya yang kanan emang uda pernah dicabut lama banget.
    Sekarang dokternya bilang uda ga ada space buat mundurin, bisa jadi gigi geraham ke 1 kiri kanan dicabut buat space. Padahal gigiku ga ada bolongnya. Jadi apakah musti cabut geraham kah? takuttttt... atau konsul ke dokter ortho lain?

    Thx ya kak sebelumnya :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Helooo, boleh aja kalo cm pendapat mah gratis hehe. Menurutku gigimu skrg maju karena tadinya gingsul jadi rata, pas gingsul kan gigi posisinya off track, begitu dipaksain rata butuh space banyak. Kalo emang setelah pengurangan pertama masih tonggos, ya gpp dikurangin lagi aja yg geraham kecil. Gpp kok hilang gigi banyak yg penting rapi. Kalo dah rapi ga kliatan bekas ompongnya. Gigiku aja tadinya 32 skrg cuma tinggal 23, tp ya emang butuhnya cuma segitu biar rapi dan cakep. Buat apa gigi banyak kalo bikin ga cakep hihi

      Delete
    2. itu pengurangannya sekaligus atau ada rentan waktunya???

      Delete
    3. kalo yg harus dikurangi kanan kiri, harus satu-satu ga bisa sekaligus, nanti ga bisa makan

      Delete
  12. hi ALL,
    aku mau pasang behel dan sudah nanyak ke dokter gigi,
    tapi dokternya bilang ga bisa karena tulang gusiku sudah memang bentuknya tidak bisa di rubah lagi, benar gak ya????
    apakah behel bisa diaplikasikan untuk mengatasi semua masalah gigi tonggos???
    atau memang adakah masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan behel???
    Mohon Pencerahannya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo yg maju GIGI-nya, bisa dimundurin pake behel. kalo yang maju GUSI-nya (rahang) ga bisa diatasi pake behel tapi kudu operasi rahang. ini operasi serius dan mahal banget dan sepertinya ga perlu. semoga membantu

      Delete
  13. Hi...say aku mo nanya boleh ya...kebetulan 1 minggu lalu aku baru lepas bracesku jadi retainer ku blm jadi ...eeh gigiku malah udh mulai ada yg keluar dri jalur alias mulai bergeser. Nah yg jadi pertanyaannya say...apa pergerakan kecil kayak gitu dapat di ratakan lagi gak sama retainernya nanti. Demikian say pertanyaanku * lagi galau abiizz niihh. Mohon jwbnnya ya say..thank u...😊😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Nabilla, tentu saja nanya boleh saja. yang aku heran kenapa dokter giginya nyopot behelnya sebelum retainernya siap? kalo aku dulu begitu behel dicopot, langsung cetak bikin retainer, cuma nunggu 2 jam retainernya udah jadi dan siap pakai. pulang pas hari itu juga tanpa behel dan langsung pake retainer, jadi giginya ga dikasih kesempatan untuk geser.

      di kasusmu, kalo nyetak retainernya segera setelah behel dicopot, nanti kalo retainer dipake, yang geser bias rata lagi, asal gesernya ga gitu banyak dan retainernya pas. retainernya emang jadinya berapa lama kata dokternya?

      Delete
  14. Hai....
    Saya senang dengan artikel yang kamu tulis. Banyak dan terperinci.
    Kamu sepertinya banyak tau soal behel hingga rincian2nya.
    Saya adalah salah satu orang yang memasang behel dengan jasa ahli gigi di pinggir jalan. Saya sengaja menggunakan behel karena pada rahang atas ada gap dan rahang bawah tidak beraturan. Pemasangan behel saat saya kelas 1SMA semester 2 (umur saya 15 tahun) Perubahan terjadi sangat cepat. Dalam waktu 1 tahun 3 bulan, gap pada gigi saya sudah tidak ada dan gigi gigi di rahang bawah sudah rapi. Saya biarkan hingga saya sekarang kuliah (19 tahun, tingkat 1 semester 2). 2 bulan belakangan ini dudukan behel saya di rahang atas; taring, 2 geraham di belakang dan gigi seri seringg lepas. Dalam 1 minggu ini saya sudahke ahli gigi 2 kali. Dia menyarankan untuk dipasang retainer . Pertanyaan saya:
    1. Bisakah saya memasang retainer di dokter gigi saja?
    2. Maukah dokter gigi memasangkan retainer setelah mengetahui riwayat perawatan gigi dari "ahli gigi amatiran" seperti yang kamu katakan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Agma
      Kamu beruntung ya dapet ahli gigi yang bagus hasilnya meski bukan ortho. Tapi kenapa sudah 4 tahun ga dicopot saja? Katanya giginya sudah rapi dan gap-nya sudah rapi. Buat apa behelnya dibiarkan? Kan sudah ga ada fungsinya lagi. Apalagi sekarang malah sering lepas. Kalau perawatan sudah selesai harusnya ya dicopot. Baru setelah itu bisa pake retainer.

      Ngejawab pertanyaanmu, aku ga tau apa dokter gigi bisa dan mau pasang retainer meski riwayat perawatannya bukan di situ. Secara teori sih harusnya bisa saja. Untuk lebih pastinya, coba saja dating ke salah satu dokter gigi terdekat dan ceritakan masalahmu. Kalo mereka ternyata ga bisa ngasih servis yang kamu butuhkan, mungkin mereka bisa merekomendasikan dokter gigi lain yang bisa?

