Thursday, 3 October 2013

dilema

jadi gini... #edisi curcol

meski aku udah tinggal di inggris lumayan lama, udah 7 tahun-an lah, tapi sampai bulan agustus lalu aku masih pakai ijin tinggal sementara atau yang biasa kita sebut visa. karena kronologi status keimigrasianku di sini memang masih belum memperbolehkan aku untuk memperoleh ijin tinggal tetap atau permanen yang biasa lebih dikenal dengan sebutan pr (bukan pekerjaan rumah yah... tapi permanent resident).

kalau dirunut-runut dari awal, aku dulu tinggal di inggris pertama kali menggunakan ijin tinggal atau visa mahasiswa/pelajar selama 1 tahun karena memang pertama kali masuk ke negeri ini dulu dalam rangka kuliah. setelah lulus dan bekerja, aku nyambung pakai ijin tinggal post-study visa selama 1 tahun, yang dipakai oleh mereka para lulusan universitas di inggris untuk tinggal lebih lama mencari kerja atau bekerja bagi yang langsung dapet, selama 1 tahun dan bisa diperpanjang 1 tahun lagi kalau diperlukan. sayangnya visa jenis ini sekarang sudah ga ada lagi atau ditiadakan. mujur aku dulu berarti yah....


meski visa jenis tersebut boleh sampai 2 tahun, tapi dulu aku pakai cuma 1 tahun saja karena waktu itu perusahaan tempat aku bekerja bersedia menjadi sponsorku untuk beralih ke visa kerja yang berlaku lebih lama yaitu selama 5 tahun. eh... lagi asik-asiknya menikmati visa ini dan baru kepake 4 bulanan, aku terpaksa harus ganti visa lagi karena aku kena pengurangan karyawan secara tak terduga. karena sponsornya sudah ga ada, ya terpaksa aku relakan visa kerja 5 tahun yang baru kepake 4 bulan itu jadi hangus ga berlaku. #hiks

untunglah aku dengan mudah bisa memperoleh ijin tinggal mandiri tanpa perlu sponsor lagi, kali ini visanya bersifat umum dan berlaku selama 3 tahun, dan jika habis boleh diperpanjang nambah 2 tahun lagi supaya setelah genap 5 tahun bisa nyari PR tadi. salah satu syarat untuk mendapatkan ijin tinggal tetap di inggris memang kita harus sudah tinggal di negeri ini berturut-turut selama kurun waktu tertentu (5 tahun biasanya), dengan menggunakan ijin jenis tertentu. 

karena untuk semua kasus, visa pelajar tidak masuk hitungan 5 tahun tadi alias tidak dianggap, demikian pula dengan visa post-study tidak termasuk diitung juga, jadi hitungan 5 tahunku dimulai sejak aku mempunyai visa kerja yang hangus dan cuma kepakai 4 bulan itu. praktis aku masih harus tinggal selama 4 tahun 8 bulan lagi sebelum bisa mencari ijin tinggal permanen.

lucunya, meski aku bisa saja memperoleh perpanjangan visa tinggal jenis umum tadi selama 2 tahun lagi, eh... pas mendekati masa berlaku yang 3 tahun habis aku malah nikah dengan suamiku sekarang yang kebetulan warga inggris #halah pake kebetulan segala ;-p

walhasil, aku jadi banting setir deh yang tadinya pakai visa mandiri umum sebagai pekerja profesional, beberapa bulan setelah nikah aku pindah jalur dan ngeganti visaku menjadi visa istri.

aku beruntung memperoleh visa istri ini pada tahun 2011 yang lalu, dimana aku cuma perlu menghabiskan waktu selama 2 tahun sebagai istri sebelum berhak mengadukan ijin tinggal permanen. karena rupanya sejak tahun 2012 lalu, para istri orang inggris yang berwarganegara non-eropa, disyaratkan harus tinggal di sini selama 5 tahun dulu baru boleh nyari ijin PR. kaeknya kalau urusan keimigrasian ini aku seringnya mujur ya, karena selalu lolos dari terkena aturan baru hehe :-D

tapi kalaupun aku kena aturan yang 5 tahun itu juga ga masalah sih karena bisa saja aku ga perlu ganti visa lamaku menjadi visa istri meski sudah menikah, tapi masih punya pilihan untuk memperpanjang visa umum yang cuma perlu 2 tahun lagi sebagai syarat bisa nyari PR kan, jadi ya sami mawon sebenarnya tetep bisa dapet PR juga. kayaknya...

nah, bulan agustus kemarin kebetulan ijin tinggalku sebagai istri yang berlaku 2 tahun itu habis. karena aku ga kena peraturan baru yang 5 tahun itu, jadi aku tahun ini sudah berhak untuk mengajukan ijin tinggal permanen. tapi aku menghadapi dilema, pemirsa.....

dilemanya, setelah kita punya ijin tinggal permanen ini, kita berhak untuk mengajukan manjadi warga negara inggris dan punya paspor inggris. kan seru tuh, kemana-mana hampir ga perlu pakai yang namanya visa kalau pegang paspor keren ini. hihihi...

