Thursday, 23 December 2010

kawat gigi

tepatnya kapan aku benar-benar lupa.

seingatku sewaktu aku mulai kuliah selepas sma, struktur wajahku biasa-biasa saja. aku sudah cek foto-foto lama. tak ada yang istimewa. cantik tidak, jelekpun kurasa tidak juga. kalau cantik pastinya aku sudah berkarir sebagai bintang iklan atau sinetron, kalau jelek pasti aku tak pernah punya pacar. nyatanya dua-duanya tak pernah kejadian, jadi kusimpulkan aku termasuk yang berwajah sedang-sedang saja.

namun tanpa kusadari sewaktu kuliah di jogja selama empat tahun, ternyata struktur wajahku berubah perlahan. saking pelannya, aku sendiri tak pernah menyadari perubahan itu, apalagi teman-temanku.

secara genetik, aku mewarisi tulang rahang ayah tapi berstruktur gigi ibuku. ayah berwajah oval, sedang ibu berwajah bulat. ibu termasuk pemilik struktur gigi besar, bukan struktur biji ketimun yang imut dan lucu itu. sudah bisa ditebak, dengan struktur tulang rahang oval yang cenderung menyempit, disatukan dengan struktur gigi besar dari ibu, tak cukup banyak ruang di dalamnya bagi gigiku untuk bertumbuh.

alhasil hari demi hari, pelan-pelan gigiku bergeser mencari ruang untuk berkembang. karena secara posisi gigiku terbilang cukup rapi, tapi karena sempitnya rahang, mau tak mau ruang yang tersedia hanyalah tumbuh maju ke depan.


kakak dan adikku cukup beruntung karena mereka tidak mewarisi kombinasi seperti halnya aku. bahkan beberapa memiliki gigi indah rapi dan kecil, sementara mereka yang juga mewarisi gigi besar, tumbuhnya entah gingsul atau berahang besar juga, jadi tidak bermasalah. yah berarti memang nasibku saja yang kurang beruntung dalam hal satu ini.

celakanya, aku tak pernah menyadarinya sampai mantan pacarku suatu hari tiba-tiba nyeletuk: 'kamu pasang kawat gigi donk biar nggak tonggos'. jeleger!! bagai disambar geledek aku mendengar hal itu. berarti selama ini dia melihat aku sebagai gadis bergigi tonggos?

alamak, sedihnya.

tambah sedih lagi ketika menyadari bahwa perawatan kawat gigi itu sangat mahal harganya. lagipula saat itu kami baru saja diwisuda dan aku sendiri belum pernah bekerja. darimana bisa memperoleh uang jutaan rupiah untuk membeli kawat gigi? sangat mustahil rasanya.

sejak saat itu aku menjadi agak kurang pede dengan penampilanku. ternyata benar, kalau diperhatikan gigi depanku memang agak tonggos ke depan. tahun demi tahun berlalu, aku tetap tak bisa berbuat banyak. hingga aku mencoba menjadikan kekuranganku itu sebagai bagian dari nasib hidupku. karena aku belum mampu merubahnya, jadi kucoba untuk mensyukurinya saja. sudah untung punya gigi lengkap, tidak ompong.

tapi jauh di dalam lubuk hatiku, masih tetap ada tekad untuk memperbaiki penampilanku satu hari nanti, entah kapan, jika aku mampu. selama apapun itu, aku akan berusaha menabung untuk mewujudkan angan-anganku.

butuh waktu dua-belas tahun sejak perkataan itu terlontar dari mulut mantanku, hingga aku akhirnya berhasil membulatkan tekadku untuk merubah struktur wajahku dan aku mampu membiayainya. tak tanggung-tanggung kudatangi seorang orthodontist terbaik yang direkomendasikan oleh dokter gigiku. dan sengaja kupilih jenis bracket yang transparan supaya agak tersamar selama perawatan yang katanya akan memakan waktu tak kurang dari 2 tahun ini.

prosesnya lumayan menyakitkan, mulai dari pengurangan jumlah gigi melalui pencabutan dan operasi, sampai hari-hari setelah pengencangan dilakukan setiap 5-6 minggu, sampai selama minimal dua tahun. tapi no pain no gain pikirku. bedanya, kali ini pain-nya benar-benar secara fisik.

namun karena tekad bulatku, seluruh proses itu kunikmati saja. aku bahkan mendokumentasikan prosesnya dari minggu ke minggu, bulan ke bulan, hingga perubahannya akan kelihatan dari foto-foto yang kuambil secara berkala. sempat pesimis ketika salah seorang temanku berkata karena umur, perawatan ini akan sia-sia dan hanya akan buang-buang uang saja, karena dia pernah mencoba dan tak ada hasilnya. tapi kupikir lagi, tak ada salahnya dicoba.

ternyata sangat ajaib!

aku sempat terkagum-kagum ketika melihat foto-foto hasil jepretanku sendiri dari waktu ke waktu selama satu tahun belakangan ini, meski masih tersisa satu tahun lagi. gigiku benar-benar bergerak sesuai dengan yang direncanakan, dari posisi semula ke posisi baru yang akan membuat keseluruhan katupan rahang atas dan rahang bawahku mendekati sempurna.

aku tak pernah berharap banyak dengan hasil yang akan kuperoleh setahun lagi, tak pula berpikir akan mempunyai senyum pepsodent setelah perawatan selesai, tapi minimal kini struktur wajahku tak lagi bisa dikatakan bergigi tonggos seperti dulu.

apakah ini berarti aku akan menjadi lebih cantik? tidak juga. wajahku tetap sama, hanya gigi depanku saja yang tak lagi bisa menampakkan dirinya dengan semena-mena :-D

6 comments:

  1. Pergerakan gigi mulai terlihat berapa lama ya mba setelah pakai behel?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga pasti karena tergantung banyak hal, antara lain jenis behel yg dipakai, jenis pengencang (metode damon atau metode karet elastis), tergantung kondisi gigi dan gusi kamu juga mudah gerak atau agak susah. minimal satu tahun pertama baru kelihatan benar bedanya dengan sebelum pake kawat, karena perawatan behel memang lama dan perlu kesabaran tinggi :-)

      Delete
  2. Kak,boleh minta email'y ga ? Saya mau nanya soal pelepasan behel ?

    ReplyDelete
  3. Sista Nayarini, tepat 9 bulan yang lalu saya membaca tulisanmu tentang tonggos dan kawat gigi, detik itu juga saya langsung memutuskan ingin pasang juga, dan hingga hari ini, saya sudah puas dg hasilnya. Terima kasih telah menjadi penyemangat bagi saya dan banyak orang diluar sana.. Semoga sukses selalu, with our better smile..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo agen wall sticker
      Ikut senang ya, kawat giginya sukses. Terima kasih kembali atas apresiasinya, mudah mudahan makin banyak lagi yang mendapatkan manfaat dari tulisan di blog ini :)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...