      Intinya, coba aja dulu. O ya, kalo ahli gigi yang masang behel kamu memang bagus, kenapa ga minta copot di sana saja sekalian minta retainer? memang secara umum ahli gigi (pinggir jalan) kurang bisa dipercaya seperti halnya ortho resmi. Tapi kalo memang ada yang bagus, ya sah-sah saja. Amatiran ga semuanya jelek kok, yang bagus juga ada. Cuma ya mujur-mujuran dapetnya. Makanya pemerintah mencoba menertibkan mereka.

      Goodluck ya dengan retainernya semoga masalahmu bisa teratasi :-)

      Delete
  15. Mba mau nanya nih
    Kalo braces yang bening ntar bisa berubah ga warnanya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. jawabannya ada di sini :-) http://www.nayarini.com/2015/05/kawat-gigi-4.html

      Delete
  16. Mbak, sebulan lagi saya mau lepas behel. Dokternya ngasih pilihan mau pake retainer yg clear atau yg wire. Kl dari segi menahan bentuk gigi, kira2 mana yg lebih baik ya mbak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dua duanya sama fungsinya kok, yg beda paling tampilan saja. Yg kawat kelihatan kalo dipake meski ga separah behel hehe, tapi yg clear lebih preferable kalo peduli penampilan :) Dari segi menahan bentuk gigi sama saja.

      Delete
  17. gigi udah nampak rapi pada bulan ke berapa mbak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. minimal setelah 6 bulan. antara bulan ke 6 - 12 lah

      Delete
  18. Mbak cenayang, saya pun nyasar kemari. Saya masuk dalam kelompok 2 yg miskin dan tak terurus lalu menabung dg segenap hati demi mempercantik penampilan diri. Besok saya pergi rontgen, sudah dapat surat rujukan.. semoga tidak banyak kendalanya, semoga 2.5thn sudah bisa senyum pepsodent. Sekali lagi terima kasih utk sharingnya, sungguh bermanfaat. Salam hangat utk mantan temannya. khik3x..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha kok namaku jadi mbak cenayang sihhh, gpp dink mirip2 dikit. Wahhhh senang sekali akhirnya impiannya akan jadi kenyataan, semangat yaaaa. What?! Mantan temen yg itu? Ogah ahhhh, Salam aja ndiri sana bwahaha

      Delete
  19. hi cay mau tanya...aq baru pasang kawat gigi 3blnn...ats ny doank....kalau mau dilepaz skrng2 kira2 ada negatif ny gak y buat gi2 aq...aq masang kwt gi2 krn agak renggang az gi2 bag ats...trz lepas kawat gi2 ttl sakit gak sh pas lepas bagian besi yg nempel ke lem n ngilangin lem ny....soal ny prnh nganterin tmn ada biji behel ny yg lepas...aq liat pas lepasin lem ny dicatut gt kyk smcm tank...aq liat dia ksakitan....jd aq agak takut ni pngn lepaz behel scara ttl...apa lg baru 3bln pasang....slh2 nnt gi2 aq leps smua lg...huhuhu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Tevy. Paling sakit emang pas dicatut pake tang itu. Aku udah cerita di kawat gigi bagian 2. Tapi ga sampe lepas lah giginya hahaha

      Delete
  20. Hai mba Naya salam kenal,
    Menarik sekali tulisannya, terlebih buat saya yg baru pasang kawat gigi. Hehe
    Seneng banget nemu tulisan ini. Ini jujur loh mba Naya :)
    11 Desember 2015 lalu ( baru 2 hari :D ) saya baru pasang kawat gigi nih #senengbanget
    Oh iya saya sendiri skrg bekerja sbg buruh ( ga ada yg nanya ya mba hehe) di negeri ginseng.
    Pengen banget pasang kawat gigi karena saya ga pede dgn penampilan gigi saya yg terlalu maju ( kasusnya mirip seperti mba Naya kayaknya sih, hihi)
    Nah 2thn tinggal di sini, tanya-tanya sama orang sini dan browsing sana sini akhirnya saya putuskan tuh utk pasang kawat gigi tentunyan setelah melakukan pertimbangan biaya.
    Karena jujur buat saya mahal bgt kalo harus ngeluarin biaya segitu, belum biaya kontrol bulanan dan tambahannya.
    Saya pake Clippy-C dgn harga 4.3jt won (kurs sekarang 55jt rupiah lebih) berhubung baru 2 hari jd yg terasa masih ngilu karena penarikan nih. Utk biaya kontrol sekali dikenakan 50rb won (600ribu rupiah), saya diwajibkan sebulan sekali utk kontrol. Dan kata dokternya utk kasus gigi saya memakan waktu 2.5tahun lebih.
    Gigi saya jg harus dicabut 4 buah, 2 atas 2 bawah (sakit ngga sih mba dicabut giginya hehe). Jadi kira-kira saya harus mengeluarkan 5.8jt won (68-69jt rupiah) selama proses pemakaian kawat gigi.
    Terasa mahal tp ini saya jadikan investasi masa depan saya, masa depan senyum pepsodent heheh
    Semoga kedepannya lancar seperti mba Naya,
    Trimaksih atas tulisannya mba Naya. Sangat memotivasi saya agar tetap semangat dan konsisten supaya bisa dapet senyum pepsodent seperti mba Naya... ��✌��️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anyeonghaseyo Nofi Triono, hehe. Koreanya di sebelah mana. Halah cuma pernah sekali doank ke sono padahal hehe. Ya sapa tau ntar aku bisa jalan jalan ke Korea makan samgyetang lagi kan hehe. Kok jadi bahas Korea sih ga nyambung gini.
      Selamat ya akhirnya impianmu sebentar lagi terwujud. 2.5 th ga lama kok dibanding masa tonggosnya ya kan. Nasib kita mirip2 gitu yah kudu kerja keluar negeri dulu baru bisa ngerapiin gigi hihi.
      Moga2 prosesnya jg lancar kayak aku ya. Kalo dah senyum pepsodent ntar kabar kabari yaaaa. Semangatttt!!!