tapi sayangnya, pemerintah indonesia punya aturan kalau kita punya paspor negara lain, paspor indonesianya hangus alias ga berlaku lagi, karena indonesia tidak mengakui kewarganegaraan ganda, seperti halnya kebanyakan negara-negara maju di dunia yang warganya boleh pegang paspor asing juga. rata-rata negara miskin eh... berkembang emang gitu sih, ga ngijinin rakyatnya seneng dengan pegang dua paspor, hihi. cina dan india juga gitu, kalau warganya pegang paspor lain, paspor utamanya hangus. makanya banyak warga cina dan india yang sudah hengkang dari tanah kelahirannya, milih ganti warga negara sekalian.

hmm... tapi nih, ini rahasia yah, antara kita-kita aja... #jiaaaah nulis rahasia koq di blog

denger-denger nih, konon kabarnya, banyak juga lho warga indonesia yang tinggal di luar negeri sebenarnya sudah ganti warga negara dan pegang paspor asing, tapi mereka ga ngelapor ke kbri (kedutaan besar republik indonesia) kalau udah pindah. tujuannya apa? ya supaya kalau pulang ke indonesia ga usah pakai visa donk! dan bisa pegang dua paspor donk! jadi kalau misalnya nih punya paspor indonesia dan paspor inggris, kalau mau ke belanda tinggal pakai yang inggris jadi ga perlu buat visa, dan kalau pulang ke indonesia pakai paspor indonesia. asik kan?

kenapa ga ikutan gitu aja?

no way! aku sih ga mau. karena biar bagaimana itu tetap pelanggaran hukum dan peraturan yang berlaku. dan prinsip hidupku adalah zero violation of laws and regulation! ga papa miskin, yang penting jujur dan ga melanggar hukum, jadi menjalani hidup tetep adem ayem, tenang dan damai #halah

menurutku sih, kalau memang ga boleh mempunyai kewarganegaraan ganda ya udah, pilih salah satu. mau tetep wni, atau ganti jadi warga negara lain. gitu aja kok repot! tentu saja dengan konsekuensi sendiri-sendiri. pun kalau mau sembunyi-sembunyi pegang dua paspor juga masih tetap beresiko kok. mudah saja sebenernya kalau pihak pemerintah indonesia mau menjaring para pelanggar ini. tinggal nyari data orang indonesia yang mendaftar menjadi warga asing (perwakilan indonesia di luar negeri kan bisa melakukan ini dengan mudah kalau mau), lalu namanya dicocokkan dengan data wni di luar negeri yang masih rutin memperbarui paspornya kalau masa berlakunya abis. kalau cocok datanya, berarti orang tersebut sudah melakukan pelanggaran. tinggal dicekal di bandara deh kalau memakai paspor indonesianya, hehehe #kejam

tapi sepertinya kasak kusuk mengenai ini meski sudah menjadi rahasia umum, juga tidak ada tindakan dari pemerintah indonesia sih. mereka sepertinya menutup mata juga, ga ambil pusing. jadi kayaknya makin banyak yang tertarik untuk punya dua paspor secara diam-diam deh, masih aman-aman saja sih :-)

karena aku ga mau melanggar, dan bukan prinsip hidupku cuma demi paspor asing rela melanggar peraturan yang notabene keuntungannya juga ga seberapa #hihihi, jadi dilemaku sekarang adalah, apakah aku akan berganti warga negara menjadi warga inggris saja, atau tetap setia memegang paspor indonesia tapi kemana-mana perlu bikin visa?

toh hidupku sudah mapan di sini. suami dan anak di sini. kerjaan di sini. rumah di sini. dah betah pokoknya. mau apa lagi? toh pulang ke indonesia juga ga setiap tahun, jadi buat apa paspor indonesia dipiara? kepakai juga jarang. sementara kalau punya paspor inggris kan kalau ada urusan kerjaan ke eropa daratan tinggal tenteng koper ga usah repot nyari visa lagi. hmmm....

aku sih mikirnya gini.

kalau aku pegang paspor inggris, dan pastinya akan melepas paspor indonesiaku, betapa sedihnya pemirsa! mana tega!!! aku terlahir di indonesia, besar di sana, semua keluargaku di sana, budayaku masih budaya asia, lidahku masih selalu rindu gorengan dan gudeg jogja, tampangku juga tetep jawa, nulis blog ini juga tetep pakai bahasa indonesia. jadi sepertinya kalau harus melepas semua itu demi sebuah paspor inggris yang keren karena kemana-mana ga perlu visa itu tadi, koq sepertinya aku mengkhianati diri sendiri, membohongi diri sendiri.

meski pegang paspor inggris, jiwaku bukan inggris. aku ga paham budaya inggris, ga selalu suka makanan inggris, kadang masih ga ngerti yang ngomong pake bahasa inggris, ga ngerti sejarah budaya dan tradisi inggris, kurang paham seluk beluk perilaku orang-orang inggris. lha kan jadi ngenes kalau pegang paspor inggris dan mengaku sebagai warga inggris tapi sejatinya bukan berjiwa inggris gitu lho...#lebay

ada kasak kusuk lagi sih katanya para diaspora indonesia sedang memperjuangkan kewarganegaraan ganda untuk warga indonesia yang tinggal dan menetap di luar negeri supaya bisa mempunyai paspor asing tempat mereka menetap dan masih bisa tetap mempunyai paspor indonesia juga secara sah. tapi masih di-godog sih kayaknya usulan ini di dpr. bisa jadi masih butuh bertahun-tahun lagi sebelum keputusan diambil. dan masih ada kemungkinan juga tidak disetujui, jadi ya ga perlu ditunggu-tunggu juga :-p

sebenarnya sih ga terlalu serius juga dilema ini, karena biar bagaimana aku lebih kekeuh untuk memilih tetep menjadi warga indonesia meski lebih sering mencaci para politisi negeri sendiri dibanding politisi negeri inggris ini hihihi. cuma kemarin itu rada keki juga ketika persyaratan nyari ijin tinggal permanen dan persyaratan untuk ganti ke paspor inggris, ujiannya ternyata sama!

hah, ada ujian segala? iya donk, pakai ujian alias tes, alias ulangan.... susah ga? ya iya! nanti aku tulis terpisah deh ya mengenai bahan ujian dan suka dukaku menghadapi ujian ini, meski akhirnya toh lulus juga dengan gemilang hehe #smug

jadi, kalau dipikir untung rugi dan tingkat kenyamanannya berpaspor indonesia atau inggris sih, aku lebih cenderung memilih paspor inggris. tapi kalau dilihat dari sisi nasionalisme dan mengikuti kata hati #cieee, rasanya koq tetep berat ya melepas paspor indonesia. biar negerinya penuh koruptor, biar jalanannya macet tiada tara, biar budaya dan tingkah laku masyarakatnya kadang bikin emosi jiwa, tapi ternyata aku tetep cinta.

ternyata indonesia tetep tanah air beta :-)

ps: dan siapa tahu satu hari nanti aku akan kembali.... *ting*



.:kalau kamu suka artikel di atas, mungkin kamu suka ini juga:.

8 comments:

  1. salam kenal ya mba....kmrn secara tidak sengaja ketemu blognya :)
    tulisan-tulisannya asiik, jadi rajin saya ngunjungi blognya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kembali... wahhh ga sengaja bertemu berarti udah jodoh ya hehehe.... terima kasih atas ke-rajin-annya mengunjungi blog abal-abal ini, semoga betah yah *sungkem*

      Delete
  2. hehe ya betah mba, ini buktinya datang lagi ngunjungi :))
    ada satu tulisan yang judulnya "masa-masa berdua" itu
    ngena banget di gw hehe...skrg sama suami lg masa2 brdua, kitanya enjoy & happy aja tp org2 diluar yg sewot haha
    mau diapain kalau emang blm dikasih...betulkan mba #cari dukungan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku mendukungmu, maju terus pantang mundur, merdeka!! hehe... nikmati aja sepuasnya ga usah dengerin orang ngomong apa. krn ngomong doank gratis sih hehe. kalau udah bertiga kayak aku sekarang, masa-masa berduanya ga akan terulang lagi, bakal bertiga, berempat dst sampe anak-anak mandiri, bisa puluhan tahun itu, baru bisa berdua lagi, tp kami puas sudah menikmati masa-masa berdua :-) salam buat suami yaaa..

      Delete
  3. Haha... Putri Ibu Pertiwi ni yee... *_^

    ReplyDelete
  4. Nayaaaaaa....
    Duh, kasusnya kayak si Anggun C Sasmi itu berarti yah...
    Sekarang dia kan ganti pake passpor Perancis, supaya gampang kalo traveling karena visa nya lebih mudah dan gak dipersulit...

    Kalo menurutku sih gak papa sekedar ganti passpor mah Nay, karena itu kan sebenernya hanya masalah administrasi semata tapi jiwa dan ragamu mah tetep Indonesia kan yah...

    ReplyDelete
  5. Tapi emang sih, kalo dipikir2 kadang birokrasi di Indo suka bikin kita pengen banting kulkas gimana gitu lho yah...

    Kemaren itu tuh...
    Waktu aku mau pergi ke Korea...KTO itu selaluuuu deh, kalo bikin jadwal mepet mepet bangeeet...
    Jadi jeda waktu antara pengumuman kemenangan sama tanggal keberangkatan itu mepet banget dan aku selaluuuu kerepotan ngurus visa karena berkasnya banyak banget dan berbelit belit...padahal udah dapet sponsor lengkap segala macem deh...bikin stres ih...

    Segitunya aku curhat ama temen2 FUN team ku, mereka mah nyantai2 aja karena mereka gak perlu pake visa buat masuk ke Korea, USA, Perancis, Australia, bahkan Malaysia bebas visa semua tuh buat ke Korea..ckckck...

    Bahkan Tim, temenku yang di Australia waktu itu emang tinggal di Seoul sekitar 6 bulan buat sekolah dan dia bilang bikin visa pendidikan di Australia cuman butuh setengah hari doang tuh...hadeuh...*banting kaleng khong guan sisa lebaran*

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...