      Delete
    2. Ne Annyeong Haseyo Nuna ^^
      Kebetulan saya terdampar di Provinsi Gyeongsang Selatan tepatnya di kota Daegu (mungkin pas mba Naya ke Korea sempat mampir ke Daegu nih)
      Kalo ke sini kabar-kabar saja nanti makan samkyetang bareng ^^ (walopun saya ga suka makanan ini hihi}
      Iya sih dibanding tonggosnya yg sudah belasan tahun semoga saya bisa melewati fase 2.5thn ini dan semoga impian gigi pepsodent bisa terwujud ^^ aamiin...
      Iya nih mba sama persis, mulai kasus gigi sampai bisa pasang kawat gigi. Makanya mau ngucapin makasih banyak buat mba Naya karena tulisan ini sungguh sangat memotivasi saya.
      Siap laksanakan, semangat juga buat mba Naya dan sukses selalu.
      Kabar-kabar kalo melancong ke Korea ya ^^

      Delete
    3. siappp... jadi makin semangat nih pengin ke Korea lagi :-) *intip dompet dulu* haha
      aku suka samgyetang karena ga suka kimchi! mungkin yg suka kimchi ga doyan samgyetang karena hambar kali yah hihi. kimchi terlalu 'kuat' rasanya aku ga suka :-p ya namanya juga selera hehe.
      salam sukses juga :-)

      Delete
  21. Ne Annyeong Haseyo Nuna ^^
    Kebetulan saya terdampar di Provinsi Gyeongsang Selatan tepatnya di kota Daegu (mungkin pas mba Naya ke Korea sempat mampir ke Daegu nih)
    Kalo ke sini kabar-kabar saja nanti makan samkyetang bareng ^^ (walopun saya ga suka makanan ini hihi}
    Iya sih dibanding tonggosnya yg sudah belasan tahun semoga saya bisa melewati fase 2.5thn ini dan semoga impian gigi pepsodent bisa terwujud ^^ aamiin...
    Iya nih mba sama persis, mulai kasus gigi sampai bisa pasang kawat gigi. Makanya mau ngucapin makasih banyak buat mba Naya karena tulisan ini sungguh sangat memotivasi saya.
    Siap laksanakan, semangat juga buat mba Naya dan sukses selalu.
    Kabar-kabar kalo melancong ke Korea ya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. eh lupa jawab, dulu ke sana cuma ke Suwon city sama Seoul doank, itu juga dalam rangka training dikirim perusahaan bukan melancong. makanya pengin ke sana lagi tapi melancong aja. doh kapan yaaa...

      Delete
  22. Kabar-kabar aja mba, nanti aku kasih rekomendasi tempat-tempat yg harus dikunjungi hihi
    Haaaa, itu saya salah ngomong. Bukan Gyeongsang Selatan melainkan Gyeongsan Utara. Mohon maaf ^^
    Oya mba tanya dong, dulu gigi dicabut berapa bulan setelah pasang kawat dannnn apakah keempatnya serempak dicabut atau giliran?
    Soalnya kemaren tanya kapan dicabutnya katanya melihat dulu segimana perkembangannya.
    Terus berapa hari dari pasang kawat bisa menikmati nasi dan lauk pauk sewajarnya soalnya saya sendiri sampai sekarang (4hari brarti ya hihi) masih mengkonsumsi bubur dan roti yg super lembut. #gigi udah ga ngilu mba, cuma masih sedikit sakit saat menggigit

    ReplyDelete
    Replies
    1. hah? ga salah? jadi kamu udah pasang kawat tapi belum cabut gigi? kok aneh ya metodenya tukang gigi korea beda ama inggris. aku dulu cabut gigi SEBELUM pasang kawat! jadi gigi dicabut empat dulu, dua kanan atas bawah (makan pake kiri), jeda seminggu setelah sembuh baru dua kiri atas bawah (makan pake kanan). setelah gusi semua sembuh baru pasang kawat. harusnya sih gitu, ga tau kenapa kamu dipasangin kawat dulu tapi belum cabut gigi, coba nanya lagi planningnya gimana. mungkin mereka merasa sayang kali gigi sehat dicabut tapi ga papa kok buang aja kalo emang sesak rahangnya.
      butuh seminggu lebih deh buat makan biasa. mulai nasi lembek aja setelah bubur. abis itu baru nasi biasa. hehe...sabar aja ntar juga terbiasa lama-lama.

      Delete
  23. Iya mba Naya, entahlah memang begitu prosedur dokter gigiku atau emang begitu semua dokter gigi di korea.
    Tp kalo menilik gigiku antara geraham kecil (ini yg bakal dicabut nantinya karena ga dikasih braket dan emang dikasih tau jg sih bakal dicabut nantinya hihi) ada sedikit gap mba. Apa karena itu ya jd ga dicabut dulu. Jadi nunggu rada agak merapat dulu antara taring dan gerahamnya. Tp ga tau juga ding. Hehe
    Aku cuma nanya kapan dicabutnya kata suster melihat perkembangan gigi dulu. Nanti kontrol pertama tgl 12 januari 2016 coba aku tanya lagi.
    Abis seminggu udah ga sakit itu mba buat mengunyah??

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya udah diikutin aja prosedur-nya yg penting kan hasil akhir hehe. moga-moga bagus dan sukses. ya ngunyahnya pelan-pelan kan. dari bubur ama sup, pindah ke nasi lembek, trus pelan-pelan makan yang empuk-empuk aja. ya pasti agak-agak aneh gimana gitu lah pas ngunyah karena ada kawat di dalam mulut. lama2 ya terbiasa. asal ga makan yg lengket2 kayak caramel, permen, dll yg susah dibersihin. jangan minum soda juga.

      Delete
  24. Mbak Nayaa,, pagii,,,
    salam perkawatan #loh,,,
    aku mau nanya sekalian curhat nih,,,
    kan aku udah 2 taun pake behel cuma belum selesai smpe sekarang. sempet nanya ke dokterku sampe kapan pakenya... trus dijawab karena kasusku tergolong berat jadinya bisa lebih lama.
    nah kemaren terakhir kontrol itu gigi seriku dislice karena emang masih tonggos sehingga biar lebih mundur.. cuma setelah dislice itu biasanya kan dpasang ring o tapi dililit benang sepanjang gigi atas.
    apakah pernah ada yang ngalamin kaya aku? fungsinya apa ya lilitan benang itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pagiiii Neetha! salam perkawatan juga #lhoh
      aku dulu juga gigi seriku di-slice dikit-dikit kok, terutama yg bagian atas biar mundur lagi. tapi cuma ditambahin o-ring karet doank setelah pake karet berantai yg biasa, tapi ga pernah pake benang. mungkin benang itu cuma buat penguat aja kali biar nariknya makin asoy eh makin kenceng hahaha. nurut aja lah apa yang dikasi ortho, asal bisa cepet rapinya haha...
      tetep semangat yaaaa... demi gigi peps**ent!

      Delete
    2. iyaa niy,, aku mah apa aja kata dokter,,, daripada diomelin lagi hahaah,,,iyaa fighting.. demi gigi pep*****t :D

      Delete
  25. halo mba nay.. mau tanya, aku pakai behel udh 2thnan dan skrng tumbuh gigi bungsu mau di operasi tp msh takut2.. apa boleh di rontgen ya saat gigi pakai behel? Terimakasihh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi Dhewie

      kayaknya sih boleh2 saja di rontgen. ada nih foto orang di rontgen pake kawat gigi. liat di tautan ini deh.
      https://www.talisman.org/~erlkonig/misc/dr-farrah-agahi-not-recommended/

      tapi kalo masalahnya cuma gigi bungsu biasa rontgen-nya ga seluruh mulut kok, cuma di area gigi bungsunya doank. nanti kamu disuruh naruh kepingan warna putih berisi film, ke dalam mulut. trus difoto deh dari salah satu sisi pipi, jadi ga seluruh mulut.

      untuk operasinya, mungkin kalo behelnya ngeganggu akses ke gigi bungsu, dokter giginya akan nyopot kawatnya dulu sementara. setelah gigi bungsu dioperasi (diangkat), baru deh kawatnya dipasang lagi. behelnya tetep nempel ga papa.

      untuk lebih jelasnya, tanya dokternya aja, nanti prosedurnya gimana, biar jelas dan ga takut lagi.

      semangat yaaaa

      Delete
    2. Hi dewi...mau ikutan jawab bdasarkan pengalaman hehehehe
      Untuk rontgen gak masalah udab pake kawat..aku pernah disuruh foto lagi setelah gigiku udah agak rapi karena ada impaksi di bag atas jdi kudu operasi...tetep pake kawat pas operasinya...yaahh pokoknya nahan buka mulut aja pas operasi...
      Cayoo yaa...saling nyemangatin hihihi

      Delete
    3. makasih dah bantu ngejawab juga neetha :-) cayoooo

      Delete
  26. Mbak Nayaaa... Selamat siang waktu koreaaahhhh...
    Lama tidak ke sini dan sekarang pengen ke sini hiks.
    Mba Naya mau nanya dulu dipasang mini skrup tidak? Ya Allah sakit banget ini mba dipasang 4biji sekaligus. Kalo mbak naya dulu juga dipasang sakit ini kapan ilangnya kira2?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hah? Mini skrup? Enggak tuh aku ga pake itu. Mungkin kasusnya beda ya jadi kamu perlu itu. Hiks. Minum paracetamol aja sampe rasa sakitnya ilang.

      Delete
  27. Iya mbak. Katanya biar cepet gitu. Ini dr 4 yg dipasang yg sakit satu di bawah kanan. Mungkin nyenggol gigi hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiks. kalo masih tetep sakit balik lagi aja ke dokternya. harusnya semua metode pengencangan gigi itu sakit di awal2 aja setelah itu harusnya terbiasa. kalo tetep sakit mungkin iya, nyenggol gigi.

      Delete
    2. Aku sabarin mba naya sampe seminggu alhamdulillah udah ga terasa. Akunya aja yg terlalu parno kali ya heboh kesakitan sampe ga kerja wkwkwk
      Dulu dalam 3bln waktu pemasangan braket ada perubahan susuan gigi ga mba?

      Delete
    3. hahaaa lebay doank berarti kan, lol. 3 bulan blom kliatan jelas bedanya, minimal 6 bulan :-)

      Delete
    4. Ya abis sakitnya melebihin dicabut giginya mba naya makanya heboh. Hehe
      Wah harus sabar 3bulan lagi nih,

      Delete
  28. Apakah setelah pemakaian retainer selesai gigi bisa stabil tidak relaps?
    Mksih sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. @saefuloh aep: seharusnya setelah masa pemakaian retainer dinyatakan selesai oleh dokter/ortho, artinya posisi gigi sudah stabil, ga goyang lagi. jadi seharusnya sudah ga bergeser. yang perlu dipertimbangkan mungkin seiring bertambahnya usia, gigi juga berubah pelan-pelan. jadi mungkin perlu dicek sekali-kali memastikan retainernya masih muat, berarti giginya tidak berubah posisi.

      Delete
  29. hi mba naya mau nanya,. emg klo kita pake gigi palsu (terutama gigi depan) ga bs pake behel ya after that?? please" advise yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi Edna. untuk lebih pastinya nanya dokter giginya nanti ya, untuk double check. tapi tebakanku sih gini. mungkin masih bisa. masalahnya dengan gigi palsu itu kan kekuatannya ga sekuat gigi asli, dalam artian kalo dipasang behel tekanannya ga bisa disamakan dengan behel yang ditempel di gigi asli. teknik perapian gigi kan mengandalkan gaya tekan behel ke gigi dan gaya tarik kawat plus karet supaya gigi-gigi yang mau dirapikan berrgerak ke lokasi yang diinginkan. nah, gigi palsu kalo pasangnya pake teknik yg sekrup kan ga bisa gerak kayak gigi asli. gitu. mungkin kalo dokternya punya teknik lain dan dia yakin bisa ngerapiin gigi meski ada yg palsu, bisa dicoba. ga ada yg ga mungkin kan. kabari lagi nanti yah jadinya gimana, supaya yg punya kasus serupa bisa ikutan belajar pengalaman Edna :-)

      Delete
  30. Hay mbak.
    Aku mau minta pendapatnya.
    Aku udah lepas behel kira2 5 bulan yg lalu. Trus aku pakai retainer selama 1 bulan lebih. Trus aku nggak make lagi. Jadi skrang struktir giginya udah berubah. Kebetulan waktu itu dokternya udah meninggal. Jadi aku putuskan nggak makai retainer lagi. Karna aku merasa struktur giginya udah rapi. Jadi sekarang, klu mau cari dokter lain. Apakah bsa langsung pake retainer lagi atau harus ulang pakai behel dari awal?
    Mohon jawabannya mbak

    ReplyDelete
  31. Selamat siang mbak..
    Aku mau minta pendapatnya
    Aku udah 5 bulan yang lalu lepas behel. Kemudian dilanjutkan dg retainer. Tapi hanya sebulan aku memakainya, karena dokter yg merawatku meninggal dunia. Jadi karena gigiku sudah rapi ku putuskan untuk melepas retainer. Tapi sekarang struktur giginya sudah berubah. Jadi jika aku mencari dokter pengganti apakah bisa langsung memasang retainer atau harus mengulang perawatan dari awal?
    Terimakasih.. Mohon pendapatnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat siang Devi Indriani Ys. Maaf ya baru sempet ngebales.
      waduh, sayang banget giginya bergeser lagi. harusnya waktu itu jangan lepas retainer. kan ga ngaruh dokternya udah meninggal apa masih hidup, hehe. tapi ya udah terlanjur nasi udah jadi bubur.
      tergantung strukturnya berubahnya semana dulu, dan parah apa ga.
      kalo berubahnya banyak dan udah ga rapi lagi, ya mungkin perlu dikawat lagi. kali ini mungkin ga akan makan waktu lama, karena sebelumnya udah pernah dikawat sebelum bergeser.
      kalo berubahnya ga banyak, cuma dikit aja, mungkin bisa dikoreksi pake retainer. coba konsultasi lagi ke dokter gigi lain, dan ceritakan permasalahanmu. mungkin dia bisa bantu cari solusi yang paling cepat dan mudah2an paling ekonomis, supaya ga kena mahal lagi.
      kalau ada di sana ditawarkan model invisalign yang bening itu, mungkin kasusmu bisa dibenerin pake invisalign. untuk lebih jelasnya memang harus konsultasi lagi :-)
      semangat yaaa....

      Delete
  32. Haloo mbak naya, thanks a lot buat info ttg behelnya yg sangat berguna ini heheh.
    Aku mau nanya, kan sebelumnya mbak bilang kalo pasang behel di inggris biayanya udh paketan sm perawatannya juga (which is bisa dicicil) , nah kebetulan aku udh pasang behel yang dokternya bilang bisa jadi masih 1-2 tahun lagi.... hanya saja aku ingin mengajukan beasiswa lanjut studi di inggris dan kalau misalkan dapet,bisa jadi di masa itu aku masih harus pake behel.... jadi mau minta saran, apa sebenernya bisa ga ya aku lanjut perawatan disana (cuma perawatan rutin aja, ganti karet dll) dan menemukan dokter ortho yg bisa melanjutkan perawatan gigiku yg sudah berbehel ini? Kira2 harganya jadi berapa?
    Mohon bantuannya sangat karena aku jadi sangat galau gara2 hal ini hehehe
    Terima kasih sebelumnya :))
    -Tiwi

    ReplyDelete
  33. Haloo mbak naya, thanks a lot buat info ttg behelnya yg sangat berguna ini heheh.
    Aku mau nanya, kan sebelumnya mbak bilang kalo pasang behel di inggris biayanya udh paketan sm perawatannya juga (which is bisa dicicil) , nah kebetulan aku udh pasang behel yang dokternya bilang bisa jadi masih 1-2 tahun lagi.... hanya saja aku ingin mengajukan beasiswa lanjut studi di inggris dan kalau misalkan dapet,bisa jadi di masa itu aku masih harus pake behel.... jadi mau minta saran, apa sebenernya bisa ga ya aku lanjut perawatan disana (cuma perawatan rutin aja, ganti karet dll) dan menemukan dokter ortho yg bisa melanjutkan perawatan gigiku yg sudah berbehel ini? Kira2 harganya jadi berapa?
    Mohon bantuannya sangat karena aku jadi sangat galau gara2 hal ini hehehe
    Terima kasih sebelumnya :))
    -Tiwi

    ReplyDelete
  34. Hallo mbak naya , terimakasih soal blognya ttg behel yg sangat informatif :)
    Mau tanya nih mbak, kan sebelumnya mbak bilang kalau pemasangan behel di inggris sudah paketan (which is include perawatan dan bisa dicicil), nah kebetulan saya sudah pakai behel dan sepertinya harus pasang sampai 1-2 tahun lagi (karena masangnya baru)
    Hanya saja.... saya ingin mengajukan beasiswa ke inggris bulan november ini, dan apabila saya dapet dan bisa berangkat tahun depan, berarti saya masih dalam masa pakai behel.... jadi, apakah memungkinkan bisa lanjut perawatan dan menemukan dokter ortho untuk menangani perawatan behel saya disana ya? Terus harganya kira2 akan jadi berapa? Saya takut disana tidak bisa menemukan dokter ortho yg bisa lanjut merawat behel yg sudah terpasang (masangnya di negara lain lagi)
    Mohon pencerahannya mbaaaak karena saya jadi galau karena hal ini huhu
    Terima kasih sebelumnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Ralistu aka Tiwi. wah sejujurnya aku ga tau jawabannya hehe. tapi kan sekarang era digital yah. kamu nanti ke inggrisnya mau belajar di kota apa dulu. nah kalo udah tahu kotanya, coba di-google cari ortho yang deket-deket situ. trus pasti kan ada kontak email-nya dipampang di website mereka. kirimin email aja, nanya dan jelasin kasus kamu. kira-kira biaya perawatan aja berapa. pasti mereka akan jawab dengan senang hati deh. kan mau dapet pasien hehe.
      semoga berhasil ya :-)

      kalau nanti di inggris-nya deket-deket Cambridge, silakan mampir ^_^

      Delete
  35. kak mau nanya aku pake behel di ahli gigi terus kadang suka ngerasa linu gtu digusi nya kenapa yah?apakah berbahaya atau tidak makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. rasa linu pas pake behel itu wajar kok. kalo ga kuat minta obat penghilang rasa sakit dari dokter, semacam paracetamol. goodluck ya

      Delete
  36. Halo kak Naya!
    Makasih banyak info ttg perkawatan behelnya~ ngeliat tulisan perjuangan dr awal sampe selesai pake behel bikin ikutan seru sambil mesem2 gt #eh
    Sebelumnya perkenalkan, nama saya Laksita. Saya juga pakai behel (kisaran masih 2 bulanan sih hehe), dan kasusnya mirip2 kak Naya, rahang mini gigi gede2 alias kebanyakan jadinya hahaha. Saya dicabut 4 jg, cuma kasus gigi saya itu numpuk2, jadi gingsul, dan sisanya maju mundur kagak karuan gt, dan gak tonggos juga sih hehe. Skrg saya tahap penarikan gigi taring ke bagian ompongnya,yg pake karet rantai itu.
    Saya mau nanya dong kak seputar "ngilu"nya pas pake, maaf sebelumnya kalo misal udh pernah ditanyain xD. Mau tanya, kak Naya pernah ngerasain gini juga gak, ngilu super giginya pas minum ato kumur2 gt pake air?? Ini apa emg efek gigi yg lagi ditarik2 sama Mr. Karet ya?? Kok sampe air jadi masalah. Saya jadi agak males kalo sampe mau minum ato mau kumur gosok gigi :( tiap minum saya kesakitan bgt, sampe makan korban ke bagian atas pipi #ngalay haha, saya takutnya kalo ada masalah di jaringan dalem nya. Sakitnya emg cuma sekitar gigi yg ditarik sih, dan random gt munculnya. Tp kalo emg ini efek dr penarikan gigi ya saya gak masalah, kudu tahan2 aja :)) males juga kan ke dokter cuma bilang:" dok, giginya linu bgt, kenapa nih?" kalo ternyata emg cuma gegara gigi proses narik. Dokternya juga kesian wasting time ngeladenin saya xD
    Kalo menurut kak Naya gimana? Mgkin pernah ngerasain juga ato tips2nya buat biar gak linu selain pake obat? :D hehehe makasih banyak kak, maapin kalo nanyanya terkesan amatir banget, maklum emg masih amatir (iyalah 2 bulan), jadi cuma bisa nyari info sana sini xD
    Salam sukses~

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo Laksita, salam kenal kembali. maaf ya baru sempet ngebales.
      masalah rasa ngilu, sepertinya sulit ya solusinya. karena kan tiap orang batasan tahan sakitnya beda-beda. bisa jadi ngilu yang seperti kamu rasakan itu buat orang lain biasa aja, tapi bagi kamu udah ga nahan lagi. ngukurnya kan juga susah hehe.
      tahan-tahanin aja dulu, kalo memang ga mau pake obat. lagi udah ga kuat, baru pake paracetamol. lama-lama mudah-mudahan terbiasa lagi meski tanpa obat. dan kalo nariknya udah selesai dan tinggal ngerapiin doank, ngilunya juga ilang kan. pas narik doank emang berasa banget, namanya juga gigi dipindahin, ya ngilu.
      semoga tabah ya hehe. tetap semangat! :-)

      Delete
  37. Hai..Saya baru hari ini pasang retainer yg transparan setelah 1.5tahun memakai behel. Saya mau tanya, retainer nya itu dipasang di gigi atas bawah ya? Punya saya cuman dipasang di bagian gigi atas saja, saya tanya dokter gigi nya dia juga agak2 bingung...pdhal pas dicetak itu gigi atas dan bawah. Saya lihat di google ada yg gigi atas saja..ada juga yang dipasang di gigi atas dan gigi bawah. Bingung juga ma dokter ini..dokter spesialis behel koq malah bingung ya...harusnya kan dah biasa pasang retainer ya. Apa memang bisa ya cuman buat gigi atas aja atau emank harus atas bawah. Tku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Lie bi ling

      penggunaan retainer itu untuk menjaga gigi yang barusan lepas behel supaya poisinya ga bergeser lagi. biasanya ya dipasang di bagian gigi yang tadinya ber-behel.
      missal, yang dibehel atas aja, ya retainernya atas aja. kalo bawah aja ya bawah aja yang pake retainer.
      kalau atas bawah ya harusnya yang diretainer atas bawah juga.

      coba minta dokternya yang tegas. kan kita bayar, customer adalah raja. dan kalau memanng behelmu atas bawah, minta retainer atas bawah juga.

      kalau dokternya masih bingung, mungkin dokternya perlu minum aqua hehehe....

      Delete
  38. Hai kak,
    Apa penggunaan semua jenis behel harus memakai retainer? Niatnya sih mau pasang jenis behel damon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. retainer itu dipakainya setelah behel dicopot dan proses perapian pakai kawat sudah selesai, Safiroh. rata2 semua jenis behel pakai retainer karena fungsinya untuk menjaga supaya setelah behel dilepas giginya ga balik lagi ke posisi semula.

      Delete
  39. Salam kenal mbak, saya baru beberapa hari pakai behel. Tapi brecketnya udah kecabut aja. Kebetulan lagi diluar kota, gak sempat ke dokter gigi. Apa solusi bagusnya mbak? Gak papa dibiarkan dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hadeuhhh, itu lem yang dipakai kurang kuat atau kurang bagus kualitasnya mungkin, jadi mudah lepas.
      solusinya, hati-hati jangan makan yang keras-keras dulu. makan bubur aja, sampai behelnya diperbaiki dan ditempel lagi. kali ini minta yang kuat lemnya hehe

      Delete
  40. mbak mau tanya, sayakan mau pasang behel gigi, trus gigi saya majunya sekitar 1cm, tidak rata,patah giginya, memiliki siung/gigi tajam banyak di depan ( terlihat seperti macan)

    1. apakah bisa dibehel ?
    2. menjadi kaya senyum pepsoden butuh brp blan/thun ?
    3. total biaya skitar brp yah ?

    makasih semoga jawab yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Insan. Kayaknya nggak ada yang mustahil, separah apapun gigi bisa aja dirapiin. Tapi semakin parah susunan Gigi, ya butuh waktu lebih lama untuk rapi. Minimal dua tahun atau lebih. Total biaya tergantung banyak hal, jenis behel, dan harga layanan dokternya. Untuk lebih pastinya konsultasi ke dokter dulu, nanya-nanya lebih detil sebelum memutuskan pasang behel. Baca-Baca juga postingan kawat Gigi bagian 4 yah. Satu lagi, tetap semangat

      Delete
  41. kak mau tanya, aq barusan pasang behel, untuk pengait/ring yg d bagian blkng atas di kasih yg nyambung antara kanan dan kiri. kata dr. nya spy gigi penahannya kuat dan gk ikut maju.
    di pasang alat tsb rasanya kurang nyaman buat bicara dan makan,bicaranya jd kyk org cedal. klo aq ganti dgn ring yg biasa(gk nyambung kanan kiri) apa hasilnya jg bs bagus ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai rizki hidayatullah, sori ya baru bales. kalau dokter udahngasih perawatan tertentu, pasti ada tujuan khusus deh. kalau diganti yg lain,nanti hasilnya nggak maksimal lho. jadi dibetah-betahin aja yah. emang nggak nyaman, tapi kan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, demi gigi bagus :-)
      semangat yaaaa...

      Delete
  42. Selamat siang dan apa kabarnya mba Naya ������
    Sekian lama tdk mampir di sini dan ingin sedikit berbagi pengalaman karena akhirnya setelah 8bln perawatan kawat gigi mulai terasa ada perubahan nih mba (walaupun baru sedikit hiks). Di balik rasa senang karena sudah terlihat sedikit perubahan hati ini bertanya2 mba Nay, apa mungkin nanti kalo bekas gigi dicabut sudah rapat ttp gigiku akan tampak tonggos atau tidak? Apa gusiku termasuk maju atau gigi saja yg maju kok jadi kepikiran itu ya mba Nay, dulu mba Nay pernah kepikiran gitu kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Triono, iya nih kemana aja kamunyaaaa, kangen nih #halah

      Horeeee, akhirnya ada perubahan ya. Biasanya setelah gigi yang ompong merapat lagi, semua posisi gigi akan ditarik masuk kok. Mudah-mudahan nggak terlihat tonggosnya setelah semuanya rapi.

      Kalau gusi yg maju, itu emang bentuk rahang kita yag seperti itu. Mudah-mudahan majnya nggak seberapa. Gusiku juga agak maju, tapi pas gigiku udah rapi, nggak gitu kelihatan juga.

      Ambil foto tiap bulan nggak? Nanti bandingin deh foto-foto sebelum dan kalau udah selesai perawatan. Pasti kelihatan bedanya.

      Semangat yaaa...

      Delete
    2. Aduh dikangenin juga akhirnya hehe...

      Iya mba Nay, pas 6bln pertama nyaris blm ada perubahan (mungkin ada tp kasat mata tdk begitu terlihat). Dan pas 6bln ke 8bln sangat terasa sekali, apalagi pas dirasakan dgn lidah. Gigi bawah jg sudah mulai masuk. Semoga saja giginya aja yg maju, gusinya tidak #aamiin :)
      Sebenernya kepikiran gusi maju gara-gara iklan yg lewat ttg operasi rahang, jadi kepo kan akunya ke operasi rahang itu. Dan pas lihat-lihat di websitenya jadi kepikiran lagi jangan-jangan gusiku termasuk yg maju, duhhh sia-sia dong perawatan kawat giginya hiks. Andai iklan itu tidak lewat hehe

      Foto, sempat mba Nay tp aku hapus wkwk. Pas 6bln pertama blm ada perubahan jadinya ya aku hapus. Putus asa ceritanya mba Nayyy
      Juga malu kalo ngeliat foto itu kok jelek bgt giginya gitu mba hahaha.

      Semangat tetep mba Nay, tp aku kan ceroboh alhasih braketku lepas 1 dan hilang. Pas malam sebelumnya aku makan Bupe (itu mba Nay, bakar2 daging sapi bebek ayam yg cukup bayar sekian won kita boleh makan sepuasnya, pernah nyoba belum nih hehe) dan paginya lenyap braketku 1 biji 😁😁

      Delete
    3. yahhh, gimana sih kok fotonya dihapus, kan nanti buat dibandingin sama foto terakhir setelah kawatnya dicopot. ayo foto-foto lagi mumpung perawatannya baru setengah jalan hehe.
      nanti nyesel lho kalau nggak punya dokumentasi :-)
      hah?! braket bisa hilang abis makan daging bupe (buffet)? jangan-jangan ketelen, bwahahahaha....

      Delete
  43. kak naya,aku mau nanya, kk dulu selama pake behel gigi nya goyang gak? aku kan sekarang lg pake behel tapi gigi geraham kecil aku ketika di sentuh lidah agak goyang kak. emang nya sampai kapan sih kk gigi kita bakal tetap dan gak goyang lagi? aku jd takut jangan jangan nanti setelah lepas behel gigin aku copot :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Welma putri
      maaf ya baru sempet bales
      pas perawatan emang gigi agak goyang, kasusku dulu malah ada satu yang kayaknya udah mau copot aja, serem deh. tapi setelah kawat dilepas ngga goyang lagi kok, jangan khawatir.

      Delete
  44. Hi Naya, salam kenal, gw Niko.
    gw pake behel transparent / ceramic soalnya malu sama temen2. Karena ada anggapan "masa cowok pake behel" jadi selama 4 bulan ini gw kalo kemana2 selalu pake masker. Terus gak berani pakai karet berwarna.
    Menurut kamu gimana Nay ?
    Cewek akan ngerasa aneh ya kalo negliat cowok pake behel ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Niko, salam kenal juga
      hah? serius sampe pake masker, haha, niat bangettt. ngga papa lagi pake kawat biasa aja. bukannya malah lagi trend tuh. emang sih ngga banyak cowok yg berkawat gigi, tapi namanya usaha pengin punya gigi rapi ya bermalu-malu dikit bersenang hati kemudian setelah dicopot kawatnya dan gigi jadi rapi ya kan? hehe.
      kalo kamu udah punya pacar, ngga perlu malu juga, kan demi penampilan lebih baik lagi buat si dia nanti. kalo masih jomblo apalagi, cuek aja, ntar kalo udah rapi kan bisa bangga, okeh 👍

      Delete
    2. Haihii saya juga pake masker kemana2.

      Delete
    3. whoaaaa, ternyata banyak ya yang maskeran 😂

      Delete
  45. Mba dulu pemakaian retainer berapa lama? Sampe skrg apakah gigi mba stabil tidak relaps? Mohon penjelasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. pakai enam bulan, ngga relaps kok. maaf ya telat mbalasnya

      Delete
  46. Dulu mba pake retainer brp lama? Apakah skrng gigi mba tetep stabil tidak relaps? Mohon penjelasannya, trmksih

    ReplyDelete
  47. Gigi mba tetep stabil sampe skrng g relaps mba??

    ReplyDelete
  48. Halo,kk. Mau nanya nih,,klo karet behel wrna bening berubah warna bisa diatasi gk? Mau ganti baru kemaren ganti syang bgt

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngga bisa sayanggg, kalo ngga hati hati memang bisa ternoda warna, apalagi kalo makanannya pakai kunyit, pasti langsung kuning semua ngga bisa hilang. makanya diwanti2 jangan makan makanan yg pake pewarna. tapi ngga papa sebulan lagi pas cek up kan bisa minta ganti. setelah itu hati hati aja pas pilih makanan

      Delete
  49. Halo,kk. Mau nanya nih,,klo karet behel wrna bening berubah warna bisa diatasi gk? Mau ganti baru kemaren ganti syang bgt

    ReplyDelete
  50. halo kak mau tanya , aku kan pernah pake behel trs karna males2anbpakw retainer aku ngerasa gigi aku jd agak majuan lagi , retainer jg pas dipake agak sempit & nekan gt .. kalo aku pake trs itu bahaya ga ya trs apa bisa gigiku agak munduran lg dg pakai reatiner ?

    ReplyDelete
  51. halo kak mau tanya , aku kan pernah pake behel trs karna males2anbpakw retainer aku ngerasa gigi aku jd agak majuan lagi , retainer jg pas dipake agak sempit & nekan gt .. kalo aku pake trs itu bahaya ga ya trs apa bisa gigiku agak munduran lg dg pakai reatiner ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo retainernya masih muat, terus pakai aja, nanti bisa mundur lagi, tapi ya emang sempit dan nekan lagi kayak pas pake behel. nanti kalo sudah mundur lagi baru ngga sakit. kalau ragu ragu, balik lagi aja ke dokter giginya minta diperiksa apakah bener gigimu udah maju lagi. paling diomelin aja karna ngga disiplin pake retainer hehe.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...